RA Tarbiyatul Athfal Abadikan Momen Perpisahan Lewat Dua Film Pendek Karya Guru dan Siswa

Kudus49 Dilihat

KUDUS — Menjelang berakhirnya masa belajar siswa Kelompok B di Tahun Ajaran 2025/2026 ini, RA Tarbiyatul Athfal yang berlokasi di Dukuh Jelak, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus menghadirkan cara unik dan kreatif untuk mengabadikan kenangan masa sekolah. Melalui dua film pendek berjudul “RA Mau Tutup!!!” dan “Mencari Kenangan”, sekolah tersebut berhasil menyajikan kisah perpisahan yang menghibur, menyentuh, sekaligus penuh makna.

Kedua film tersebut dibintangi oleh Badriyah, S.Pd., dan Eva Yuli Nor Farika, S.Pd. selaku Guru Kelompok B bersama seluruh siswa-siswi Kelompok B RA Tarbiyatul Athfal yang berjumlah 29 anak. Proses syuting dilaksanakan selama tiga hari menjelang hari terakhir sekolah agar suasana perpisahan yang terekam terasa lebih nyata dan emosional.

Kepala RA Tarbiyatul Athfal, I’in Ainatuz Zahiroh,S.Pd., menjelaskan bahwa pihak sekolah sengaja membuat dua film sekaligus agar seluruh siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk tampil.

“Karena jumlah siswa sebanyak 29 anak, kami membuat dua film agar setiap anak mendapatkan porsi frame, adegan, dan dialog yang lebih merata. Kami ingin semua anak merasakan pengalaman yang sama dan menjadi bagian penting dari cerita,” ujarnya.

Film pertama berjudul “RA Mau Tutup!!!” dengan durasi 4 menit 41 detik. Film ini menceritakan tentang Arsyal, seorang siswa yang tanpa sengaja mendengar percakapan Bu Yuli di kantor guru yang menyebutkan bahwa RA akan tutup. Mendengar hal tersebut, Arsyal menjadi sedih dan menceritakannya kepada teman-temannya.

Kabar yang belum dipahami secara utuh itu kemudian membuat anak-anak khawatir karena mereka mengira tidak akan lagi memiliki tempat untuk belajar, bermain, dan bertemu dengan guru serta sahabat-sahabat mereka. Dengan sudut pandang khas dunia anak, film ini menghadirkan cerita yang sederhana, lucu, namun sarat makna tentang rasa cinta terhadap sekolah.

Sementara itu, film kedua berjudul “Mencari Kenangan” yang berdurasi 9 menit 2 detik mengangkat kisah Bu Badriyah yang mengajak anak-anak mengenang masa-masa mereka di RA Tarbiyatul Athfal.

Setelah mendapat ajakan tersebut, anak-anak kemudian membentuk kelompok-kelompok kecil dan mencari sendiri berbagai sudut sekolah yang menyimpan kenangan bagi mereka.

Dari area bermain, ruang kelas, hingga berbagai tempat yang menjadi saksi tumbuh kembang mereka selama belajar di RA, setiap kelompok berbagi cerita dan pengalaman yang pernah mereka alami bersama.

Melalui cerita sederhana tersebut, film “Mencari Kenangan” menggambarkan eratnya hubungan pertemanan, kedekatan siswa dengan guru, serta berbagai pengalaman berharga yang menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan anak usia dini.

Menariknya, seluruh proses produksi film dilakukan secara mandiri oleh para guru RA Tarbiyatul Athfal, mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan video.

Menurut I’in, pembuatan film pendek ini bukan sekadar dokumentasi perpisahan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Tujuan utama film ini adalah mengabadikan kenangan masa belajar anak di RA dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Selain menjadi kenang-kenangan, proses pembuatannya juga melatih keberanian, kreativitas, dan kerja sama anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap anak memiliki cerita yang berharga dan layak untuk dikenang.

“Setiap anak memiliki cerita dan kenangan yang berharga. Film ini adalah cara kami merangkai cerita-cerita kecil itu menjadi sebuah kenangan besar yang akan selalu mereka ingat ketika melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya,” tambahnya.

Inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa. Salah satu wali murid, Retno Nitriasih, mengaku sangat mengapresiasi upaya sekolah dalam menghadirkan kenangan perpisahan yang berbeda dari biasanya.

“Film ini bukan hanya menjadi kenang-kenangan yang indah bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana untuk membimbing dan mengembangkan bakat serta talenta mereka. Kami sebagai orang tua merasa bangga melihat anak-anak tampil percaya diri dan berani mengekspresikan diri di depan kamera,” ungkapnya.

Melalui dua film pendek ini, RA Tarbiyatul Athfal menunjukkan bahwa momen perpisahan tidak harus selalu dikemas dalam bentuk acara seremonial. Dengan kreativitas para guru dan semangat para siswa, kenangan masa kanak-kanak dapat diabadikan dalam sebuah karya yang menghibur, mendidik, dan penuh makna.

Masyarakat yang ingin menyaksikan kedua film tersebut dapat menontonnya melalui kanal YouTube RA Tarbiyatul Athfal dengan alamat https://youtube.com/@ratarbiyatulathfal.
Pihak sekolah berharap karya sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus berkesan bagi anak-anak.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *