Nonton Bareng Film, Cara Kreatif Lestari Moerdijat Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kudus

Kudus54 Dilihat

KUDUS – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperkenalkan cara baru dan segar dalam menyebarkan pemahaman mengenai Empat Pilar kebangsaan.

Kali ini, ia memilih media film sebagai alat penyampaian, dengan menggelar kegiatan nonton bareng Teman Tegar Maira di NSC Kudus, Kamis (30/4) sore, yang khusus ditujukan bagi generasi muda.

Dikenal akrab dengan panggilan Rerie, ia berpendapat bahwa karya seni seperti film menjadi sarana yang tepat dan efektif untuk menyampaikan nilai-nilai luhur kebangsaan. Melalui pendekatan yang dikemas dalam bentuk hiburan, materi yang selama ini sering disampaikan dengan metode formal dan kaku, dapat terserap dengan lebih mudah, santai, dan menyentuh hati para penonton.

“Penyampaian sosialisasi bisa dalam berbagai bentuk, bukan hanya ceramah. Bisa lewat tayangan, kegiatan interaktif, dan hari ini melalui film,” ujarnya sesaat sebelum pemutaran dimulai.

Ia menjelaskan, isi cerita dalam film tersebut mengandung pesan-pesan yang selaras dengan kandungan Empat Pilar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai seperti rasa cinta terhadap alam, upaya pelestarian lingkungan, serta semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjadi bagian dari alur cerita yang dinilai sangat relevan dengan tantangan dan kondisi zaman sekarang.

Film Teman Tegar Maira bercerita tentang persahabatan yang terjalin erat antara Tegar, seorang anak dari kota besar yang hidup dengan keterbatasan fisik, dan Maira, gadis asli Papua yang kesehariannya bersentuhan langsung dengan kekayaan alam. Di dalamnya tergambar berbagai dinamika, mulai dari perbedaan budaya dan adat istiadat, perjuangan warga melindungi hutan dari alih fungsi lahan, hingga menampilkan keindahan serta potensi alam yang dimiliki Tanah Papua.

Bagi Rerie, kisah tersebut mengandung pesan edukatif yang kuat, terutama mengenai pentingnya sikap saling menghargai, hidup berdampingan dalam perbedaan, serta tanggung jawab menjaga lingkungan. Ia juga menyoroti karakter Tegar yang menjadi simbol bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama, sekaligus menggambarkan semangat juang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi keterbatasan.

“Biasanya anak muda kalau hanya dikumpulkan lalu diberi materi akan berbeda responsnya. Lewat film seperti ini, dengan pengantar singkat, mudah-mudahan pesannya sampai,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rerie juga menghubungkan pesan yang terkandung dalam film dengan kondisi yang ada di kawasan Pegunungan Muria dan sekitarnya. Ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup di daerah masing-masing.

Menurutnya, upaya pelestarian ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak, baik warga masyarakat, pemerintah desa, maupun pelaku dunia usaha.

Ia menegaskan bahwa kemajuan pembangunan daerah dapat terus berjalan, tanpa harus mengorbankan keseimbangan alam dan keamanan serta kenyamanan hidup masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *