Peta Persaingan Terbentuk, Drawing Group MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 Rampung Digelar

Kudus47 Dilihat

KUDUS — Pembagian grup untuk turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026, resmi ditentukan melalui proses drawing yang berlangsung di Hotel Saphire Kudus pada Senin malam (21/6/2026).

Kompetisi ini mempertemukan tim-tim terbaik dari 12 kota di Indonesia yang siap memperebutkan gelar juara di Stadion Supersoccer Arena Kudus mulai 23 hingga 28 Juni 2026.

Turnamen All-Stars kali ini menjadi bagian penting dari rangkaian pembinaan “Women’s Soccer Trilogy 2026” yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.

Kompetisi ini menerapkan format pertandingan 9 vs 9 untuk kelompok usia di bawah 12 tahun (U-12), yang dirancang sebagai jalur pembinaan berjenjang demi memunculkan bibit-bibit potensial untuk masa depan sepak bola putri Indonesia.

Dari hasil drawing yang dilakukan, 12 tim peserta terbagi ke dalam tiga grup sebagai berikut:

Group A: Surabaya All Stars, Jakarta All Stars, Malang All Stars, dan Samarinda All Stars.
Group B: Solo All Stars, Yogyakarta All Stars, Semarang All Stars, dan Banjarmasin All Stars.
Group C: Kudus All Stars, Bandung All Stars, Tangerang All Stars, dan Bekasi All Stars.
Persaingan ketat diprediksi akan tersaji di Grup C.

Salah satu pemain dari Bekasi All Stars, Kanza Sabreina Gaffan, mengungkapkan rasa bangga sekaligus antusiasmenya dapat mewakili kotanya di putaran nasional ini.
Menghadapi persaingan di Grup C bersama Kudus, Bandung, dan Tangerang, Kanza menyebut timnya terus mematangkan persiapan.

“Sangat senang dan bangga pada diri sendiri bisa ikut ke Kudus bersama tim Bekasi All Stars. Di Grup C nanti, kami senang bisa bertemu dengan tim-tim hebat dari luar kota. Persiapan kami sejauh ini adalah memperketat porsi latihan agar lebih serius, tanpa bercanda, serta lebih mendengarkan instruksi dari pelatih,” ungkap Kanza usai acara drawing.

Kanza juga mewaspadai kekuatan tim lawan, terutama Kudus All Stars yang sebelumnya telah mencatatkan sejarah sebagai kampiun.

“Kabarnya Kudus adalah tim yang kuat dan sebelumnya pernah juara. Kami harus lebih memperhatikan taktik mereka, fokus pada permainan, serta membatasi komunikasi taktis di lapangan agar strategi kami tidak mudah terbaca. Harapan kami tentu bisa membawa nama baik Bekasi dan membawa pulang piala juara,” tambahnya.

Sementara itu, tim Banjarmasin All Stars yang berada di Grup B menyikapi hasil drawing dengan fokus pada proses perkembangan anak-anak.

Pelatih Banjarmasin All Stars, Indra Saprudin, menjelaskan bahwa target utama timnya bukan sekadar hasil akhir, melainkan memberikan ruang bagi para pemain untuk menikmati kompetisi tingkat nasional pertamanya ini.

“Melihat hasil drawing, kami dari Banjarmasin All Stars sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan berada di grup mana pun. Sebagai tim yang baru pertama kali ikut serta dalam gelaran nasional MLSC ini, kami lebih menekankan kepada anak-anak untuk menikmati setiap pertandingan,” jelasnya.

Pria asal Kota Seribu Sungai itu juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas turnamen serta atmosfer pembinaan sepak bola putri usia dini di Kudus yang dinilainya sangat baik.

Menurutnya, ketika anak-anak bermain dengan perasaan gembira, potensi dan kreativitas mereka di lapangan hijau akan mengalir dengan sendirinya.

“Atmosfer pembinaan usia dini di Kudus ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Gelaran ini, kata Indra, memiliki standar yang sangat tinggi untuk kompetisi anak-anak. Jika mereka bisa bermain dengan senang dan gembira, kreativitas di lapangan pasti akan keluar.

“Tentu semua tim ingin juara, tetapi bagi Banjarmasin, yang terpenting adalah anak-anak melihat hasil dari proses latihan mereka. Jika nanti bisa juara, itu merupakan bonus,” tukasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *