Gabungkan Literasi dan Kreativitas, Read Aloud Kudus Hadirkan Belajar Menyenangkan

Kudus36 Dilihat

KUDUS – Ruang Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus tampak hidup penuh antusiasme anak-anak saat menjadi lokasi kegiatan MBG (Membaca, Berkarya, Gembira) yang diselenggarakan komunitas Read Aloud Kudus. Program ini dirancang khusus untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat literasi, daya kreativitas, dan rasa percaya diri anak sejak usia emas.

Ketua Read Aloud Kudus, Rizki Yuniarti, menjelaskan kegiatan ini memadukan aktivitas literasi dengan pembelajaran kreatif. Anak-anak tidak sekadar mendengarkan cerita, melainkan memperoleh pengalaman baru lewat berbagai rangkaian acara yang interaktif.

Kegiatan diawali dengan sesi read aloud, di mana para relawan membacakan buku cerita dengan gaya ekspresif. Sepanjang sesi berlangsung, anak-anak diajak berpartisipasi aktif mulai dari menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga mengembangkan imajinasi berdasarkan alur cerita yang dibacakan.

“Metode membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami isi cerita sekaligus terdorong untuk mencintai buku sejak dini,” katanya.

Usai sesi bercerita, peserta menyaksikan pemutaran film animasi buatan siswa SMK Raden Umar Said Kudus. Penayangan ini membuka wawasan anak mengenai proses penciptaan karya kreatif sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda lokal di bidang industri animasi.

Melalui tayangan tersebut, anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapat inspirasi bahwa anak bangsa mampu menghasilkan karya yang berkelas. Diharapkan hal ini memotivasi mereka untuk terus belajar dan berani menyalurkan bakat sesuai minat masing-masing.

Acara ditutup dengan kegiatan membuat gantungan kunci atau keychain bertuliskan nama masing-masing peserta. Dibimbing relawan, anak-anak menyusun huruf demi huruf hingga menjadi karya pribadi yang bisa mereka bawa pulang.

“Aktivitas itu melatih kreativitas, koordinasi motorik halus, ketelitian, dan rasa percaya diri karena setiap peserta berhasil menghasilkan karya sesuai imajinasi mereka,” bebernya.

Rizki menambahkan program MBG adalah wujud nyata upaya komunitas menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan lewat perpaduan membaca, apresiasi karya, dan aktivitas kreatif.

“Anak-anak itu diharapkan tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga terbiasa mengekspresikan ide dan mengembangkan potensi diri,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perpusda Kudus yang telah mendukung penuh kelancaran kegiatan ini. Ke depannya, kerja sama serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak anak di Kudus mendapatkan pengalaman belajar yang positif serta tumbuh budaya literasi yang kuat di masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *