Banjir Parah Melanda Desa Jetis Kapuan Kudus, Warga Kesulitan Dapatkan Pangan

Kudus30 Dilihat

KUDUS— Banjir yang kembali melanda Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, memberikan dampak serius bagi kehidupan masyarakat setempat. Selain merendam permukiman dan memutus akses jalan, banjir yang mulai terjadi awal pekan lalu juga menyebabkan sebagian besar warga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Kusrini, warga RT 2 RW 5 Desa Jetis Kapuan, menyampaikan bahwa banjir yang mulai terjadi sejak Senin (12/1/2026) kali ini lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Air tidak hanya menggenangi jalan raya, melainkan juga masuk ke halaman bahkan dalam rumah sebagian warga.

“Di sini banjir itu sudah langganan, tapi yang sekarang ini agak parah. Air sampai masuk halaman rumah, bahkan ada yang masuk ke dalam rumah,” ujar Kusrini, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, hingga beberapa hari setelah banjir terjadi, sebagian warga di lingkungannya belum menerima bantuan apapun. Hal ini menyebabkan akses ke tempat pembelian kebutuhan pokok terputus dan membuat warga kesulitan memperoleh bahan makanan.

“Kalau mau cari sembako jalannya putus. Kadang mau keluar juga malas karena air belum surut-surut. Akhirnya ya makan diirit-irit,” katanya.

Kusrini mengatakan, dalam kondisi banjir saat ini, keluarganya hanya mampu makan satu kali sehari. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan agar persediaan makanan yang ada dapat bertahan lebih lama. Sebelum banjir melanda, ia menggantungkan penghasilan dari usaha berjualan lentog di kawasan Kongsi, Loram Wetan.

“Sehari kadang cuma makan sekali. Usaha juga tidak bisa jalan karena banjir,” keluhnya.

Meski pasokan listrik masih berjalan dengan baik, kondisi sanitasi di beberapa rumah warga mulai terganggu. Kusrini menyebutkan bahwa kamar mandi di rumahnya masih dapat digunakan, namun di beberapa rumah tetangga sudah tergenang air.

“Harapan kami ya pemerintah lebih perhatian. Karena banjir ini bukan sekali dua kali, tapi sudah sering sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Andhika Satya Pangarso, melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan sembako. Ia menyerahkan 300 paket sembako kepada warga Desa Jetis Kapuan sebagai tanggapan terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.

“Hari ini saya berada di Desa Jetis Kapuan untuk memberikan bantuan sembako. Kami melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak dan membutuhkan sentuhan bantuan,” kata Andhika.

Selain di Jetis Kapuan, Andhika juga menyalurkan total 1.000 paket sembako di wilayah lain yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus, antara lain Kecamatan Mejobo. Bantuan tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, dan mi instan, serta didukung oleh program BRI Peduli.

Ia menegaskan bahwa bantuan darurat perlu diimbangi dengan solusi jangka panjang. Andhika menyatakan komitmennya untuk mendorong penyediaan bantuan infrastruktur melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, dan kementerian terkait.

“Banjir ini berdampak langsung pada kehidupan warga, termasuk ketahanan pangan. Kami akan dorong agar Kudus mendapatkan bantuan infrastruktur supaya musibah seperti ini tidak terus berulang,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *