DEMAK – SMP Negeri 1 Wonosalam, Kabupaten Demak, menggelar rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial kepada para siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas VII hingga kelas IX.
Pesantren Ramadan ini dipusatkan di musala sekolah dan diikuti sekitar 720 siswa. Selain mendapatkan materi keagamaan, para siswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan membangun karakter religius sekaligus menumbuhkan empati terhadap masyarakat sekitar.
Kepala SMP Negeri 1 Wonosalam, Aji Suprabowo, mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan merupakan program tahunan yang selalu dilaksanakan oleh pihak sekolah setiap bulan suci Ramadan.
“Pesantren Ramadan kami laksanakan selama tiga hari, mulai Selasa sampai Kamis. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas VII sampai kelas IX dan dipusatkan di musala sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, selain kegiatan pembelajaran keagamaan, sekolah juga mengadakan program berbagi takjil kepada masyarakat. Pembagian takjil dilakukan di depan sekolah selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.
Takjil yang dibagikan berupa nasi bungkus dengan lauk ayam yang dipersiapkan oleh warga sekolah. Setiap paket makanan diperkirakan senilai sekitar Rp10 ribu.
Aji menjelaskan bahwa biaya pengadaan takjil berasal dari iuran para guru serta sedekah yang dikumpulkan dari para siswa. Dengan cara tersebut, para siswa diajak untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan sosial.
“Takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di depan sekolah. Sumber dananya berasal dari iuran bapak ibu guru serta sedekah dari anak-anak,” jelasnya.
Selain pembagian takjil, para siswa juga mengumpulkan zakat fitrah berupa beras sebanyak 2,5 kilogram per siswa. Zakat tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar sekolah.
Menariknya, para siswa juga dilibatkan dalam menentukan penerima zakat tersebut. Mereka dapat mengusulkan warga yang dianggap membutuhkan bantuan, baik dari lingkungan tempat tinggal siswa maupun masyarakat sekitar sekolah.
“Beras zakat dari siswa nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar sekolah. Anak-anak juga ikut menentukan siapa yang layak menerima bantuan tersebut,” katanya.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, pihaknya berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
”Program tersebut sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter agar siswa lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.
(red)












