11 Santri MA NU TBS Kudus Berhasil Lolos Melanjutkan Studi ke Luar Negeri

Kudus40 Dilihat

KUDUS – Alhamdulillah! Sebanyak 11 santri MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, resmi dinyatakan lolos dan akan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah maupun masyarakat luas.

Ke-11 santri tersebut terdiri dari: Alfian Rifqi Maulana asal Kudus yang diterima di Universitas Al Ahgaff, Yaman; Fachri Akbar Ibrahim asal Juwana, Pati, yang diterima di Gannan Normal University, Tiongkok; serta Ubaidurrohman asal Ajung-ajung, Jember, Jawa Timur, yang lolos studi di Ta’limul Atiq melalui beasiswa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain itu, terdapat M. Faiz Abdillah asal Kota Pekalongan yang berprestasi diterima di dua universitas sekaligus, yaitu Ta’limul Aly, Maroko melalui beasiswa Kementerian Agama, serta Universite de Sousse, Tunisia.

Sementara itu, tujuh santri lainnya dipastikan akan melanjutkan studi di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mereka adalah Afiq Madany Kaitsar (Jepara), M. Fadhlan Hikam Wihdani (Brebes), M. Rasya Prayogo (Piji Dawe, Kudus), M. Refa Maulana (Pudakpayung, Semarang), Fabian Raffy Wijaya (Babadan, Ponorogo), Ian Syauqi Al-Haq, serta M. Zulfa Thoriqul Huda (Kuripan, Purwodadi, Grobogan).

Para santri yang berangkat ke luar negeri secara resmi dilepas oleh pihak madrasah pada Sabtu (1/8/2026) pagi, bertepatan dengan pelaksanaan apel rutin santri. Pelepasan tersebut disaksikan oleh para masyayikh, Kepala Madrasah beserta jajaran pimpinan, serta seluruh tenaga pendidik.

Kepala MA NU TBS Kudus, K. Syafi’i, S.Pd.I., M.Pd., dalam kesempatan tersebut berpesan agar para santri senantiasa menunaikan kewajiban belajar dengan sebaik-baiknya di negeri orang.

“Tetap jaga sikap tawadlu, dan jangan lupa pada almamater,” ujarnya.

Lebih lanjut, K. Syafi’i turut mendoakan agar seluruh proses perantauan dan pendidikan para santri senantiasa diberikan kelancaran dan kemudahan.

“Semoga ilmu yang didapat nanti membawa manfaat dan berkah,” harapnya.

Sementara itu, Irsyad Roxiyul Azmi, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa tidak seluruh santri yang diterima dapat hadir dalam acara pelepasan tersebut. Hal ini disebabkan adanya kegiatan lain yang sudah terjadwal, serta jarak tempat tinggal asal yang cukup jauh, seperti santri yang berasal dari Jember.

“Selain karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal, tak sedikit santri juga berasal dari daerah yang cukup jauh jangkauannya, seperti dari Jember,” katanya.

(red)