Wana Wisata Montel Kudus: Pesona Alam, Legenda Air Bertuah, dan Lonjakan Kunjungan Wisatawan

Kudus48 Dilihat

KUDUS – Wana Wisata Montel yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tak hanya menawarkan keindahan panorama dan kolam alami yang sejuk. Kawasan ini juga menyimpan kisah kepercayaan yang telah hidup di tengah masyarakat sejak lama, di mana aliran airnya diyakini memiliki khasiat pengobatan dan kaitan erat dengan sejarah Sunan Muria. Keunikan ini menjadikan lokasi tersebut sebagai tujuan yang diminati pengunjung dari berbagai daerah.

Sunarko selaku pengelola Wana Wisata Montel menjelaskan, keyakinan terhadap keistimewaan air di tempat ini telah diwariskan secara turun-temurun. Hal ini membuat kawasan tersebut memiliki nilai historis sekaligus spiritual bagi masyarakat sekitar.

“Banyak juga yang datang bukan sekadar berwisata. Ada yang mengambil air untuk pengobatan. Bahkan beberapa bulan sebelum Ramadan ada warga dari Pati yang datang dalam kondisi sakit stroke dan harus dipapah. Setelah mandi di sini, menurut keluarganya kondisinya berangsur membaik,” ujarnya.

Selain untuk keperluan pengobatan, pada momen tertentu seperti bulan Suro, kawasan ini juga kerap dikunjungi orang-orang yang menjalankan tradisi atau ritual sesuai kepercayaan masing-masing. Meski begitu, pengelola menegaskan fungsi utama kawasan tetap sebagai tempat wisata.

“Maka kami menghimbau untuk seluruh pengunjung agar tetap menjaga ketertiban selama berada di lokasi,” katanya.

Sepanjang masa libur sekolah, jumlah pengunjung Wana Wisata Montel mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika pada hari biasa rata-rata hanya 70 hingga 80 orang per hari, saat musim liburan angka tersebut melonjak menjadi sekitar 200 pengunjung setiap harinya.

“Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah eks-Karesidenan Pati seperti Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Grobogan, dan Demak. Tidak sedikit pula wisatawan dari luar daerah seperti Blora, Tuban, hingga Cirebon yang singgah setelah berziarah ke Makam Sunan Muria,” tandasnya.

Di tengah lonjakan kunjungan, pengelola menghadapi tantangan penyusutan debit air akibat musim kemarau. Biasanya pada rentang Juli hingga September, volume air berkurang karena curah hujan menurun dan sebagian sumber air digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tentu kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 ketika kemarau panjang membuat aliran air sempat mengering,” tukasnya.

Untuk menikmati keindahan kawasan ini, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang. Wana Wisata Montel buka setiap hari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, dan seluruh pengunjung diminta meninggalkan lokasi paling lambat pukul 16.30 WIB demi keselamatan, mengingat kondisi lembah yang mulai gelap.

Salah satu pengunjung asal Kudus, Eva, mengaku telah dua kali berkunjung ke tempat ini. Ia memilih menghabiskan waktu libur sekolah di Wana Wisata Montel karena suasananya yang sejuk, asri, serta lokasinya yang tidak jauh dari tempat tinggal.

“Kalau untuk biaya masuk masih terjangkau dan membuat wisata alam tersebut layak menjadi pilihan rekreasi keluarga,” pungkasnya.

(red)