Teater Satoesh UIN Sunan Kudus Pentaskan Mega-Mega, Angkat Realitas Kaum Terpinggirkan

Kudus12 Dilihat

KUDUS – Teater Satoesh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menghadirkan Pentas Produksi 2026 dengan mengusung naskah Mega-Mega karya Arifin C. Noer. Pertunjukan tersebut digelar di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Minggu (23/8/2026).

Pementasan yang berlangsung sekitar 90 menit itu dimainkan oleh anggota Teater Satoesh dari angkatan 2024 dan 2025. Lakon Mega-Mega membawa penonton menyelami kehidupan masyarakat yang berada dalam kondisi terpinggirkan, sekaligus berbagai persoalan sosial yang hadir di sekitar mereka.

Sutradara Pentas Produksi 2026, Fatkhun Nur Rohman, menjelaskan bahwa pemilihan naskah tersebut didorong oleh ketertarikannya untuk mendalami karya-karya Arifin C. Noer. Ia melihat tema yang diangkat dalam Mega-Mega masih relevan dengan realitas sosial yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Nur Rohman, pertunjukan itu tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni bagi para pemain. Pentas tersebut juga diharapkan mampu mengajak penonton menyadari berbagai persoalan sosial yang kerap luput dari perhatian.

“Karena ini sering kali terlihat di sekeliling kita. Ingin melihatkan kepada masyarakat bahwa di sekitar kita ini ada segerombolan orang-orang yang dipinggirkan,” ungkap Nur Rohman.

Selama pertunjukan, para aktor menghidupkan karakter dalam naskah melalui rangkaian dialog, gestur, serta adegan yang menggambarkan kehidupan dan konflik yang dialami para tokoh Mega-Mega. Interaksi antarkarakter menjadi bagian penting dalam menyampaikan gambaran kehidupan kelompok masyarakat yang berada di tengah persoalan sosial.

Pentas Produksi 2026 juga menjadi bagian dari upaya regenerasi di lingkungan Teater Satoesh. Keterlibatan anggota dari angkatan 2024 dan 2025 memberikan kesempatan kepada para pemain untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi sebuah pertunjukan teater.

Ketua Umum Teater Satoesh, Muhammad Misbahul Munir, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pijakan bagi komunitas teater kampus itu untuk terus meningkatkan kualitas karya dan memperluas ruang berkesenian.

“Harapannya untuk kedepan, Teater Satoesh dapat lebih maju dan berkembang, pementasan-pementasan berikutnya lebih keren dan mantap,” pungkasnya.

(red)