Tanpa Rencana Awal, Jasmine Laura Meraih Sukses di Modeling dan Konten Digital

Kudus95 Dilihat

KUDUS – Perempuan kelahiran Malang tahun 2004, Jasmine Laura, yang berasal dari desa di Kecamatan Undaan, menunjukkan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk membangun karier di lingkungan profesional perkotaan.

Menurutnya, kondisi awal dapat menjadi dasar yang kokoh untuk berkembang, asalkan didukung oleh kemauan belajar dan keberanian dalam mengambil setiap peluang yang datang.

Lingkungan keluarga yang erat dengan dunia pendidikan telah membentuk suasana belajar yang menjadi bagian dari kehidupan Jasmine sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama di wilayah Undaan, ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan dengan mengambil jurusan Analisis Kesehatan, dan kemudian tetap memilih jalur pendidikan di bidang kesehatan untuk jenjang selanjutnya.

Pilihan bidang pendidikan yang banyak ditempati oleh perempuan sesuai dengan sifatnya yang cenderung introvert. Selama masa sekolah, ia tidak terlalu terlibat dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, hanya mengikuti kegiatan tari, beberapa perlombaan di mana ia berhasil meraih prestasi, dan sebagian besar waktunya difokuskan pada pembelajaran akademik.

Konsistensi dalam belajar membuatnya dikenal sebagai siswa berprestasi yang selalu berada di peringkat teratas kelas. Dukungan dari orang tua yang bekerja sebagai dosen menjadi elemen penting dalam perjalanan akademiknya, karena mereka senantiasa memberikan dorongan agar ia menjaga disiplin belajar dan tanggung jawab terhadap pendidikan.

Pada awalnya, keluarga mengharapkan Jasmine akan melanjutkan tradisi menjadi pendidik, mengingat kakek dan neneknya juga berkiprah di dunia pengajaran. Namun, jalannya hidup membawa ia pada arah yang berbeda.

Meskipun demikian, orang tuanya tetap memberikan dukungan penuh terhadap pilihan kariernya, bahkan turut mendampinginya secara langsung dalam beberapa kerja sama profesional sebagai bentuk dukungan moral.

Karier Jasmine di industri kreatif dimulai secara tidak sengaja. Ia pertama kali diundang oleh seorang teman untuk menjadi model bagi sebuah merek kaos. Setelah kesempatan kecil tersebut, tawaran kerja sama terus datang dari berbagai brand lainnya. Tanpa memiliki rencana awal untuk menggeluti dunia modeling dan konten digital, ia secara perlahan menemukan jalan karirnya sendiri.

Sekarang, pada usia 21 tahun, Jasmine bekerja sebagai Social Media Specialist tetap di salah satu perusahaan skincare dengan sistem kerja jarak jauh (work from home/WFH).

Tanggung jawabnya meliputi pembuatan konten, pengelolaan akun media sosial, hingga menangani kerja sama endorsement dengan cara yang profesional.

Pengalaman berpindah dari desa ke kota untuk menempuh pendidikan telah memperluas wawasannya. Ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu berbagai orang, memperluas jaringan hubungan, dan belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda. Dari proses tersebut, ia meyakini bahwa asal-usul bukanlah batasan bagi perkembangan diri.

“Saya belajar bahwa selama mau beradaptasi dan memanfaatkan kesempatan, jalan hidup bisa berkembang dengan cara yang tidak pernah direncanakan,” ujarnya.

Semangat untuk meraih prestasi juga tumbuh dalam keluarganya. Adiknya, Jessica Chatarina, dikenal sebagai Duta Genre Kudus dan aktif meraih berbagai prestasi, sedangkan adik bungsunya, Denzel Sebastian, konsisten unggul dalam bidang akademik. Bagi Jasmine, dukungan keluarga menjadi pondasi utama dalam menjalani setiap pilihan yang diambil dalam hidup.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed