Tag: UMK

  • Mahasiswa UMK Kudus Mengajar Bahasa Inggris di Thailand, Perkaya Pengalaman Internasional

    Mahasiswa UMK Kudus Mengajar Bahasa Inggris di Thailand, Perkaya Pengalaman Internasional

    KUDUS – Sembilan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus (UMK) kini tengah menjalani program magang mengajar (teaching internship) di Thailand. Mereka bertugas mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak setempat, sekaligus menjalankan pengabdian selama hampir satu bulan penuh.

    Program internasional “teaching internship” ini berlangsung sejak 18 September hingga 13 Oktober 2025 di Songkhla, Thailand. Kesembilan mahasiswa yang berpartisipasi adalah Sholikul Hadi, Ilham Febriyanto, Yusuf Afandi, Adinda Zahra Maharani, Amanda Shofia, Windi Rahma Sasmita, Widya Anggraeni, Desita Clara Ayunni, dan Meilani Avip W.

    Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mutohar, menjelaskan bahwa program ini merupakan sarana belajar sekaligus pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa.

    “Program tersebut baru pertama dilaksanakan tahun ini. Sejumlah mahasiswa dikirimkan ke negara-negara yang bisa diajak kolaborasi untuk pengembangan bahasa Inggris bagi anak-anak,” ujar Mutohar.

    Ia menambahkan, UMK menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan di Thailand.

    “Kami bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan di sana, mahasiswa dibagi ke beberapa sekolah dan magang selama sebulan,” kata dia.

    Ia berharap program ini dapat membantu anak-anak di Thailand dalam belajar bahasa internasional, yaitu Bahasa Inggris.

    Selain itu, program magang internasional ini juga dapat dikonversi menjadi nilai mata kuliah bagi mahasiswa. Mutohar berharap kerja sama dengan UMK akan terus berlanjut, sehingga program ini bisa berjalan rutin setiap tahun.

    “Kami harap begitu, bisa berjalan rutin, setiap tahun kami kirimkan mahasiswa ke sana untuk magang. Ini juga bisa dikonversi jadi nilai mata kuliah di semester tujuh,” tambahnya.

    Salah satu mahasiswa magang, Amanda Shofia, mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman baru baginya dalam mengajar anak-anak di luar negeri.

    Ia mengaku cukup terkejut saat pertama kali mengajar bahasa Inggris di Yannah Wittaya School. Shofia bercerita, ada beberapa kesulitan di awal adaptasi, namun ia berinisiatif menggunakan alat peraga, musik, dan metode pembelajaran sederhana.

    “Sedikit banyak dengan bantuan peraga, media pembelajaran dan lagu mereka bisa paham apa yang saya sampaikan,” ujar Shofia menceritakan pengalamannya, Minggu (12/10).

    Tak hanya melatih kemampuan berbahasa Inggris anak-anak, selama magang ia juga belajar “care work” atau kerja-kerja keperawatan, seperti membantu anak merapikan tempat tidur, melatih mencuci piring, membereskan meja, dan alat tulis.

    Shofia, mahasiswi asal Prigi, Kecamatan Gembong, Pati, mengaku sangat senang bisa menjadi bagian dari mahasiswa yang berkesempatan mengikuti magang mengajar di luar negeri.

    “Pastinya senang, karena tidak semua mahasiswa merasakan, saya juga dapat pengalaman dan ilmu baru dari sana,” ungkapnya.

    (red)

  • Serikat Pekerja Rokok Kudus Usulkan Kenaikan UMSK 13%

    Serikat Pekerja Rokok Kudus Usulkan Kenaikan UMSK 13%

    KUDUS – Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (FSP-RTMM-SPSI) Kabupaten Kudus mengajukan usulan kenaikan upah minimum sektoral (UMSK) sebesar 13% untuk tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dari kenaikan UMK yang ditetapkan pemerintah, yaitu 6,5 persen.

    Ketua FSP-RTMM-SPSI Kudus, Subaan Abdul Rahman, menyatakan bahwa usulan tersebut didasari oleh peningkatan produksi rokok, khususnya Sigaret Kretek Tangan (SKT), di Kudus. Pekerja di sektor ini harus bekerja hingga sore hari untuk memenuhi permintaan.

    “Kami berharap kenaikan upah sektoral ini dapat mencerminkan kondisi ekonomi pekerja yang semakin berat akibat meningkatnya jam kerja dan inflasi,” ujar Subaan.

    Namun, usulan ini belum dapat dibahas lebih lanjut karena keputusan mengenai UMK 2025 Kabupaten Kudus belum ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah.

    “Jika tidak ada kenaikan khusus untuk sektor rokok, para pekerja di sektor ini khawatir upah mereka akan tergerus,” ungkap Subaan.

    Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kudus menyatakan keberatan atas usulan kenaikan tersebut. Untuk mencapai kesepakatan, FSP-RTMM-SPSI mengadakan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan dari 35 perusahaan di Kudus.

    “Forum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait keputusan Mahkamah Konstitusi dan Permenaker yang mengatur UMK dan UMSK,” pungkas dia.

    (red)

  • Mahasiswi UMK, Dea Ananda, Buktikan Kegagalan Adalah Awal Kesuksesan

    Mahasiswi UMK, Dea Ananda, Buktikan Kegagalan Adalah Awal Kesuksesan

    KUDUS – Dea Sholihatun Ni’mah, atau Dea Ananda, seorang mahasiswi semester 1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK), membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk meraih kesuksesan.

    Pandemi COVID-19 justru menjadi titik balik dalam hidupnya, mendorongnya untuk mengeksplorasi bakat menulis dan menghasilkan karya-karya inspiratif.

    Awalnya dikenal berbakat dalam musik sejak taman kanak-kanak hingga SMP, Dea meninggalkan dunia tarik suara setelah bergabung dengan paduan suara. Namun, pandemi mengubah arah hidupnya.

    “Di masa pandemi, saya bingung harus melakukan apa. Akhirnya, saya bergabung dengan komunitas Literasi Kita dan mulai menulis,” ungkap Dea.

    Ketekunannya membuahkan hasil; ia aktif menulis puisi di Wattpad, menghasilkan lebih dari 350 puisi dalam setahun, dengan 250 di antaranya dipublikasikan.

    Sebelum kuliah, Dea telah berhasil menerbitkan dua buku indie, Alunan Diksi dan Maaf, Aku Tidak Selemah yang Kamu Kira. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang dunia penerbitan dan memberinya keberanian untuk mengirimkan naskah ke penerbit mayor, Gramedia.

    Setelah tiga bulan menunggu, kabar gembira datang: naskahnya diterima. Buku ketiganya, Dari Aku Tak Bisa Menjadi Aku Bisa, kini resmi diterbitkan Gramedia.

    Buku ini merefleksikan perjalanan hidup Dea, mengajak pembaca untuk bangkit dari kegagalan dan mencapai potensi terbaik mereka.

    “Buku ini tentang self-improvement, sebuah ajakan untuk terus tumbuh,” kata Dea.

    Di usia 18 tahun, Dea telah mencapai prestasi luar biasa sebagai penulis muda yang karyanya diterbitkan penerbit besar.

    Dea juga membagikan tips sukses bagi calon penulis: “Selain naskah yang berkualitas, penting untuk membangun personal branding di media sosial karena penerbit juga melihat keaktifan penulis di platform digital.”

    Melalui karyanya, Dea ingin menyampaikan pesan bahwa kegagalan bukanlah akhir segalanya. Dengan semangat dan ketekunan, mimpi dapat diraih. Buku Dari Aku Tak Bisa Menjadi Aku Bisa kini tersedia di Gramedia, siap memotivasi pembaca di seluruh Indonesia.

    Kisah Dea Ananda menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengejar mimpi dan membuktikan bahwa kegagalan hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan.

    (red)

  • Mahasiswa UMK Demo, Tuntut Perbaikan Layanan IT Kampus

    Mahasiswa UMK Demo, Tuntut Perbaikan Layanan IT Kampus

    KUDUS – Kekecewaan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) terhadap layanan IT kampus yang sering error memuncak.

    Aliansi Mahasiswa Bergerak UMK menggelar demonstrasi pada Rabu (13/11/2024), menuntut perbaikan layanan IT yang dinilai menghambat hak-hak mereka sebagai mahasiswa.

    Presiden BEM UMK, Helmi Yahya, menyatakan bahwa audiensi sebelumnya dengan pihak kampus tidak menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki layanan IT.

    “Kami sudah bertemu dengan pimpinan pada 24 Agustus dan 6 November, namun tidak ada perubahan signifikan,” ujar Helmi.

    Aliansi mahasiswa menuntut restrukturisasi Lembaga Sistem Informasi (LSI) dengan tenggat waktu tiga hari untuk mengeluarkan surat putusan. Mereka juga mendesak Rektor UMK untuk memberikan solusi konkret dalam satu hari.

    Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan mengajukan permohonan anggaran ke Forkopimda untuk pembelian server yang lebih baik dan akan melakukan boikot pembayaran UKT secara masif.

    Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakil Rektor III UMK, Sugeng Slamet, menyatakan bahwa rapat pada 14 November menghasilkan langkah tindak lanjut, seperti penunjukan Dekan Fakultas Teknik sebagai koordinator perbaikan layanan IT, sinkronisasi aplikasi, dan intensifikasi log gangguan. Pihak kampus juga akan menjadwal ulang aktivitas akademik untuk mencegah gangguan sistem.

    Aksi demonstrasi ini menunjukkan kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja layanan IT kampus yang dinilai tidak memadai. Keberhasilan pihak kampus dalam memenuhi tuntutan mahasiswa akan menjadi penentu bagi kelancaran proses belajar mengajar di UMK.

    (red)

  • Kuliah Tamu di UMK: Mempersiapkan Mahasiswa untuk Masa Depan Keuangan

    Kuliah Tamu di UMK: Mempersiapkan Mahasiswa untuk Masa Depan Keuangan

    KUDUS – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muria Kudus (UMK) baru-baru ini menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Literasi dan Edukasi Keuangan PT Pegadaian”.

    Acara yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung M UMK ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi mahasiswa.

    Wakil Dekan III FEB UMK, Dr. Dwi Soegiarto, S.E., M.M., dalam sambutannya mendorong mahasiswa untuk aktif berinteraksi dengan narasumber dan menyerap ilmu yang bermanfaat.

    “Semoga kegiatan ini dapat membangun jaringan, menginspirasi mahasiswa melalui pengalaman narasumber, serta memberikan perspektif dan pengetahuan baru dari para ahli,” ujarnya.

    Sementara itu, selaku narasumber, Manager Gadai Pegadaian Kudus, Budiyono menyampaikan, terdapat tiga hal yang harus diwaspadai dalam berinvestasi.

    Pertama, Risk Capacity atau Kapasitas Mengatasi Risiko, yakni kemampuan Investor untuk menghadapi volatilitas portofolio tanpa memberi gangguan material pada standar keuangan.

    “Kedua, Investment Horizon atau Jangka Waktu Investasi, yaitu sejak saat memulai suatu rencana investasi sampai dengan tercapainya tujuan keuangan. Dan yang ketiga ialah Need for Liquidity atau Tingkat Kebutuhan Likuiditas, yaitu kebutuhan maupun keinginan untuk memiliki dana tunai guna memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Budiyono menyampaikan, terdapat banyak pilihan dalam melakukan investasi. Mulai dari crypto, saham, deposito, tabungan, uang asing, reksadana, obligasi, properti, hingga emas.

    “Dilihat melalui tingkat resiko, hasil dan likuiditas, jenis investasi paling aman adalah investasi emas,” ungkapnya.

    Pasalnya, investasi dalam bentuk emas memiliki sejumlah keuntungan. Diantaranya, tahan inflasi, tingkat resiko rendah, serta asetnya nyata dan awet.

    “Selain itu, investasi dalam bentuk emas juga mudah dibeli, mudah dikelola dan dirawat, mudah diuangkan, dan mudah dipindah-tangankan,” pungkasnya
    (Red)

  • Mahasiswa KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan Sosialisasikan Teknik Stek Kopi Bareng Warga 

    Mahasiswa KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan Sosialisasikan Teknik Stek Kopi Bareng Warga 

    PATI – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 33 Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan sosialisasi dan demonstrasi teknik stek kopi di Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jumat (30/8/2024).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat desa mengenai teknik stek kopi yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kopi.

    Acara yang diadakan di rumah Bapak Agus ini dihadiri oleh para petani kopi setempat yang antusias untuk belajar tentang teknik stek, sebuah metode perbanyakan tanaman yang dikenal mampu menghasilkan bibit unggul dengan cepat.

    Dalam sosialisasi ini, Tim KKN 33 UMK menjelaskan secara rinci mengenai langkah-langkah dalam proses stek, mulai dari pemilihan bahan stek hingga perawatan setelah penanaman.

    Setelah sesi sosialisasi, dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung. Mahasiswa juga diajak untuk mempraktikkan teknik stek kopi dengan bimbingan dari narasumber.

    Demonstrasi ini bertujuan agar para petani tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung dalam usaha perkebunan mereka.

    Salah satu anggota dari Tim KKN 33 UMK, Muhammad Deva, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mendukung peningkatan produktivitas petani kopi di Desa Klakahkasihan.

    “Kami berharap, melalui kegiatan ini, para petani dapat menerapkan teknik stek kopi yang kami ajarkan sehingga hasil panen mereka semakin berkualitas,” ujarnya.

    Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang menyatakan rasa terima kasih atas ilmu dan pengetahuan baru yang diberikan.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu petani kopi di Desa Klakahkasihan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien.

    (Red)

  • Peduli Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN 33 UMK Lakukan KPSP di Desa Klakahkasihan, Gembong

    Peduli Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN 33 UMK Lakukan KPSP di Desa Klakahkasihan, Gembong

    PATI – Menyadari pentingnya deteksi dini dalam tumbuh kembang anak, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 33 Universitas Muria Kudus (UMK) Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong menggelar kegiatan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP).

    Program kerja ini berlangsung kemarin pada tanggal 20 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan atau penyimpangan perkembangan pada anak usia dini, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.

    Skrining yang dilakukan oleh Tim KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan melibatkan anak-anak berusia mulai dari 0 sampai 72 bulan.

    Dalam prosesnya, anak dites sesuai dengan prosedur dan para orang tua diajak untuk berpartisipasi aktif dengan menjawab serangkaian pertanyaan terkait perkembangan anak mereka.

    Hasil dari skrining ini akan digunakan untuk memberikan rekomendasi bagi orang tua mengenai langkah-langkah yang perlu diambil jika terdeteksi adanya keterlambatan perkembangan.

    Selain skrining, Tim KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan juga menyelenggarakan sosialisasi terkait pentingnya pemantauan perkembangan anak secara berkala.

    Masyarakat Desa Klakahkasihan menyambut baik kegiatan ini, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UMK, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup generasi penerus bangsa.

    (Red)

  • UMK Punya Guru Besar Baru

    UMK Punya Guru Besar Baru

    KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan SDM melalui pencapaian jabatan akademik guru besar bidang manajemen pendidikan.

    Sri Utami Ningsih (53 th), dosen magister pendidikan dasar yang membidangi manajemen pendidikan, sedang proses menuju pengukuhan sebagai guru besar dengan kepakaran manajemen kepemimpinan pembelajaran inovatif.

    Dia menjelaskan bahwa pencapaiannya tidak datang secara tiba-tiba. Proses ini memerlukan waktu dan penyesuaian terhadap berbagai perubahan regulasi, termasuk sistem penilaian dan persyaratan yang harus dipenuhi.

    Salah satu tantangan terbesar adalah memenuhi syarat Scopus yang harus dimiliki oleh calon guru besar.

    Dengan memiliki 5 publikasi di jurnal Scopus, Sri Utami harus memilih 1 sebagai bidang ilmu yang tepat untuk melanjutkan proses ini. Akhirnya usai melalui diskusi panjang, dipilihlah bidang ilmu manajemen kepemimpinan pembelajaran inovatif, melihat dan mendasarkan dari berbagai riset yang telah dipublikasikan.

    Saat ini, Sri Utami sedang menunggu SK pelantikan guru besar, yang akan diumumkan setelah proses penilaian selesai. Pihaknya pun harus menunggu pengukuhan dari universitas. Menurutnya untuk meraih hal itu adalah proses yang memerlukan kesabaran dan ketelitian.

    Ke depan, Sri Utami berharap pengukuhan ini dapat mendukung pengembangan program doktor (S3) dalam pendidikan dasar di UMK. Program ini memerlukan setidaknya dua guru besar, apalagi kini UMK sedang berupaya memenuhi syarat tersebut.

    Sri Utami juga menambahkan bahwa meski proses ini memakan waktu, terutama dalam menyiapkan publikasi jurnal. Namun ia optimis bahwa pencapaiannya akan memberikan dampak positif bagi institusi.

    “Semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi rekan-rekan dosen lainnya untuk terus bersemangat dan menginspirasi lahirnya lebih banyak guru besar di UMK,” katanya.

    Dengan latar belakang sebagai Lektor Kepala sejak tahun 2020, Sri Utami terus giat research bersama teman dosen dan mahasiswa. Hingga akhirnya tahun 2024 berhasil mendapatkan banyak publikasi baik jurnal terindeks scopus maupun di jurnal nasional terindeks sinta.

    Tantangan ini tidak mudah apalagi tahun 2022 juga harus mempersiapkan akreditasi prodi yang pada akhirnya juga memperoleh capaian akreditasi unggul.

    Sri Utami berharap pencapaiannya ini bisa memperkuat UMK dalam upaya menuju perguruan tinggi yang maju dan unggul.

    (Adm)

  • Tim PKM-PM UMK Pasarkan Produk Diversifikasi Wayang Klithik di Pasar Tradisional Sarwono Wonosoco Undaan Kudus

    Tim PKM-PM UMK Pasarkan Produk Diversifikasi Wayang Klithik di Pasar Tradisional Sarwono Wonosoco Undaan Kudus

    Tuturmedia.com, Kudus – Upaya menumbuhkan kembali produk oleh-oleh Desa Wonosoco yang telah terhenti selama 2 tahun terakhir dilakukan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muria Kudus (UMK) Sendang Project.

    Sendang Project merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dalam rangka perwujudan SDGs Desa yaitu Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata sekaligus Pelestarian tradisi Wayang Klithik di masyarakat.

    “Terhentinya produksi produk ekonomi kreatif dengan tema Wayang Klithik karena beberapa faktor salah satunya adalah faktor sumber daya manusia dan prasarana yang kurang mendukung. Sehingga, dengan adanya program pengabdian oleh tim PKM-PM UMK dinilai sangat membantu karangtaruna Desa Wonosoco” kata Ketua Karangtaruna Tunas Harapan Desa Wonosoco, Tri Budi Wahono.

    Produk diversifikasi Wayang Klithik ini merupakan kolaborasi dengan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Wonosoco Undaan Kudus. Tim PKM-PM UMK melalukan pemberdayaan dengan melakukan pendampingan ekonomi kepada Karangtaruna Tunas Harapan Desa Wonosoco.

    Sementara itu, produk yang diperjualbelikan yaitu gantungan kunci Wayang Klithik dan Kaos Sablon Wayang Klithik. Pemberdayaan ekonomi ini ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru dengan adanya pengembangan sentra usaha produk Wayang Klithik sehingga meningkatkan kualitas ekonomi Desa Wonosoco.

    Pagelaran Wayang Klithik oleh Dhalang Cilik di Pasar Tradisional Sarwonono Desa Wonosoco Undaan Kudus (Foto: Tim PKM-PM UMK)

    Pasar Sarwono di pilih sebagai tempat pemasaran pertama bagi produk yang dihasilkan karena, pasar ini merupakan pasar tradisional yang ada di Desa Wonosoco yang memiliki keunikan tersendiri. Pasar Sarwono hanya diadakan sebulan sekali pada hari minggu legi yang bertempat di tengah alas Jati Sewu Desa Wonosoco Undaan Kudus. Produk yang di jual dalam Sarwono meliputi makanan tradisional khas desa, salah satunya nasi jagung yang dibungkus dengan daun jati.

    Transaksi jual beli dalam pasar ini juga diwajibkan menggunakan koin kayu dalam penerapannya. Pada pasar Sarwono kali in juga bertepatan dengan adanya pentas Wayang Klithik oleh Dhalang cilik, yang mana ini merupakan momen yang tepat untuk memasarkan produk bertemakan Wayang Klithik saat pagelaran. Oleh karena itu, dipilihlah Pasar Sarwono sebagai tempat pertama pemasaran bagi produk pemberdayaan yang dihasilkan dari pelatihan oleh PKM-PM Sendang Project UMK bersama dengan Karang Taruna Tunas Harapan.

    Selain itu, pengunjung menyambut baik adanya grand opening dari produk sendang project yang dipasarkan, karena mayoritas pengunjung tidak hanya dari sekitar Desa Wonosoco tetapi juga dari luar kecamatan Undaan. Yang mana pengunjung tersebut masih awam dengan keberadaan Wayang Klithik sebagai warisan asli Desa Wonosoco Undaan Kudus. Sehingga diharapkan dengan adanya program ini dapat mendorong minat wirausaha masyarakat Desa Wonosoco.

    Penulis: Zuliyani Irmawati Fristiyani

  • PPK Ormawa Tabularasa UMK Beri Pelatihan Tanggap Darurat dan Pertolongan Pertama di SMP Negeri 3 Satu Atap Gebog

    PPK Ormawa Tabularasa UMK Beri Pelatihan Tanggap Darurat dan Pertolongan Pertama di SMP Negeri 3 Satu Atap Gebog

    Tuturmedia.com, Kudus – Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tabularasa Universitas Muria Kudus telah mengadakan pelatihan Tanggap Darurat dan Pertolongan Pertama di SMP Negeri 3 Satu Atap Gebog, Sabtu, 23 September 2023.

    Kegiatan ini, yang diadakan pada tanggal 23 September 2023 dalam rangka pelatihan pramuka, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mengantisipasi serta memberikan pertolongan pertama saat terjadi bencana.

    Ketua Pelaksana Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tabularasa, Rizqi Maulana, menjelaskan pentingnya pelatihan ini.

    “Kita lihat Desa Rahtawu ini letak geografisnya termasuk desa rawan bencana. Siswa-siswa SMP ini kita beri pelatihan edukasi kebencanaan untuk kesiapan mereka dalam menghadapi bencana dan bagaimana pertolongan pertama yang dapat mereka lakukan,” ujar Rizqi.

    Selain itu, Ketua UKMF Tabularasa, Saiful Ni’am Muzakki yang merupakan penanggungjawab dalam program ini menekankan adanya inisiatif yang perlu dikembangkan oleh tim mahasiswa dalam merespon kondisi di daerah tempat pengabdian.

    “Saya melihat bahwa temen-temen mahasiswa yang ikut terjun dalam pengabdian ini perlu untuk selalu melihat kondisi di daerahnya mengabdi yaitu Rahtawu. Kemudian mereka dapat segera merespon keadaan tersebut dengan program yang tepat. Dengan begitu ini juga bisa menjadi momen bagi mahasiswa Tim PPK Ormawa Tabularasa dalam mengembangkan critical thinking dan problem solving di desa.” ujar Ni’am.

    Ni’am juga berharap agar program pengabdian melalui PPK Ormawa Tabularasa seperti ini dapat dilaksanakan dengan pertimbangan yang matang, sehingga program yang dilaksanakan akan tepat dengan kebutuhan masyarakat dan dapat menjadi bekal ilmu yang penting bagi kelompok sasaran dalam hal ini siswa-siswi pramuka SMP N 3 Satu Atap Gebog.

    “Saya mendorong agar mereka mampu menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran. Agar apa yang telah dilaksanakan ini memang benar-benar memiliki manfaat dan menjadi bekal ilmu yang sangat penting oleh siswa-siswi SMP N 3 Satu Atap Gebog. Sehingga mahasiswa di sini tidak membuat program asal-asalan tanpa memikirkan runtutan kebermanfaatan dari program.” lanjut Ni’am.

    Guru-guru berharap bahwa pengetahuan yang diberikan dalam pelatihan ini akan membantu siswa-siswi dalam menghadapi situasi darurat. Randi Gita menambahkan,

    “Desa Rahtawu ini rawan terhadap bencana seperti longsor, jadi saya berharap ilmu yang telah diberikan oleh kakak PPK Ormawa Tabularasa ini akan bermanfaat secara langsung bagi siswa. Ini penting karena mereka tinggal di desa yang sering mengalami bencana, dan pengetahuan ini dapat membantu mereka dalam situasi kritis,” katanya.

    Pelatihan ini berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari siswa. Kepala Gudep SMP, Randi Gita, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam berkegiatan baik di dalam maupun di luar kelas.

    “Sangat senang melihat Pramuka di SMP dapat diajak oleh PPK Ormawa Tabularasa. Kegiatan ini memberikan kontribusi besar dalam pembinaan Pramuka. Keberadaan program ini, yang berlangsung selama tiga pertemuan, sangat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang kebencanaan,” ungkap Randi Gita.

    Dengan pelatihan ini, diharapkan siswa-siswi SMP Negeri 3 Satu Atap Gebog akan lebih siap dalam menghadapi situasi darurat dan dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif ketika diperlukan. Tim PPK Ormawa Tabularasa berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran akan kebencanaan di masyarakat.

    (Red)