Perkuat Struktur hingga Ranting, PKB Kudus Incar 10 Kursi DPRD

Kudus67 Dilihat

KUDUS – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus mulai mematangkan persiapan menghadapi Pemilu 2030. Penguatan struktur organisasi dan penyiapan kader menjadi fokus utama partai untuk meningkatkan perolehan kursi DPRD Kudus dari tujuh menjadi 10 kursi.

Langkah tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kudus, Ida Nur Sa’adah, saat pengukuhan pengurus, Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), dan orientasi politik masa bakti 2026-2031, Minggu (11/10/2026).

Ida menerangkan, restrukturisasi organisasi menjadi agenda PKB sepanjang 2026. Proses pembenahan dilakukan secara bertahap dari tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC), kemudian berlanjut ke Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).

Setelah pengurus dilantik di Jakarta pada 23 Juli lalu, PKB Kudus melanjutkan penataan organisasi di tingkat kecamatan. Kelengkapan kepengurusan PAC tersebut menempatkan Kudus sebagai daerah tercepat kedua di Jawa Tengah dalam proses restrukturisasi, setelah Kota Semarang.

Dalam menyusun kepengurusan baru, PKB berupaya menjaga kesinambungan organisasi dengan mempertahankan pengurus lama sekaligus membuka kesempatan bagi kader baru yang dinilai potensial. Posisi ketua dan pengurus harian juga disesuaikan dengan ketentuan organisasi, termasuk batas usia minimal 35 tahun.

“Pengurus tidak hanya sekadar nama, tetapi akan diberdayakan sesuai dengan kompetensi dan penugasannya masing-masing,” demikian penekanan Ida mengenai pentingnya peran aktif seluruh pengurus.

Agenda konsolidasi tersebut mencakup pengukuhan pengurus, pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Muskercab, serta orientasi politik. Kegiatan orientasi menjadi sarana pembekalan agar seluruh pengurus memahami arah politik partai, tanggung jawab organisasi, tata kerja, hingga tata kelola PKB.

Setelah penataan kepengurusan tingkat kecamatan selesai, seluruh DPAC PKB se-Jawa Tengah direncanakan mengikuti pengukuhan secara serentak oleh DPW PKB.

Ida menegaskan, penguatan organisasi tidak berhenti di tingkat kecamatan. PKB Kudus juga berencana memperluas struktur hingga tingkat ranting, rukun warga (RW), dan rukun tetangga (RT). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat jangkauan partai sekaligus mempersiapkan kader yang mampu bekerja langsung di tengah masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi PKB Kudus untuk mencapai target politik pada pemilu mendatang. Konsolidasi yang berkesinambungan dan penguatan basis kader di tingkat bawah diharapkan mampu meningkatkan dukungan masyarakat.

Pada Pemilu 2024, PKB Kudus berhasil mengumpulkan 85.819 suara dari empat daerah pemilihan (dapil) dan memperoleh tujuh kursi DPRD Kabupaten Kudus. Perolehan kursi tersebut tersebar di Dapil 1 sebanyak satu kursi, Dapil 2 dua kursi, Dapil 3 satu kursi, dan Dapil 4 dua kursi.

Berbekal hasil tersebut, PKB Kudus membidik penambahan tiga kursi pada pemilu berikutnya. Untuk merealisasikan target itu, partai perlu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kapasitas kader, serta memastikan kerja politik berjalan terarah hingga tingkat akar rumput.

Selain pembenahan organisasi, Ida juga meminta para pengurus memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi kegiatan partai. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Threads dinilai dapat membantu memperluas jangkauan informasi, khususnya kepada kalangan milenial dan Gen Z.

Ke depan, DPC PKB Kudus turut merencanakan pengembangan program bersama Dewan Syuro, termasuk menggelar musyawarah dengan para kiai dan ulama. Melalui penguatan struktur, peningkatan kualitas kader, dan komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat, PKB Kudus optimistis dapat memperkokoh basis dukungan dan mengejar target 10 kursi DPRD.

(red)