Edy Wuryanto Dorong Perguruan Tinggi Aktif Kampanyekan Germas di Daerah

Nasional190 Dilihat

REMBANG – Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menyebarluaskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) hingga ke tingkat daerah.

Dukungan nyata terhadap komitmen ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama program Germas yang digelar di Hotel Pollos, Rembang, pada Minggu (24/5).

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menjelaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi dapat dijalankan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Bentuk nyata yang bisa dilakukan antara lain melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tematik maupun kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menurut Edy, kehadiran para mahasiswa di tengah masyarakat akan sangat membantu pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman dan edukasi terkait kesehatan, sehingga tujuan pelaksanaan Germas dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

“Mahasiswa yang mengikuti program KKN bisa ikut mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Misalnya edukasi kesehatan hingga membantu masyarakat menciptakan rumah dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy menilai keberadaan Poltekkes Kemenkes Semarang yang juga memiliki program studi kesehatan di wilayah Blora merupakan aset dan potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kesehatan masyarakat yang berlangsung di Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr. Bejo Santoso, menyambut baik dorongan tersebut dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung pelaksanaan Germas.

Fokus utama yang akan dijalankan lewat kolaborasi ini adalah penanggulangan masalah stunting serta pencegahan dan pengobatan penyakit tuberkulosis (TB).

Ia menjelaskan, Poltekkes Kemenkes Semarang memiliki sembilan program studi dengan jaringan kampus yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Tengah.

Selama ini, institusinya secara rutin menurunkan mahasiswa ke lapangan melalui program magang maupun KKN tematik untuk turut serta menyelesaikan persoalan kesehatan di berbagai daerah.

“Kami membantu dalam pengentasan stunting dan TB. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program magang mahasiswa termasuk KKN tematik,” kata Bejo.

Pada tahun ini, lanjut Bejo, Poltekkes Semarang telah menugaskan sekitar 700 mahasiswa untuk bertugas di Kabupaten Brebes, yang diketahui merupakan daerah dengan status zona merah kasus stunting dan TB.

Merespons potensi kerja sama di wilayah sekitar, Bejo menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mengerahkan mahasiswanya juga ke Kabupaten Rembang.

Langkah ini akan diambil apabila pemerintah daerah setempat membutuhkan dukungan sumber daya manusia untuk mempercepat penanganan masalah kesehatan.

“Termasuk Rembang, bila diperlukan kami siap bergabung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang untuk membantu mencegah stunting dan TB melalui Germas,” pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *