Tag: Mahasiswa

  • Puluhan Mahasiswa Pati Turun ke Jalan Tolak Kecurangan Rekrutmen Perangkat Desa

    Puluhan Mahasiswa Pati Turun ke Jalan Tolak Kecurangan Rekrutmen Perangkat Desa

    PATI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati pada Jumat (25/10/2024), memprotes proses rekrutmen perangkat desa yang dinilai penuh kejanggalan.

    Mereka menuding adanya kecurangan dalam proses seleksi, khususnya terkait perubahan metode tes dan jeda waktu pengumuman hasil.

    Arifin, perwakilan mahasiswa, menyatakan kekecewaan mereka atas perubahan metode tes dari Computer Asisten Test (CAT) ke Lembar Jawab Komputer (LJK).

    Ia mempertanyakan standar perangkat desa yang dinilai semakin rendah jika menggunakan metode LJK yang umumnya dipakai anak sekolah dasar.

    “Dulu sudah menggunakan metode CAT, tapi sekarang kok malah pakai LJK? Apa perangkat desa sekarang seminimal itu standarnya?” ujar Arifin.

    Selain itu, Arifin juga menyoroti jeda waktu tiga hari antara pelaksanaan tes dan pengumuman hasil. Menurutnya, jeda waktu tersebut rentan dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan.

    “Ada jeda waktu 3 hari, ini indikasi celah main-mainnya,” tegasnya.

    Mereka juga menuding adanya potensi “main belakang” dalam proses rekrutmen. Mereka menduga proses rekrutmen dipaksakan dan terburu-buru karena berdekatan dengan Pilkada.

    “Apakah memang dipaksakan seperti itu, atau karena suasana Pilkada, bisa jadi pengalihan?,” tanya Arifin.

    “Mungkin itu pikiran negatif kami. Tapi sebuah kebenaran lahir karena kecurigaan dan ilmu ditemukan karena rasa ingin tahu manusia,” sambungnya.

    Cipayung Plus menyerukan agar proses rekrutmen perangkat desa ditunda hingga selesainya Pilkada 2024. Mereka mengancam akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

    “Kami berharap rekrutmen perangkat desa untuk diundur sampai dengan selesainya Pilkada 2024, agar proses seleksi tidak menganggu adanya proses Pilkada 2024,” harapnya.

    Aksi ini menunjukkan keprihatinan mahasiswa terhadap proses rekrutmen perangkat desa yang dinilai tidak adil dan berpotensi merugikan masyarakat.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Inovasi Daun Kelor Jadi Permen Jelly untuk Cegah Stunting

    Mahasiswa KKN IAIN Kudus Inovasi Daun Kelor Jadi Permen Jelly untuk Cegah Stunting

    KUDUS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN Kudus, kelompok 037, berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu Desa Werdoyo untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting melalui inovasi pengolahan daun kelor menjadi permen jelly.

    Sosialisasi dan pelatihan pembuatan permen jelly ini diadakan di Balai Desa Werdoyo pada Kamis, (26/9/2024).

    Bidan Desa Werdoyo, Nugraheni Indah Kirana, And. Keb., menekankan bahwa stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, yang dapat terjadi pada anak-anak maupun remaja.

    “Sebagai upaya pencegahannya dalam dunia kesehatan kami mencanangkan konsumsi tablet penambah darah bagi remaja, imunisasi untuk anak-anak yang diadakan setiap satu bulan satu kali, terangnya.

    Nihaya, salah satu mahasiswa KKN, menambahkan bahwa data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan target penurunan angka stunting di tahun 2024 sebesar 14% dari tahun sebelumnya.

    “Maka penting, bersinergi dari berbagai pihak untuk mencapai target tersebut,” katanya.

    Sementara itu, mahasiswa KKN, Wafik, memaparkan manfaat daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya akan nutrisi, vitamin, mineral, dan antioksidan.

    Ia menjelaskan bahwa kandungan nutrisi yang tinggi dalam daun kelor dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak, khususnya dalam pencegahan stunting.

    “Karena kurangnya pemanfaatan daun kelor oleh masyarakat Desa Werdoyo, tim KKN-MB 037 IAIN Kudus berinovasi membuat permen jelly dari daun kelor,” ujarnya.

    Proses pembuatan permen jelly melibatkan tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim KKN mengidentifikasi kebutuhan pelatihan.

    Tahap pelaksanaan meliputi pengajaran cara membuat permen jelly dari bubuk daun kelor.

    Terakhir, tim KKN mengevaluasi hasil kegiatan dan mendistribusikan permen jelly kepada ibu-ibu PKK.

    Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat permen jelly, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting.

    (Red)

  • KKN Undip Memperkuat Branding Desa Kepoh, Boyolali menjadi Makin Bakoh!

    KKN Undip Memperkuat Branding Desa Kepoh, Boyolali menjadi Makin Bakoh!

    TUTURMEDIA.COM – Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro 2024, Donna Pintauli Pasaribu dari Jurusan Hubungan Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menginisiasi program monodisiplin “Branding Kepoh Bakoh” di Desa Kepoh.

    Program ini diimplementasikan atas dasar kondisi dan kebutuhan desa. Desa Kepoh merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

    Lokasinya tidak jauh dari Bandara Adi Soemarmo Solo atau bisa dibilang desa yang bertengger di pinggiran Kabupaten Boyolali.

    Meskipun masih berstatus desa berkembang, desa Kepoh memiliki potensi besar sebagai desa dengan basis pertanian dan peternakan. Potensi-potensi tersebut belum terjual sempurna lantaran branding desa yang belum terbentuk.

    Program ini dilakukan secara bertahap mulai dari 25 Juli sampai 13 Agustus 2024. Kegiatan dimulai dengan observasi dan wawancara kepada perangkat desa di Kantor Desa Kepoh pada Kamis, 25 Juli 2024. Advokasi kepada perangkat desa terkait rencana pembuatan branding desa pada Senin, 29 Juli 2024.

    Adapun perangkat desa diwakilkan oleh Pak Aris selaku carik di Kantor Desa Kepoh, beliau memberikan approval atas rencana program monodisiplin tersebut, didukung dengan pemberian bekal berupa RPJM Desa Kepoh yang memuat informasi lengkap terkait profil desa, visi, misi hingga program yang sedang diupayakan secara aktual.

    Kegiatan dilanjutkan dengan proses pemotretan beberapa spot yang menjadi kekuatan branding Desa Kepoh. Pemotretan dilakukan di Kantor Desa Kepoh, ladang jagung milik warga, lapangan Desa Kepoh, hingga area persawahan dan pertanian masyarakat. Hasil pemotretan ini dielaborasikan dengan informasi yang tertuang dalam RPJM Desa Kepoh hingga menjadi Booklet Profil Desa Kepoh.

    Menariknya, banyak ditekankan jargon “Kepoh Bakoh!” dalam program branding Desa Kepoh ini guna menguatkan identitas Desa Kepoh. Jargon singkat tersebut menjadi energi dan semangat untuk menunjukkan citra Desa Kepoh yang kuat dalam segala aspek.

    Luaran dari program ini berbentuk Booklet yang dicetak hardfile berisi visi misi Desa Kepoh, sejarah Desa Kepoh, Informasi kewilayahan Desa Kepoh, Geografi dan Demografi Desa Kepoh, Potensi Sumber Daya Alam, Peternakan dan Pertanian, Potensi Prasarana dan Sarana Pendidikan, Program Kegiatan Indikatif dan Informasi Kontak Pemerintah Desa Kepoh. Luaran program ini diserahkan secara utuh kepada Pemerintah Desa Kepoh pada Hari Selasa tanggal 13 Agustus 2024.

    Luaran diterima oleh Pak Parno selaku lurah Pemerintah Desa Kepoh, beliau juga menyampaikan apresiasi atas berjalannya program monodisiplin KKN Universitas Diponegoro.

    “Program Branding Desa Kepoh Bakoh ini saya akui sangat tepat sasaran karena selama ini kami belum memiliki produk branding yang bagus. Ini juga membentuk kesadaran kami akan pentingnya citra desa yang dikenal dengan branding, ternyata citra itu begitu ngaruh dengan kemajuan desa …” tuturnya pada 13 Agustus 2024 di Kantor Desa Kepoh.

    Penulis: Donna Pintauli Pasaribu,
    Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2024.

  • Fantastis!!! Mahasiswa IAIN Kudus Baru Lulus Diangkat Jadi Pimpinan Redaksi PT Esa Makmur Sejahtera

    Fantastis!!! Mahasiswa IAIN Kudus Baru Lulus Diangkat Jadi Pimpinan Redaksi PT Esa Makmur Sejahtera

    TUTURMEDIA.COM – Wisuda program sarjana ke-37 dan program magister ke-19 yang diadakan oleh IAIN Kudus memberikan catatan tersendiri untuk salah seorang mahasiswanya dari program studi pemikiran politik Islam fakultas dakwah dan komunikasi Islam yang diadakan pada hari Sabtu 27/07/2024.

    Mahasiswa tersebut bernama Muhammad Iqbal Dzulkarnain yang berasal dari Pasuruan Jawa Timur angkatan 2020. Pada wisuda kali ini Iqbal mendapatkan predikat cumlaude dengan IPK 3,83 kesempurnaan meraih gelar sarjana begitu manis di kala dia baru diangkat menjadi pimpinan redaksi PT esa makmur sejahtera yang baru diangkat 2 Minggu yang lalu.

    “Sebenarnya saya belum resmi diangkat menjadi pimpinan redaksi PT esa makmur sejahtera karena harus memenuhi kriteria aturan perusahaan yang mengharuskan minimal memiliki gelar sarjana untuk menduduki jabatan penting perusahaan, jadi gelar tersebut sebagai pelengkap syarat administrasi,” pungkas Iqbal.

    Ulul Alfa selaku pemilik perusahaan PT esa makmur sejahtera memberikan penjelasan bahwasanya pengangkatan Iqbal ini tidak sepihak melihat dari beberapa bulan dia bekerja sangat memberikan dampak yang begitu besar terhadap kemajuan perusahaan khususnya di bidang media.

    “Awalnya Saya tertarik merekrut mahasiswa ini karena memiliki track record yang menarik mulai dari sering ikutnya pelatihan nasional jurnalistik, pernah magang di DPR RI serta aktif menjadi ketua umum salah satu organisasi mahasiswa yaitu HMI,” kata dia.

    Iqbal mengapresiasi PT ESA MAKMUR SEJAHTERA memberikan kesempatan bagi fresh grade untuk menunjukkan kompetensi sebagai generasi muda yang memiliki kualitas dia juga banyak-banyak mengucapkan terima kasih dan terhadap Ulul Aufa sebagai owner PT esa makmur sejahtera yang memberikan amanah sebagai pimpinan redaksi.

    Dapat kita lihat bahwasanya generasi muda memiliki kesempatan yang besar selama mereka mau menunjukkan kompetensinya di bidang-bidang tertentu dan menjadi menjawab atas keresahan lulusan baru khususnya di jajaran mahasiswa yang seringkali memiliki persepsi sangat sulit untuk mencari pekerjaan karena masih minim pengalaman.

    (RED)

  • Remaja Introvert yang Terobsesi Menjadi Publik Speaker

    Remaja Introvert yang Terobsesi Menjadi Publik Speaker

    KUDUS – Siti Nurul Azizah yang mengeyam pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus dulu dikenal sebagai pribadi yang pendiam (Introvert). Kini, Azizah sapaan akrabnya berambisi untuk menjadi publik speaker seperti panutannya jurnalis nasional Valeria Daniel dan influencer Kota Kretek Mayang.

    “Saya itu dulu anti banget di depan umum, selalu merasa sepi di keramaian, bahkan sekedar mengobrol saja hanya menjawab seperlunya tanpa ada basa-basi,” ujar wanita berkelahiran 2002 itu.

    Remaja putri yang dulunya introvert kini berubah menjadi extrovert itu lantaran melihat kakak tingkat kampusnya ketika momen ospek mahasiswa baru (maba) yang saat itu menjadi MC. Dari situlah ia bertekad untuk bisa menjadi publik speaker yang handal dan baik.

    “Waktu Maba itu melihat kakak tingkat. Dulu saya pendiam. Melihat beliau saya menjadi terobsesi. Akhirnya saya belajar dan mengamati agar bisa menjadi seperti kakak tingkat,” terangnya.

    Implementasinya adalah saat ada acara kampus, dirinya selalu mengajukan untuk bisa menjadi MC. Hal itu bertujuan untuk melatih publik speaking dia agar bisa berkembang lebih baik lagi. Seiring berjalannya waktu, Azizah banyak mendapatkan tawaran dari organisasi atau pihak lain.

    “Publik speaking saya merasa naik level ketika mendapat tawaran acara dari beberapa organisasi dan pihak-pihak lainnya,” tukasnya.

    Hasil dari itu, pengikut Instagramnya semakin bertambah. Dulu hanya seribuan dan meningkat menjadi empat ribuan lebih. Hal itu didapatkan hasil dari brandingan yang dibuatnya. Buntutnya, ia mendapatkan endorse dari wilayah Kudus.

    “Dari situ saya mendapatkan endorse rata-rata yang didapat dari daerah Kudus. Seperti, produk pakaian, UMKM lokal, tempat ngopi, dan lain-lain,” bebernya.

    Dirinya juga pernah menjalani magang di Radio Manggala Kudus selama tiga bulan. Dari situ, perempuan yang pernah mengeyam pendidikan di MTs Mu’allimat NU Kudus tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu.

    “Dari magang disitulah, saya berfokus untuk sarana membranding lebih kuat lagi. Hasil itu didapatkan selama kuliah. Akhirnya selama magang itu mendapatkan job MC,” katanya.

    Dari hasil branding, akhirnya dia mendapatkan job pertamanya dari event dangdut kampung. Awalnya ia hanya mendapatkan ratusan ribu saja. Lambat laun, tarifnya melonjak hingga jutaan.

    “Alhamdulillah hasil itu semua, saya ditarik lagi ke tempat magang saya untuk bekerja disitu. Yaitu, Radio Manggala. Saya juga kerja dari situ sejak Februari 2023,” ungkapnya.

    Karena notabenenya masih awal di dunia penyiaran, harapan kedepannya bisa lebih profesional dalam bekerja seperti senior-senior terdahulu.

    (Ahmd)

  • IPMAFA Pati Gelar Wisuda Ke-12, Luluskan 274 Sarjana Santri

    IPMAFA Pati Gelar Wisuda Ke-12, Luluskan 274 Sarjana Santri

    Tuturmedia.com, Pati – Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) baru-baru ini mengadakan upacara wisuda ke-12 di Adelia Ballroom New Merdeka Hotel pada 16 Desember 2023.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan termasuk dari IAIN Kudus, Universitas Safin Pati, STAIP, Rais Syuriah PCNU, ketua dewan yayasan Nurussalam Kajen, Alim Ulama, dan Kodim.

    IPMAFA mewisuda mahasiswa dari berbagai program studi Sarjana, termasuk Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Perbankan Syariah (PS), dan Manajemen Zakat dan Wakaf (Zawa).

    Rektor IPMAFA, K. H. Abdul Ghofarrozin, M.Ed, dalam sambutannya menyatakan bahwa wisuda adalah proses penutupan dan pembukaan proses baru. Ia menekankan pentingnya para wisudawan untuk memainkan peran mereka sebagai kader bangsa dan pesantren.

    “Bersyukurlah, bisa sampai wisuda sebagai bagian membuka milestone untuk menuju kehidupan nyata. Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Kalian akan mengisinya, apakah akan menjadi wasilah Indonesia mendapatkan Rahmah atau sebaliknya. Indonesia akan mendapatkan Rahmah, jadi kalian para wisudawan harus betul betul memainkan perannya sebagai kader bangsa, sebagai kader pesantren sekaligus santri. Dimana kita bertempat kita wajib berkhitmah, ” ungkapnya.

    “Masa lalu kita, kita tilik kepada spion kita, memperbaiki dan mengembangkan masyarakat dimulai dari lingkungan kita dimana kalian berada dan  dibutuhkan. Selamat menghadapi masa depan, selalu istiqomah dan tawadhu serta senantiasa harus berjuang untuk diri dan bangsa,” lanjut dia menambahkan.

    Guna membentuk para sarjana santri yang Shalih Akram, IPMAFA menghadirkan Ibu Sidrotun Naim, dari IPMI International Business School dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, dalam orasinya menekankan pentingnya nilai Shalih Akrom yang diterapkan oleh para wisudawan.

    “Para wisudawan beruntung belajar di IPMAFA yang mendaptkan keilmuan Nilai Dasar Sholih Akrom. Hal luar biasa yang sudah menjadi kebiasan di lingkungan dengan tradisi pesantren. Sholih itu juga manifestasi untuk bangsa dan negara. Akrom berhubungan dengan ketuhanan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Nadila, perwakilan wisudawan dari program studi Pendidikan Bahasa Arab, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada orang tua dan guru-guru yang telah mendampingi mereka selama proses belajar.

    “Wisuda adalah seremoni awal dari kehidupan, ilmu yang kita dapatkan yakinlah akan bermanfaat. Yakinlah setiap kita punya peran dan medan juang masing-masing.  Sebagai alumni kita memiliki kelebihan karena dibekali nilai sholih dasar akrom. Menjadi apapun kita nanti, kita harus tetap memegang nilai pesantren,” tuturnya.

    Dengan wisuda ini, IPMAFA berharap dapat terus membentuk karakter dan menghasilkan sarjana santri yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

    (Red)

  • Mahasiswa BKI IAIN KUDUS Sambangi Anak-anak Argopuro, Ajak Membuat Kerajinan Bersama dengan Menjunjung Nilai Pancasila Ketiga

    Mahasiswa BKI IAIN KUDUS Sambangi Anak-anak Argopuro, Ajak Membuat Kerajinan Bersama dengan Menjunjung Nilai Pancasila Ketiga

    Tuturmedia.com, Kudus – Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Kudus telah melaksanakan pengabdian di Argopuro. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu anak-anak dalam melakukan kegiatan tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam telah mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan dari gelas bekas, Kudus (5/12/2023).

    Acara ini di selenggarakan sebagai bentuk pendampingan dan agar anak-anak tau cara pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini juga dilakukan guna menyelesaikan tugas UAS matkul pancasila yang di ampu oleh Ibu Heny Kristiana Rahmawati, M.Pd.I. Yang dihadiri oleh 15 peserta dan 7 mahasiswa sebagai pendamping.

    Pelatihan pembuatan kerajinan gelas bekas bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak dalam mengelola sampah plastik yang ada dinrumah dan lingkungan sekitar guna mengurangi limbah gelas plastik.

    Kegiatan pengabdian ini dilakukan sore hari ketika anak-anak berkumpul di depan mushola yang biasanya digunakan untuk bermain bersama. Kemudian anak-anak di ajak berkumpul dan dibagikan snack terlebih dahulu untuk dikonsumsi.

    Dilanjutkan kegiatan inti yaitu pengajaran cara mengelola gelas plastik bekas untuk kerajinan berupa tirai. Setelah di ajari urutan cara pembuatan tirai, baru di bagi menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan anak-anak melangsungkan kegiatan, dimana setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa agar tetap kondusif.

    Dari kegiatan ini anak-anak dengan cepat bisa memahami cara pembuatannya sehingga para mahasiswa yang mendampingi hanya membantu ketika anak-anak mengalami kesulitan

    Hasil dari kegiatan ini merupakan mengajarkan anak-anak untuk bisa mengolah barang bekas menjadi suatu kerajinan dimana bisa menjadikan nilai pandang yang lebih bermanfaat dan anak-anak juga di ajarkan betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mengurangi sampah plastik dengan cara mengolah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

    Dengan adanya pengabdian semoga dapat membawa dampak positif dan berguna bagi anak-anak dan juga melakukan kerjasama dalam melakukan suatu kegiatan agar bisa terselesaikan dengan cepat, dan bagi mahasiswa yang menyelesaikan tugas berharap agar dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang kami peroleh selama melakukan.

    (Unsiatin Nihayah, Miftahur Rohmah Alwahidah/Red)

  • Mahasiswa IAIN Kudus Melakukan Pendampingan Sosial di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara

    Mahasiswa IAIN Kudus Melakukan Pendampingan Sosial di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara

    Tuturmedia.com, Jepara – Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Kudus telah mengadakan Pendampingan Sosial di Aula Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Potroyudan Jepara, pada Selasa, (5/12/2023).

    Acara ini di laksanakan sebagai tugas akhir mata kuliah Metode dan Teknik Konseling yang di ampu oleh Heny Kristiana Rahmawati, M. Pd. I.

    Kegiatan ini di peruntukkan bagi para Penerima Manfaat (PM) yang bertujuan agar PM dapat mengekspresikan emosi yang dirasakan selama berada di PPLSU Potroyudan Jepara.

    Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan serta perkenalan untuk menciptakan suasana keakraban dan kenyamanan selama kegiatan dilaksanakan, lalu dilanjutkan dengan ice breaking sebagai hiburan dan pemacu semangat para Penerima Manfaat (PM) dan dilanjutkan dengan sarasehan bertemakan syukur dan akhlak yang baik serta pemberian motivasi bagi para PM, kemudian dilanjutkan dengan sesi quiz dan ditutup dengan sesi konseling individu.

    “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para mahasiswa agar dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang belum tentu di dapatkan di lain hari” ujar ibu Heny

    Salah satu pengurus PPSLU, ibu Peny mengatakan bahwa sebagian besar dari Penerima Manfaat (PM) tidak bisa mengikuti kegiatan ini dikarenakan sakit, namun hal ini tidak menjadi penghambat antusias dari PM di panti tersebut.

    Dari pengakuan para Penerima Manfaat (PM), mereka sangat senang dengan kehadiran para mahasiswa BKI, hal itu dapat terlihat dari bagaimana mereka berinteraksi dan komunikatif dengan mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan karna telah menciptakan suasana baru bagi PM.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN IKMB IAIN Kudus Kelompok 067 Sukses Menggelar Acara “Bergolo Bersholawat”

    Mahasiswa KKN IKMB IAIN Kudus Kelompok 067 Sukses Menggelar Acara “Bergolo Bersholawat”

    Tuturmedia.com, Blora – Mahasiswa KKN IKMB IAIN Kudus kelompok 067 berhasil menyukseskan acara “Bergolo Bersholawat” yang dilaksanakan pada hari sabtu, 30 September 2023 di lapangan Desa Bergolo, Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.

    Kegiatan tersebut berkolaborasi antara Tim KKN dengan karang taruna Desa Bergolo serta kepala Desa Bergolo beserta jajarannya yang sangat antusias berpartisipasi dalam kelancaran acara tersebut.

    Kegiatan ini merupakan kegiatan unggulan dalam kelompok KKN 067, dengan tujuan terselenggaranya kegiatan tersebut untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara warga, karang taruna serta Tim KKN IKMB IAIN Kudus kelompok 067.

    Kepala Desa Bergolo, Bapak Subari sangat mengapresiasi kegiatan yang diusung oleh Tim KKN yang berkolaborasi dengan Tim karang taruna.

    “Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN kelompok 067 dari IAIN Kudus yang telah menyelengarakan kegiatan ini. Tim KKN yang mampu berkomunikasi apik dengan karang taruna sehingga mampu berkolaborasi serta menambah ukhuwah antar anggota karang taruna. Selain itu, juga mampu berbaur dan mengajak warga Desa Bergolo untuk antusias dalam memperingati hari lahirnya Nabi Agung Muhammad SAW, ” ungkapnya.

    Sementara itu, kegiatan tersebut di pimpin oleh Habib Nuh Assegaf bin Abdillah Assegaf dari Jepara yang diiringi oleh Hadroh Al-Fata, serta mauidho khasanah yang disampaikan oleh Kyai Syifa’un Ni’am (Pengasuh Ponpes Nurul Huda Jiken, Blora.)

    “Njenengan (kalian) semua yang hadir disini dilandaskan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, jika semua hadirin yang ada disini tidak karena cinta, tidak mungkin panjenengan semua berkumpul disini dalam majlis yang InsyaAllah mendatangkan syafa’at di hari kiamat kelak,” tuturnya.

    Harapannya setelah adanya kegiatan ini, masyarakat dan karang taruna jadi lebih kompak dalam memperingati hari lahirnya Nabi Agung Muhammad SAW, serta menambah iman dan cinta kepada sang baginda.

    (Dwi Aprilia)

  • Mahasiswa KKN-IK Kelompok 108 Adakan Pelatihan Pemasaran UMKM Berbasis Digital WhatsApp Business

    Mahasiswa KKN-IK Kelompok 108 Adakan Pelatihan Pemasaran UMKM Berbasis Digital WhatsApp Business

    Tuturmedia.com, Blora – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Kudus kelompok 108 mengadakan pelatihan pemasaran yang ditunjukkan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbasis WhatsApp Business di desa Ketileng, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang bertujuan membantu para pegiat UMKM dalam memasarkan produk yang lebih mudah dengan cara kekinian.

    Pelatihan yang bertempat di Balai desa Ketileng ini dihadiri oleh para pegiat UMKM Desa Ketileng dari berbagai dukuh, seperti Dukuh Gendang, Patihan, Genangan, Kutukan dan Jambangan dari mulai pukul 09.00-11.00 WIB yang dihadiri oleh para pegiat UMKM desa Ketileng hingga sekretariat desa.

    Muh Sifaudin, selaku anggota KKN sekaligus pembicara dalam pelatihan ini percaya jika materi yang disampaikan pada pegiat UMKM sangat penting bagi perkembangan usaha mereka ke depannya dan ia yakin jika sosialiasi ini sangat berguna khususnya bagi masyarakat dalam menambah wawasan dan pengetahuan mengenai metode pemasaran.

    “Para orang tua sering menuntut anak-anaknya untuk mencari pekerjaan, tetapi jarang dari mereka yang mengajarkan anak-anaknya untuk melamar pekerjaan. Begitupun banyak dari kita yang berani memulai mendirikan usaha, tapi jarang dari kita yang melek bagaimana cara memasarkan produk kita agar terjual dengan lebih efektif,” ujarnya, Selasa (26/09/2023).

    Nanik, selaku salah satu pegiat UMKM catering dukuh Kutukan mengaku jika pelatihan yang dilakukan oleh Mahasiswa kelompok KKN 108 di Desa Ketileng sangat membantu dirinya dalam memasarkan produk dan pembukuan yang lebih rapi.

    “Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan WhatsApp Business karena ini dapat memudahkan orang yang bertanya, membeli, mengenali produk hingga melakukan pembukuan yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan,” ungkapnya.

    (Red)