KUDUS — Peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus terus diupayakan melalui penguatan kapasitas guru. Salah satunya lewat workshop transformasi pembelajaran digital yang diikuti puluhan pendidik untuk mengasah kemampuan mengajar berbasis teknologi.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin 13 hingga Rabu 15 April 2026. Workshop ini merupakan hasil kolaborasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) atau KKS Kecamatan Undaan, Kelompok Kerja Guru (KKG), serta dukungan pihak swasta. Masing-masing sekolah mengirimkan dua guru sebagai peserta.
Ketua KKS Kabupaten Kudus sekaligus Ketua KKS Kecamatan Undaan, Kholid, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah strategis menjawab tuntutan pendidikan di era digital. Menurutnya, guru tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.
“Tujuan utamanya agar guru lebih kreatif dalam menyampaikan materi, sehingga siswa bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami,” ujarnya.
Selama workshop, peserta menerima berbagai materi dari narasumber kompeten, seperti Dr. Eni Kuswati, Suryawati, Indra Wiyono, dan Dwi Marwati. Materi mencakup kurikulum adaptif untuk wilayah terdampak bencana, pemanfaatan teknologi koding, hingga penggunaan tools aplikasi generator dalam penyusunan perangkat ajar, seperti modul, program tahunan (prota), program semester (promes), dan KKTP.
Tak hanya itu, para guru juga dilatih membuat video animasi pembelajaran serta memanfaatkan platform Scratch sebagai media interaktif di kelas. Keterampilan ini diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa.
“Pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat, tapi juga harus melibatkan mendengar dan membaca. Dengan teknologi, semua itu bisa dikombinasikan,” tambah Kholid.
Di Kecamatan Undaan tercatat terdapat 33 sekolah dasar, meski sebagian telah mengalami penggabungan. Seluruh peserta workshop merupakan guru aktif, sehingga diharapkan penerapan hasil pelatihan dapat langsung dilakukan di ruang kelas.
Kholid menegaskan, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada rekan guru lainnya.
“Harapannya ada tindak lanjut. Guru yang sudah ikut bisa mempraktikkan di kelas, lalu berbagi dengan teman-temannya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, kualitas pembelajaran di Kecamatan Undaan diharapkan semakin meningkat. Pemanfaatan teknologi secara optimal diyakini mampu membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, sekaligus menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
(red)










