Ning Nawal Ingin Mudik Jadi Ajang Promosi Budaya dan Potensi Jawa Tengah

Kudus562 Dilihat

KUDUS – Momentum mudik dan Idulfitri 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momen silaturahmi, melainkan juga sebagai katalisator untuk mendorong perkembangan ekonomi daerah serta memperkenalkan keunggulan Jawa Tengah ke seluruh penjuru negara.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, M.S.I, yang akrab disapa Ning Nawal, setelah memberikan mauidhah hasanah di Masjid Agung Kudus pada hari Rabu (18/3/2026).

“Harapan saya, potensi-potensi Jawa Tengah yang ada bisa dibawa di tanah rantau. Sehingga menumbuhkan kolaborasi para pelaku ekonomi yang akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah,” katanya.

Isteri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) tersebut berharap, kesempatan kepulangan para pemudik ke Jawa Tengah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan budaya lokal dan berbagai potensi daerah kepada masyarakat di daerah rantau. Hal ini diharapkan akan melahirkan kerja sama yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat di Jawa Tengah.

Dia mengutip contoh bahwa kolaborasi produk UMKM Jawa Tengah dengan daerah lain telah banyak terealisasikan, seperti melalui Festival Kuliner di Bandung yang menghadirkan beragam kuliner legendaris khas Jawa Tengah.

Menurutnya, momen mudik saat ini menjadi kesempatan emas untuk memperluas jejaring bisnis dan promosi produk serta potensi daerah ke luar Jawa Tengah.

Ning Nawal menjelaskan bahwa Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen telah menyelenggarakan program Mudik Gratis 2026 untuk memfasilitasi perjalanan para pemudik pulang ke Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi bekerja sama dengan 35 kabupaten/kota, BUMD, dan instansi terkait, telah menyiapkan total 348 armada bus.

Secara rinci, program ini mencakup 325 unit bus dari Jakarta yang mengangkut sebanyak 16.186 pemudik, serta 23 unit bus dari Bandung dengan jumlah penumpang 1.133 orang.

Selain kendaraan darat, juga disediakan fasilitas mudik gratis menggunakan kereta api dengan sekitar 1.288 kursi tersedia.

“Kami telah ikut serta melepas para peserta mudik gratis dengan kereta di Pasar Senen. Mudik kali ini juga ramah difabel. Ada dua difabel yang ikut mudik dan insya Allah bisa diantar sampai rumah masing-masing,” terangnya.

Ning Nawal mengingatkan para pemudik untuk selalu menjaga kesehatan selama perjalanan dan menyempatkan diri untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga serta kerabat.

Meskipun menghadapi perbedaan bahasa dan budaya di daerah rantau, dia berharap para pemudik tetap dapat menjaga dan memperlihatkan nilai-nilai budaya Jawa yang mulia.

“Ada banyak rest area yang disediakan bagi para pemudik agar bisa beristirahat. Ada juga posko kesehatan gratis, yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan pemudik,” lanjutnya.

Kepada para kader PKK se-Jawa Tengah, Ning Nawal mengajak agar program-program PKK tetap berjalan dengan baik selama periode Idulfitri. Salah satunya adalah menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat di tengah suasana meriah perayaan Lebaran.

Pada kesempatan yang sama, Ning Nawal juga menyerahkan bantuan santunan senilai Rp 50 juta serta membagikan 500 paket sembako kepada masyarakat Kudus.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *