Ketika Ingatan Menjadi Superpower : Memahami Memori Luar Biasa pada Savant Syndrome

Artikel30 Dilihat

TUTURMEDIA.COM –

Ingatan yang Sulit Dipercaya

Bayangkan ada orang yang bisa menyebutkan hari dari tanggal puluhan tahun lalu dalam hitungan detik. Ada juga yang mampu memainkan lagu setelah sekali mendengar, atau menggambar ulang pemandangan kota dengan sangat detail setelah melihatnya sebentar.

Kemampuan seperti ini terdengar seperti adegan film. Namun, dalam psikologi, fenomena ini benar-benar ada. Salah satunya dikenal sebagai savant syndrome.

Savant syndrome bukan sekadar cerita tentang orang genius. Fenomena ini menunjukkan bahwa otak manusia bisa bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Ada orang yang mengalami kesulitan dalam beberapa hal, tetapi justru sangat menonjol dalam satu bidang tertentu.

Apa Itu Savant Syndrome?

Savant syndrome adalah kondisi langka ketika seseorang memiliki kemampuan luar biasa pada bidang tertentu. Kemampuan itu bisa muncul dalam musik, seni, hitung cepat, kalender, bahasa, atau memori detail.

Menariknya, kemampuan ini sering muncul bersama hambatan lain. Seseorang bisa sangat kuat mengingat tanggal, tetapi sulit memahami percakapan sosial. Ada juga yang mahir bermain musik, tetapi butuh bantuan dalam kegiatan sehari-hari.

Jadi, savant syndrome bukan berarti seseorang hebat dalam semua hal. Biasanya, kemampuannya sangat spesifik. Ia bisa unggul di satu bidang, tetapi kesulitan di bidang lain.

Memori yang Kuat, tetapi Tidak Selalu Luas

Saat mendengar “memori luar biasa”, kita mungkin membayangkan seseorang yang bisa mengingat semuanya. Padahal, pada savant syndrome, ingatan yang kuat biasanya hanya muncul pada bidang tertentu. Memorinya bisa sangat dalam, tetapi sempit.

Seseorang mungkin sangat kuat mengingat tanggal, nada, angka, gambar, atau peristiwa tertentu, tetapi tidak selalu kuat mengingat hal lain.

Dalam psikologi kognisi, memori bukan hanya soal menghafal. Memori adalah proses menerima informasi, menyimpannya, lalu memanggilnya kembali saat dibutuhkan.

Kita memakai memori setiap hari, misalnya saat mengingat nama teman, jalan pulang, jadwal kuliah, atau materi ujian.

Penulis : Arinie Meuthia Meellati Al haqie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *