Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Rahardika Bagaskara Tegaskan Sosok Pemimpin Pengusaha Muda Harus Mampu Merangkul dan Berkolaborasi

Dinamika ekonomi global dan domestik yang kian menantang menuntut lahirnya transformasi kepemimpinan di kalangan generasi muda, khususnya para pelaku usaha. Di tengah fluktuasi pasar yang dinamis—di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) saat ini bertengger di kisaran Rp 18.036 hingga Rp 18.095—para pengusaha muda dituntut tidak hanya adaptif secara bisnis, tetapi juga gesit dalam membangun jaringan.

 

​Menyikapi situasi tersebut, tokoh pengusaha muda Jawa Tengah sekaligus Bendahara Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, Rahardika Bagaskara angkat bicara mengenai kriteria ideal figur pemimpin pengusaha muda di Indonesia saat ini.

​Pria yang akrab disapa Bagas ini menegaskan bahwa era kompetisi mutlak telah bergeser menjadi era sinergi. Sosok pemimpin yang dibutuhkan hari ini adalah mereka yang memiliki kapasitas matang untuk merangkul semua lini dan membangun kolaborasi yang solid.

 

​”Tantangan ekonomi ke depan, termasuk fluktuasi nilai tukar yang kita rasakan hari ini, tidak bisa dihadapi dengan ego sektoral atau jalan sendiri-sendiri. Figur pemimpin pengusaha muda yang kita butuhkan saat ini adalah sosok yang inklusif, yang mampu merangkul berbagai elemen dan mengonsolidasikannya menjadi sebuah kekuatan kolaboratif,” ujar Bagas saat memberikan keterangannya, Minggu (7/6/2026).

 

​Lebih lanjut, Bagas yang juga merupakan Pengusaha dari Dua Putra Perkasa Holding Company ini menjelaskan mengapa aspek merangkul dan membangun kolaborasi menjadi harga mati bagi kepemimpinan pemuda saat ini. Salah satu alasan utamanya adalah masifnya program-program strategis pemerintah pusat yang kini mulai diturunkan langsung ke daerah.

 

​Menurutnya, tanpa adanya kolaborasi yang kuat dan kemampuan merangkul pemangku stakeholders di daerah, momentum pertumbuhan ekonomi dari program pemerintah tersebut bisa hilang begitu saja. Dalam konteks inilah, akses dan jaringan komunikasi menjadi instrumen yang sangat krusial.

​”Hari ini kita melihat banyak sekali program pemerintah yang dikucurkan langsung ke daerah-daerah. Oleh karena itu, akses menjadi kunci penting. Pemimpin pengusaha muda harus bisa menjadi jembatan agar program-program tersebut dapat diakses dan diserap dengan baik oleh para pelaku usaha di daerah, sehingga tercipta pemerataan ekonomi yang konkret,” tambahnya.

 

​Sebagai pengusaha yang tumbuh dan berkembang dari daerah sampai nasional, Rahardika Bagaskara menyampaikan rasa bangga dan bahagianya karena dapat menjadi bagian dari keluarga besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah. Bagi dirinya, HIPMI Jawa Tengah bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah ekosistem besar yang memiliki komitmen nyata dalam mencetak pengusaha tangguh di tingkat regional maupun nasional.

​”Saya sangat bangga dan senang bisa berdiri serta berproses bersama keluarga besar HIPMI Jawa Tengah. Organisasi ini telah membuktikan diri sebagai wadah yang konsisten dalam memupuk semangat kebersamaan dan kegotongroyongan antar-pengusaha muda. Semangat kekeluargaan inilah yang menjadi modal utama kita untuk terus melangkah maju,” ungkapnya hangat.

 

​Di akhir keterangannya, Rahardika Bagaskara juga menyampaikan harapan besarnya agar agenda akbar Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI mendatang dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Ia menegaskan tekadnya agar HIPMI senantiasa konsisten memosisikan diri sebagai kawah candradimuka terbaik dalam menggembleng, menempa, dan melahirkan kader-kader pengusaha muda yang tangguh, berintegritas, serta siap membawa roda perekonomian Indonesia melewati berbagai tantangan global menuju Indonesia Emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *