Bangkitkan Kembali Aktivitas PMR, PMI Kudus Gelar Jumbara IX Pasca Pandemi

Kudus37 Dilihat

KUDUS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) IX, sebuah langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat dan aktivitas Palang Merah Remaja (PMR) yang sempat mengalami penurunan pasca masa pandemi Covid-19.

Kegiatan rutin lima tahunan ini diikuti oleh 36 kontingen yang berasal dari jenjang PMR Mula, PMR Madya, hingga PMR Wira, dengan total sekitar 540 peserta.

Sekretaris PMI Kabupaten Kudus, Imam Santosa, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini tercatat lebih sedikit jika dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelum pandemi. Hal itu disebabkan berkurangnya aktivitas pembinaan dan kegiatan PMR di lingkungan sekolah selama masa pandemi berlangsung.

”Kalau dibandingkan sebelumnya memang lebih sedikit. Karena setelah adanya Covid-19 kemarin itu memang kegiatan-kegiatan PMR di sekolah berkurang,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Lebih lanjut dijelaskan, Jumbara bukan sekadar ajang perlombaan semata, melainkan menjadi wadah berkumpulnya para anggota PMR untuk saling bertukar pengalaman, belajar bersama, berbakti kepada masyarakat, sekaligus bergembira melalui berbagai kegiatan kepalangmerahan yang disuguhkan.

Penyelenggaraan Jumbara IX ini juga dimaksudkan sebagai momentum kebangkitan kembali peran dan semangat PMR di sekolah-sekolah. PMI Kudus sendiri telah melakukan langkah penyegaran terhadap para pembina PMR agar pembinaan di masing-masing satuan pendidikan dapat kembali berjalan secara optimal.

”Harapannya membangkitkan PMR itu sendiri untuk lebih berkreasi dan berinovasi. Tidak hanya sekadar latihan, tetapi juga ada kompetisinya dengan suasana yang tetap gembira,” katanya.

Terkait perwakilan ke tingkat lebih tinggi, Imam menjelaskan peserta terbaik dalam Jumbara ini tidak otomatis mewakili Kudus pada ajang serupa di tingkat provinsi. Pihaknya akan menyelenggarakan seleksi dan memberikan pembinaan serta pendampingan khusus sebelum mengirimkan perwakilan Kabupaten Kudus.

”Kalau nanti ada Jumbara di provinsi, otomatis kita melatih mereka. Ada pendampingan dari PMI untuk menghadapi kompetisi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, menilai Jumbara memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Kegiatan ini tidak sekadar pertemuan atau perlombaan, melainkan sarana memperkuat keterampilan kepalangmerahan sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaan sejak dini.

”Sebagai anggota PMR, kalian adalah calon relawan kemanusiaan di masa depan. Jadikan kegiatan ini sebagai tempat belajar, berbagi pengalaman, memperkuat persahabatan, mengasah keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Senada dengan hal itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Haryanto, menyebut Jumbara merupakan media pembentukan karakter sekaligus sarana menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan remaja. Para peserta tidak hanya dibekali kemampuan pertolongan pertama, tetapi juga diajarkan arti kerja sama, pelestarian lingkungan, membangun persahabatan, hingga mewujudkan aksi kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat.

”Jangan hanya belajar P3K, tetapi juga membangun kepedulian, persahabatan, kerja sama, dan kemanusiaan yang nyata agar tumbuh generasi yang peduli terhadap pengabdian dan sesama,” imbuhnya.

(red)