Tambahan Ventilator Baru, Layanan Penanganan Gangguan Napas di Kudus Makin Optimal

Kudus688 Dilihat

KUDUS – Kualitas penanganan kasus gangguan pernapasan di fasilitas kesehatan wilayah Kudus dan sekitarnya kini semakin terkuat. Hal ini menyusul penyerahan bantuan empat unit alat medis jenis ventilator yang disalurkan oleh pihak swasta melalui program tanggung jawab sosialnya kepada RS Mardi Rahayu, pada Selasa (21/4/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Kolaborasi tersebut dirancang tidak hanya untuk memperbaiki aspek layanan kesehatan, tetapi juga mendukung proses pendidikan dan pelatihan tenaga medis di daerah.

Ventilator yang diserahkan merupakan perangkat yang memiliki fungsi vital, terutama untuk menunjang pernapasan pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif. Achmad Budiharto, General Manager Community Development PT Djarum, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan dalam berkontribusi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Menurut Budiharto, ketersediaan alat ini menjadi faktor penentu dalam mempercepat proses penanganan pasien yang mengalami gangguan fungsi paru dalam kondisi berat.

“Melalui bantuan ini, kami berharap rumah sakit dapat memberikan layanan yang lebih optimal, khususnya bagi pasien dengan gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas bantuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penambahan empat unit alat ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas layanan intensif di rumah sakitnya. Seiring dengan bantuan ini, total jumlah ventilator yang dimiliki pihak rumah sakit kini bertambah menjadi 31 unit.

Pujianto menekankan bahwa ventilator termasuk dalam kategori peralatan yang sangat dibutuhkan untuk menangani pasien dalam kondisi kritis, mulai dari kasus gagal napas, infeksi paru berat, hingga berbagai penyakit lain yang mengganggu sistem pernapasan. Dengan jumlah peralatan yang semakin memadai, rumah sakit kini mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan merata bagi warga Kudus serta wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Rektor UKDW, Wiyatiningsih, menilai kerja sama ini membawa manfaat ganda, tidak hanya untuk dunia kesehatan tetapi juga bagi dunia pendidikan. Sebagai informasi, RS Mardi Rahayu ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan satelit yang digunakan untuk praktik langsung mahasiswa program profesi dokter dari kampus tersebut.

“Keberadaan ventilator ini tidak hanya mendukung pelayanan pasien, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting bagi mahasiswa kedokteran dalam memahami penanganan kasus pernapasan secara langsung,” pungkasnya.

(red)