Perbaikan Jalan Lingkar Timur Mejobo Dipercepat, Anggaran Capai Rp90 Miliar

Kudus567 Dilihat

KUDUS – Pemerintah pusat melalui kementerian terkait kini sedang menggenjot perbaikan Jalan Lingkar Timur Mejobo, Kabupaten Kudus. Ruas jalan yang kondisinya sudah lama dikeluhkan warga dan pengguna jalan ini akhirnya masuk dalam daftar prioritas penanganan jalan nasional, dengan pengerjaan dilakukan secara bertahap pada titik-titik yang paling rusak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan pemugaran ini merupakan program kerja Kementerian PUPR yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Cakupan lokasi yang akan ditangani membentang dari kawasan Lingkar Ngembal hingga wilayah Kecamatan Jati.

Ia menegaskan bahwa perbaikan tidak dilakukan secara serentak di sepanjang jalan, melainkan dipusatkan pada titik-titik kritis yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Penentuan lokasi mana yang didahulukan telah dilakukan tim teknis BPJN berdasarkan hasil survei dan pengecekan langsung di lapangan.

“Perbaikannya sistem spot-spot atau titik prioritas, tidak full sepanjang jalan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan,” ujar Harry pada Senin (25/5/2026).

Secara keseluruhan, panjang ruas Jalan Lingkar Timur Kudus yang masuk dalam cakupan penanganan ini mencapai sekitar 14 kilometer. Metode perbaikan yang diterapkan pun disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ada. Jika kerusakan sudah parah, maka akan dilakukan pengecoran beton, sedangkan untuk kerusakan ringan hingga sedang, penanganan cukup dilakukan dengan pelapisan ulang atau pengaspalan.

“Kalau kerusakannya berat akan dilakukan pengecoran, sedangkan yang masih memungkinkan cukup dengan pengaspalan,” katanya.

Proyek ini tergabung dalam satu paket pekerjaan besar yang membentang dari wilayah Kudus hingga ke perbatasan Provinsi Jawa Timur. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp 90 miliar. Namun, dana sebesar itu tidak khusus digunakan untuk wilayah Kudus saja, melainkan terbagi untuk berbagai titik ruas jalan nasional yang ada di dalam satu paket pekerjaan tersebut. Rincian teknis lokasi mana saja yang akan dikerjakan secara mendetail masih menunggu penjadwalan resmi dari pihak BPJN.

“Anggaran total sekitar Rp 90 miliar untuk paket penanganan dari Kudus sampai batas Jawa Timur. Tapi titik pastinya nanti dari BPJN yang menentukan,” jelasnya.

Lebih lanjut Harry menambahkan, proyek strategis ini menggunakan skema pembiayaan jamak tahun atau multiyears. Artinya, proses pengerjaan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran dan tahapan dalam kontrak kerja yang telah disepakati.

Selain Jalan Lingkar Mejobo, sejumlah ruas jalan lain di wilayah Kudus juga mendapatkan perhatian khusus karena kondisinya yang sudah rusak dan mengganggu kenyamanan warga maupun kelancaran distribusi barang. Salah satu titik yang paling sering dikeluhkan pengguna jalan adalah kawasan sekitar Pasar Hewan Kudus. Lokasi ini kerap mengalami kerusakan parah karena dilewati kendaraan berat dengan intensitas yang sangat tinggi.

Pihaknya berharap seluruh rangkaian pekerjaan ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi setiap pengguna jalan, serta menjadi pendorong kelancaran arus transportasi dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

“Harapannya bulan depan sudah mulai berjalan dan masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” pungkas Harry.

(red)