Tag: IPMAFA

  • Fakultas Dakwah IPMAFA Perkuat Kolaborasi dan Bangun Laboratorium Lapangan di Tengah Disrupsi Teknologi dan AI

    Fakultas Dakwah IPMAFA Perkuat Kolaborasi dan Bangun Laboratorium Lapangan di Tengah Disrupsi Teknologi dan AI

    PATI – Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (FDPM) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati terus berupaya mengambil langkah-langkah yang praktis dan urgen dalam menghadapi dinamisnya tantangan zaman.

    Melalui dua program studi, Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), FDPM gencar membangun jaringan dan kolaborasi guna memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen dalam merespons perubahan sosial akibat kemajuan teknologi.

    Kemajuan teknologi yang begitu cepat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan dan disrupsi teknologi, membuat masyarakat berubah dalam berbagai aspek meliputi perilaku sehari-hari, budaya komunikasi dan pola bisnis yang dilakukan masyarakat.

    Perubahan ini tentu berdampak pula pada praktik dakwah dan program pengembangan masyarakat yang selama ini menjadi garapan utama Fakultas Dakwah IPMAFA.

    Dekan FDPM IPMAFA, Isyrokh Fuaidi LLM, mengatakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi zamannya.

    “Kompetisi saat ini bukan lagi pada siapa yang paling banyak memiliki teori, tapi siapa yang paling siap menghadapi berbagai perubahan. Maka, mahasiswa IPMAFA harus punya keterampilan yang sesuai dengan perkembangan kemajuan teknologi dan realitas sosial hari ini!”, tuturnya.

    Menurutnya, tantangan lain seperti kemiskinan, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga persoalan sosial-budaya juga harus menjadi perhatian dalam mendesain program-program di lingkungan Fakultas Dakwah dan Prodi di bawahnya.

    Salah satu langkah konkret yang dilakukan FDPM adalah membangun laboratorium praktik lapangan. Laboratorium ini tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menguji teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga menjadi ajang pelatihan skill dan pengalaman nyata di tengah masyarakat.

    Selain itu, laboratorium ini juga dapat menjadi bagian dari program pengabdian dosen kepada masyarakat yakni sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Agar program berjalan maksimal, FDPM menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati, serta Dinas Sosial Kabupaten Pati.

    Tak hanya itu, beberapa desa dampingan juga terlibat langsung dalam program pengembangan masyarakat. Kolaborasi ini akan terus diperluas dengan menjajaki kemitraan dengan berbagai pihak lain seperti Dispermades Kabupaten Pati dan organisasi berbasis masyarakat lainnya.

    Laboratorium Sosial PMI

    Sejak September 2024, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) melalui Laboratorium Sosialnya (Labsos) telah melakukan program pendampingan desa berbasis Smart Village di beberapa desa.

    Desa yang terlibat antara lain Bakaran Kulon dan Kudukeras di Kecamatan Juwana, Tunahan, Watuaji dan Kelet di Kabupaten Jepara. Program ini tidak hanya dalam digitalisasi desa, tetapi juga terkait penguatan manajemen pemerintahan desa dengan penerapan teknologi smart village.

    Teknologi Smart Village yang dapat diterapkan di desa cukup beragam seperti Sistem Informasi Desa, website desa, sistem administrasi desa, tanda tangan elektornik, pasar online desa, sistem penggalangan dana sosial, sistem tata ruang desa, dan pengembangan teknologi lainnya.

    Dalam hal ini Prodi PMI menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Dispermades Pati, Bapperida Pati, dan Diskominfo Kabupaten Pati dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan dalam teknologi smart village.

    Laboratorium Broadcasting KPI

    Sementara itu, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) juga menjalankan program pendampingan masyarakat sesuai kompetensi dan disiplin keprodiannya yakni media penyiaran (digital broadcasting).

    Saat ini, KPI IPMAFA tengah mendampingi beberapa lembaga yaitu pesantren, Masjid Agung Baitunnur Kabupaten Pati dan Komunitas Jampisawan di Desa Gadingrejo, Juwana. Pendampingan dilakukan dengan memberikan pelatihan multimedia, tatakelola media sosial, produksi konten keislaman, hingga membangun studio penyiaran yang modern.

    Dalam pertemuan santai antara Ta’mir Masjid Baitunnur Pati dengan jajaran Fakultas Dakwah dan Prodi KPI IPMAFA (27/5/2025), keduanya satu ide dan satu misi untuk membangun media informasi berbasis website dan infrastruktur multimedia yang nantinya menjadi sarana penyebaran informasi banyak hal terkait Masjid Baitunnur Pati.

    Tatakelola media yang baik tentu akan berdampak pada kemajuan lembaga dalam pelaksanaan dakwah yang menjadi concern bersama. Harapannya lembaga Masjid dan komunitas memiliki pusat informasi yang aktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

    Dengan makin banyaknya lembaga yang berkolaborasi, FDPM optimis langkah ini akan meningkatkan kualitas lulusan IPMAFA, khusus Prodi PMI yang terkait erat dengan pemberdayaan masyaraat, dan KPI yang concern pada skill broadcasting modern.

    Kolaborasi juga menjadi cara efektif untuk mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan konkrit di lapangan. Dengan demikian, kolaborasi sangat sangat penting agar mahasiswa tidak hanya pintar di kelas, tapi juga siap terjun ke masyarakat.

    (red)

  • Bekali Pengetahuan Keagamaan warga Desa Bajomulyo dengan Kajian Tematik

    Bekali Pengetahuan Keagamaan warga Desa Bajomulyo dengan Kajian Tematik

    PATI – Kelompok 14 Sandyakala Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) desa Bajomulyo, kecamatan Juwana, kabupaten Pati menyelenggarakan Kajian Tematik yang diisi oleh KH. Muhammad Niam Sutaman, Lc., LLM., M.Ph. di Desa Bajomulyo.

    Kegiatan Kajian Tematik ini merupakan salah satu progam kerja bidang sosial keagamaan Kelompok 14 Sandyakala KKN IPMAFA Desa Bajomulyo.

    Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan keagamaan Islam kepada warga desa Bajomulyo dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

    Kegiatan Ngaji Tematik ini diampu oleh KH. Muhammad Niam Sutaman, Lc., LLM., M.Ph. selaku pengasuh Pesantren Virtual dan Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh (LAZISNU) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati periode 2019 – 2023.

    Selama berlangsungnya KKN di Desa Bajomulyo, Ngaji Tematik ini dilaksanakan di tiga tempat. Pertama, di Jamaah Yasinan RT 03 RW 01 dan RT 04 RW 01 Desa Bajomulyo pada hari Kamis malam Jum’at, 29 Agustus 2024 ba’da magrib.

    Kedua, di Jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah Desa Bajomulyo pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Ketiga, di Jamaah Yasin dan Tahlil Nahdlatul Ulama Desa Bajomulyo sekaligus malam rabu wekasan di masjid Baitul Iman Bajomulyo.

    (Red)

  • 45 hari telah usai, KKN 14 Sandyakala IPMAFA adakan Closing Ceremony

    45 hari telah usai, KKN 14 Sandyakala IPMAFA adakan Closing Ceremony

    PATI – Kelompok 14 Sandyakala Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) desa Bajomulyo, kecamatan Juwana, kabupaten Pati menyelenggarakan Closing Ceremony: Malam Perpisahan KKN Sandyakala IPMAFA Desa Bajomulyo pada hari Sabtu, 14 September 2024 di Balai Desa Bajomulyo.

    Setelah terlaksananya lima pilar program kerja yang sudah dirancang oleh Kelompok 14 Sandyakala KKN Pemberdayaan IPMAFA desa Bajomulyo, baik ketika observasi dan penerjunan KKN di desa Bajomulyo dan bermukim disana selama 45 Hari. Telah tiba saatnya penarikan Kelompok KKN IPMAFA dan perpisahan dengan warga desa Bajomulyo.

    Kegiatan ini bertujuan sebagai penutup dari aktivitas Kelompok 14 Sandyakala selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Bajomulyo dan berpamitan kepada segenap pemerintahan dan warga desa Bajomulyo.

    Kegiatan Closing Ceremonya diantara yang pertama, pemaparan hasil progam kerja Kelompok 14 Sandyakala Pemberdayaan IPMAFA selama 45 hari bermukim di desa Bajomulyo.

    Kedua, menanyangkan video design taman desa Bajomulyo yang merupakan salah satu program unggulan dari bidang lingkungan.

    Ketiga, menanyangkan video profil desa Bajomulyo karya Kelompok 14 Sandyakala KKN Pemberdayaan IPMAFA yang berisi karakteristik, sejarah, dan aset yang dimiliki desa Bajomulyo.

    Keempat, menanyangkan video dokumenter Kelompok 14 Sandyakala KKN Pemberdayaan IPMAFA selama 45 hari melaksanakan program kerja dan mengikuti kegiatan di desa Bajomulyo.

    Kelima, penyerahan cinderamata kepada warga desa Bajomulyo yang diwakili oleh Kepala Desa Bajomulyo. Terakhir, sayonara dan musyafahah.

    (Red)

  • Menuju Pengelolaan Keuangan Modern: KKN Sandyakala Berdayakan UMKM di Desa Bajomulyo

    Menuju Pengelolaan Keuangan Modern: KKN Sandyakala Berdayakan UMKM di Desa Bajomulyo

    PATI – Kelompok 14 KKN Sandyakala dari Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, sukses menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan berbasis digital pada Selasa (10/9/2024).

    Program ini dikhususkan untuk membantu para pelaku UMKM di desa tersebut, seperti pengolahan otak-otak bandeng milik Ibu Purwati, pengolahan kerupuk bawang milik Bu Mintol, dan toko kelontong, dalam mengelola keuangan mereka secara lebih efisien dan transparan.

    Para mahasiswa KKN Sandyakala mengenalkan aplikasi pengelolaan keuangan yang memungkinkan pelaku usaha untuk memantau perkembangan keuangan mereka dengan mudah.

    Aplikasi ini memungkinkan mereka untuk mencatat pengeluaran dan pendapatan, sehingga dapat melihat profit keuntungan dan aset yang dimiliki. Dengan demikian, pengelolaan keuangan mereka menjadi lebih stabil dan terstruktur.

    KKN Sandyakala tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung kepada para pelaku UMKM.

    Hal ini diharapkan dapat membantu mereka dalam memahami dan menerapkan aplikasi pengelolaan keuangan secara efektif.

    Para mahasiswa berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di Desa Bajomulyo.

    Mereka berencana untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut setelah program berakhir untuk memastikan bahwa para pelaku UMKM dapat terus memanfaatkan teknologi dalam manajemen keuangan mereka.

    Program KKN ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Diharapkan, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak program serupa di berbagai daerah lainnya.

    (Red)

  • Mahasiswa Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) Pati Raih Kesuksesan dalam Wisuda Tahunan

    Mahasiswa Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) Pati Raih Kesuksesan dalam Wisuda Tahunan

    PATI, Tuturmedia.com – Di tengah sorakan kegembiraan dan kebanggaan, Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) menggelar acara wisuda tahunan mereka yang ke 12 pada hari Sabtu yang lalu. Tepatnya pada 16 Desember 2023, bertempat di Adelia Ballroom Hotel New Merdeka Pati Jawa Tengah.

    Sebanyak 274 mahasiswa dari 7 program studi berhasil menyelesaikan perjalanan akademis mereka dan melangkah maju untuk menerima gelar.

    Acara berlangsung dengan semangat, kebahagiaan, dan harapan baru. Profesor, staf akademis, dan keluarga dengan penuh sukacita menyaksikan mahasiswa mengenakan jubah dan topi wisuda, menerima ijazah mereka sebagai penghargaan atas upaya keras dan dedikasi selama bertahun-tahun.

    Rektor Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA), KH. Abdul Ghaffarozin, M.Ed, dalam pidatonya memberikan candaan kepada para wali wisudawan.

    “Para wali wisudawan yang saya kira hari ini bergembira sekaligus deg-degan, bilamana setelah mensyukuri wisuda para wisudawan ini, kemudian ada tagihan berikutnya yaitu diminta mencarikan jodoh,” ujarnya dengan tersenyum sumpringah.

    Sejumlah lulusan juga menceritakan perjalanan mereka, mengungkapkan perasaan campur aduk antara kegembiraan atas pencapaian mereka dan sedih meninggalkan lingkungan kampus yang sudah menjadi rumah bagi mereka selama beberapa tahun terakhir.

    Wisuda ini juga menjadi bukti komitmen Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) dalam mencetak generasi penerus yang siap bersaing dan mengabdi pada masyarakat.

    Dengan latar belakang pendidikan yang kokoh, Apresiasi ini diberikan dengan tujuan memberikan semangat kepada para wisudawan untuk terus berkarya dan mengembangkan diri.

    Dengan harapan semoga setelah lulus dari sarjana IPMAFA wisudawan dapat terus mengembangkan diri dengan studi lanjut ataupun dengan cara memberikan kontribusi positif dengan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan ummat.

    Semangat, kegembiraan, dan momen haru menjadi bagian dari perayaan luar biasa ini. Selamat kepada semua lulusan Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademis mereka.

    (Ryo)

  • Kisah Nadila Latifatul Ni’mah, Penerima KIP Pemerintah yang Jadi Wisudawan Terbaik IPMAFA Pati

    Kisah Nadila Latifatul Ni’mah, Penerima KIP Pemerintah yang Jadi Wisudawan Terbaik IPMAFA Pati

    Tuturmedia.com, Pati – Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah, baru-baru ini mengadakan upacara wisuda pada tanggal 16 Desember 2023, di mana Nadila Latifatul Ni’mah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dianugerahi sebagai wisudawan terbaik.

    Nadila, yang juga seorang aktivis dan pemerhati pendidikan, menulis skripsi berjudul “Studi Relevansi Lulusan dan Profesi Alumni IPMAFA”, di mana dia meneliti profil profesi alumni dalam rentang 10 tahun.

    Meski tidak memiliki biaya untuk pendidikan, Nadila berhasil meraih IPK 3,84 berkat program KIP Pemerintah.
    “Saya merasa beruntung bisa belajar dan nyantri di kampus yang juga memiliki pesantren, yaitu IPMAFA,” ungkap Nadila.

    Selain belajar, Nadila juga memanfaatkan fasilitas KIP untuk mengembangkan potensinya. Dia menjadi mentor dan memberikan pelatihan bahasa Arab secara online.

    “Malahan diluar ekspektasi karenanya saat mendirikan lembaga ini juga berawal kecintaaan dari bahasa Arab yang saya namai Az- zumala. Peminta les beragam mulai dari mahasiswa, guru bahkan ada yang sudah lulus S2,” tutur Nadila.

    Bukan hanya kuliah, nyantri, mengembangkan usaha jasa di sektor pendidikan Nadila semasa kuliah juga aktif berorganisasi. Gadis kelahiran Tuban Jawa Timur mengaku, dia berperan sebagai mahasiswa di kampus, anak dari orang tua, dan sebagai leader di organisasi.

    “Motivasi saya yaitu keluarga. Bapak dan Ibu dan keluarga yang selalu berdoa. Serta bapak Ibu  Dosen maupun  semangat, dorongan dari diri sendiri untuk harus mencoba banyak hal,” ucapnya.

    “Teman  teman yang saat ini sedang berjuang untuk tetap semangat jangan takut mencoba, kemudian bagi waktu dengan mempertimbangkan prioritas. Kemudian agar kita terus berjuang harus nekat dan bertanggung jawab dengan pilihan yang kita ambil,” imbuhnya.

    (Red)

  • IPMAFA Pati Gelar Wisuda Ke-12, Luluskan 274 Sarjana Santri

    IPMAFA Pati Gelar Wisuda Ke-12, Luluskan 274 Sarjana Santri

    Tuturmedia.com, Pati – Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) baru-baru ini mengadakan upacara wisuda ke-12 di Adelia Ballroom New Merdeka Hotel pada 16 Desember 2023.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan termasuk dari IAIN Kudus, Universitas Safin Pati, STAIP, Rais Syuriah PCNU, ketua dewan yayasan Nurussalam Kajen, Alim Ulama, dan Kodim.

    IPMAFA mewisuda mahasiswa dari berbagai program studi Sarjana, termasuk Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Perbankan Syariah (PS), dan Manajemen Zakat dan Wakaf (Zawa).

    Rektor IPMAFA, K. H. Abdul Ghofarrozin, M.Ed, dalam sambutannya menyatakan bahwa wisuda adalah proses penutupan dan pembukaan proses baru. Ia menekankan pentingnya para wisudawan untuk memainkan peran mereka sebagai kader bangsa dan pesantren.

    “Bersyukurlah, bisa sampai wisuda sebagai bagian membuka milestone untuk menuju kehidupan nyata. Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Kalian akan mengisinya, apakah akan menjadi wasilah Indonesia mendapatkan Rahmah atau sebaliknya. Indonesia akan mendapatkan Rahmah, jadi kalian para wisudawan harus betul betul memainkan perannya sebagai kader bangsa, sebagai kader pesantren sekaligus santri. Dimana kita bertempat kita wajib berkhitmah, ” ungkapnya.

    “Masa lalu kita, kita tilik kepada spion kita, memperbaiki dan mengembangkan masyarakat dimulai dari lingkungan kita dimana kalian berada dan  dibutuhkan. Selamat menghadapi masa depan, selalu istiqomah dan tawadhu serta senantiasa harus berjuang untuk diri dan bangsa,” lanjut dia menambahkan.

    Guna membentuk para sarjana santri yang Shalih Akram, IPMAFA menghadirkan Ibu Sidrotun Naim, dari IPMI International Business School dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, dalam orasinya menekankan pentingnya nilai Shalih Akrom yang diterapkan oleh para wisudawan.

    “Para wisudawan beruntung belajar di IPMAFA yang mendaptkan keilmuan Nilai Dasar Sholih Akrom. Hal luar biasa yang sudah menjadi kebiasan di lingkungan dengan tradisi pesantren. Sholih itu juga manifestasi untuk bangsa dan negara. Akrom berhubungan dengan ketuhanan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Nadila, perwakilan wisudawan dari program studi Pendidikan Bahasa Arab, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada orang tua dan guru-guru yang telah mendampingi mereka selama proses belajar.

    “Wisuda adalah seremoni awal dari kehidupan, ilmu yang kita dapatkan yakinlah akan bermanfaat. Yakinlah setiap kita punya peran dan medan juang masing-masing.  Sebagai alumni kita memiliki kelebihan karena dibekali nilai sholih dasar akrom. Menjadi apapun kita nanti, kita harus tetap memegang nilai pesantren,” tuturnya.

    Dengan wisuda ini, IPMAFA berharap dapat terus membentuk karakter dan menghasilkan sarjana santri yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

    (Red)

  • BPRS Artha Mas Abadi Gandeng UKM Gemawi Kembangkan SiMuda

    BPRS Artha Mas Abadi Gandeng UKM Gemawi Kembangkan SiMuda

    Tuturmedia.com, Pati – BPRS Artha Mas Abadi bekerja sama dengan UKM Gemawi IPMAFA dalam memasarkan produk SiMuda. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi SiMuda di kalangan masyarakat, generasi muda, mahasiswa, dan terutama mahasiswa IPMAFA, Selasa, (31/10/2023).

    SiMuda adalah produk tabungan dari BPRS Artha Mas Abadi yang diperuntukkan bagi masyarakat usia 18-30 tahun. Produk ini menawarkan berbagai fitur menarik,

    seperti kemudahan pembukaan rekening dan ada berbagai promo yang sangat menarik di antaranya ada sepeda gunung, beberapa smartphone, dan juga ada Beasiswa bagi Mahasiswa IPMAFA yang menabung di BPRS Artha Mas Abadi.

    Hunainatul Husniyah, Ketua UKM Gemawi merespon positif kerjasama ini karena hal itu akan berdampak positif dan memberikan manfaat bagi para pelajar khususnya mahasiswa Ipmafa.

    “Kami yakin bahwa produk ini dapat menjadi pilihan yang tepat bagi generasi muda,” tuturnya.

    Dalam kerja sama ini, UKM Gemawi akan menjadi bagian dari partner pemasaran AMA dalam produk SiMuda. Dengan begitu masyarakat dan mahasiswa dapat muddah mendapat informasi lengkap terkait layanan dan manfaat produk SiMuda. Selain itu, UKM Gemawi juga akan memberikan pendampingan dalam membuka rekening SiMuda.

    (Red)

  • Kekeringan dan Krisis Air Semakin Meluas di Pati, Aliansi Mahasiswa Ipmafa Salurkan Air Bersih

    Kekeringan dan Krisis Air Semakin Meluas di Pati, Aliansi Mahasiswa Ipmafa Salurkan Air Bersih

    Tuturmedia.com, Pati – Letak geografis Indonesia menyebabkan belahan bumi dengan iklim tropis basah sangat sensitif terhadap anomali iklim atau El-Nino Southern Oscillation (ENSO). ENSO merupakan pergeseran periodik sistem atmosfer samudra di Pasifik tropis yang berdampak pada cuaca di seluruh dunia. Hal ini yang menyebabkan terjadinya kekeringan apabila kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Equator bagian tengah hingga timur menghangat (El Nino).

    Berdasarkan analisis iklim, 30 tahun terakhir ada pembentukan pola iklim baru yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Hal inilah yang mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Tentu ada beberapa penyebab kekeringan lain seperti adanya penyimpangan iklim, gangguan keseimbangan hidrologis dan kekeringan agronomis.

    Menyikapi hal ini, Aliansi Mahasiswa Ipmafa melakukan aksi cepat tanggap, mereka melakukan penggalangan dana di lingkungan kampus Ipmafa khsusnya dari para mahasiswa. Bekerja sama dengan relawan Kembang Joyo, Aliansi Mahasiswa dikoordinatori oleh A’ida Sufrotus Sofi yang saat ini aktif sebagai ketua Dema Institut.

    Pada hari Kamis, (12/10/2023) pukul 15:30 WIB pengiriman air bersih dilaksanakan di Desa Tondokerto Kecamatan Jakenan Pati. Aksi sosial tersebut diikuti langsung oleh sejumlah aktivis organisasi kemahasiswaan Ipmafa seperti A’ida Sufrotus Sofi (ketua Dema Institut), Hunainatul Husniyah (ketua UKM GEMAWI), Ahmad Faiq Nur (ketua HMPS ZAWA) dan beberapa perwakilan mahasiswa Ipmafa yang lain.

    Cerita Warga Terdampak

    Raut wajah sumringah terpacar dari warga Desa Tondokerto saat melihat tangki air bersih yang datang bersama mahasiswa. Dengan sigap mereka berbondong-bondong membawa ember dan jirigen untuk mengantri dan mengambil air bersih. Ternyata mereka sangat menunggu karena sudah sehari belum mendapat kiriman air bersih.

    Berdasarkan penuturan dari beberapa warga, kekeringan dan kesulitan air bersih sudah melanda sejak bulan Agustus 2023 sampai sekarang. Menurutnya, biasanya mereka mengandalkan air dari sumur rumah setempat tapi saat ini air tersebut tidak layak digunakan untuk kebutuhan minum dan mandi.

    “Air masih keluar air tetapi rasa payau dan asin, kalo air dari sumur itu untuk sekarang kami gunakan memberi minum ternak, membersihkan perabot rumah dan mencuci baju. Sedangkan untuk kebutuhan mandi, memasak dan minum kami dapat dari bantuan penyaluran air bersih. Tapi kadang kalo bantuan air nggak datang kami terpaksa mandi dengan air asin”

    Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga memanfaatkan air yang bersumber dari embung dan mata air di sekitar desa tetapi saat ini semuanya kering. Musim kekeringan seperti ini tentu berdampak pada perekonomian warga. Lahan sawah semuanya tandus dan kering sedangkan mata pencaharian utama dari masyarakat setempat adalah pertanian, perkebunan dan peternakan.

    Uswatun Ni’mah (Mahasiswa IPMAFA)

  • Peringati Haul KH. Mahfudz, KH. Sahal Mahfudz dan Nyai Hj. Nafisah, Sosok Pendiri Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati Jawa Tengah

    Peringati Haul KH. Mahfudz, KH. Sahal Mahfudz dan Nyai Hj. Nafisah, Sosok Pendiri Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati Jawa Tengah

    Tuturmedia.com, Pati – Civitas Akademika dan mahasiswa Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati Jawa Tengah pada Sabtu (07/10/2023) menggelar Haul kepada KH. Mahfudz, KH. Sahal Mahfudz dan Nyai Hj. Nafisah. KH. Mahfudz merupakan seorang kyai, santri yang cerdas dan pejuang yang gigih. Beliau mendirikan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) pada 1912 yang digunakan sebagai majlis untuk belajar ilmu agama. Pendirian Mathali’ul Falah menjadi titik episentrum pendidikan keagamanan melalui kawah candradimuka para santri Nusantara.

    Seiring berjalannya, Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) juga memberikan kelanjutan pendidikan pada tingkat kampus/perguruan tinggi. Sehingga lahir STAIMAFA (Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah) pada 2008 yang saat ini menjadi Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) pada 2015. Kampus yang berinovasi dan bergerak maju untuk mewujudkan Perguruan Tinggi Riset berbasisi Nilai-nilai Pesantren yang didirikan oleh KH. Sahal Mahfudz.

    Dalam memperingati Haul dilakukan Khataman Quran dan Tahlil bersama dosen, karyawan dan mahasiswa di Masjid Jamiah (IPMAFA). Kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin setiap tahun, dan dilakukan dengan khusuk, sebagai wujud serta mendoakan, mengenang dan meneladani pada sosok leluhur sekaligus pelopor yang berkiprah sangat luar biasa terhadap Mathaliul Falah.

    Seluruh hadirin sangat khitmad mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatan ini dipandu oleh direktur pascasarjana IPMAFA Dr. Ali Subkhan.

    “Dalam sambutannya beliau menyampikan,” Acara ini adalah wujud Syukur kita kepada beliau-beliau yang mendirikan Perguruan Islam Mathaliul Falah. Tentunya harus ingat jasa-jasa beliau dengan menggelar haulnya dan mengirimkan doa, sebagai bentuk wujud santri yang sholeh dan sholihah. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kita juga mau mendoakan para sesepuh sesepuh kita,” ucapnya.

    Ziarah di makam KH. Sahal Mahfudz Kajen (Foto: Istimewa)

    Setelah kegiatan dari kampus Jamiah IPMAFA dilanjutkan dengan Ziarah ke maham KH. Sahal Mahfudz dan Nyai Hj. Nafisah. Yang diikuti oleh dosen karyawan juga mahasiswa.

    “Acara dimulai dengan khataman, kemudian dilanjut acara selanjutnya yaitu tahlil dan doa bersama serta Ziarah ke makam Mbah Sahal dan bu nyai Nafisah. Kemudian besuk juga akan ke Ambarawa untuk ziarah ke makam Mbah Mahfudz ayah dari Sahal Mahfudz pendiri IPMAFA, “ tambah Ali Subkhan.

    Syarifatun mahasiswa IPMAFA mengaku senang dan bersyukur bisa turut andil dalam mendoakan para lulur Mathaliul Falah

    “Acara haul atau kelahiran perlu diperingati karena setiap orang pasti ingin moment bahagianya itu dikenang. Entah itu oleh orang banyak atau bahkan dirinya sendiri. Terlebih haul Mbah Mahfudz, Mbah Sahal dan Ibu Nafisah beliau adalah sosok masyhur daerah Kajen Yang sangat disegani banyak orang dengan kisah perjuangan mereka dalam menyebarkan syiar Islam dikajen. Jadi sangat penting untuk kita para generasi z ikut menghormati semua jasa-jasa beliau lewat kiriman doa di acara haul yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya,” ungkapnya.

    Mathali’ul Falah dengan ini menjadi titik kemajuan pendidikan dan kawah candradimuka bagi santri-santri dan masyarakat, tidak hanya di bidang keilmuan keislaman saja tetapi juga dalam pengembangan perekonomian masyarakat Kajen melalui peran inspiratif dan inovatif KH. Sahal Mahfud.

    (Red)