Siapkan Transisi Usia Remaja, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 73 Sosialisasi Kenakalan Remaja untuk Siswa Kelas 6 SD

Demak, Pendidikan35 Dilihat

DEMAK – Sebagai upaya membentengi anak-anak dari risiko pergaulan bebas menjelang usia remaja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 73 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di sekolah dasar (SD) Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, pada Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini secara khusus menyasar para siswa kelas 6 SD yang sebentar lagi akan beranjak memasuki masa remaja awal. Edukasi ini dinilai sangat krusial sebagai fondasi awal agar mereka memiliki pemahaman yang kuat dalam menjaga diri dan memilih pergaulan saat menginjak jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Sekretaris KKN Posko 73, Umi Nur Maziyyah, menyampaikan bahwa anak-anak usia kelas 6 berada pada fase transisi penting. Perubahan fisik, emosional, dan rasa ingin tahu yang tinggi mulai berkembang pesat pada masa peralihan ini.

“Siswa kelas 6 ini sebentar lagi akan melangkah ke dunia remaja. Jika tidak dibekali benteng akhlak dan pemahaman yang cukup sejak sekarang, mereka rentan terpengaruh dampak negatif pergaulan lingkungan luar. Sosialisasi ini bertujuan agar mereka siap menyikapi perubahan usia dengan bijaksana,” ujar Umi.

Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN Posko 73, Adib Murthado Aji. Dalam pemaparannya, Adib menyajikan materi yang telah disesuaikan dengan daya tangkap dan dunia anak-anak, dengan menekankan keterkaitan antara kesehatan fisik, mental, dan lingkungan sosial.

Isu-isu yang diangkat mencakup bentuk-bentuk kenakalan remaja yang sering ditemui sehari-hari, seperti bahaya perundungan (bullying) baik secara fisik maupun verbal, bahaya merokok dan zat adiktif bagi kesehatan tumbuh kembang, serta dampak buruk dari kecanduan gawai (gadget) dan media sosial yang tak terawasi.

“Masa remaja adalah fase perubahan biologis dan psikologis. Jika fisik dan mental tidak dijaga dari perilaku merusak seperti merokok atau kebiasaan buruk lainnya, perkembangan mereka akan terganggu. Kami ingin adik-adik paham bahwa menjaga diri dan pergaulan adalah bagian dari menjaga kesehatan jiwa dan raga,” ujarnya saat menyampaikan materi.

Acara dihidupkan dengan sesi diskusi dan permainan edukatif. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar persoalan sehari-hari dan perubahan yang mulai mereka rasakan menjelang usia remaja.

Muhammad Miftahul Khoir, Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 73 menekankan bahwa peran bimbingan keluarga dan guru sangat dominan dalam mengawal fase transisi ini. Menurutnya, karakter anak di kelas 6 merupakan cerminan pola pergaulan mereka di jenjang selanjutnya.

“Masa peralihan dari anak-anak menuju remaja adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan. Kami berharap adik-adik kelas 6 ini dapat menyalurkan energinya ke hal-hal positif, seperti aktif kegiatan TPQ, olahraga, dan belajar,” tutur Miftah.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Posko 73 berharap para siswa kelas 6 di Desa Karangtowo memiliki bekal mental dan spiritual yang tangguh. Sinergi antara edukasi dini dan pendampingan orang tua diharapkan mampu mencetak generasi muda desa yang berkarakter islami, berprestasi, serta terhindar dari pergaulan negatif.

Penulis: Nurul Hidayatul Karimah