PPK ORMAWA SEC FEB UMK Olah Potensi Desa Japan Jadi Enam Produk Inovatif Berbasis Zero Waste

Kudus125 Dilihat

KUDUS  — Potensi komoditas lokal Desa Japan terus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui program SRIDEWI yang dijalankan Tim PPK ORMAWA SEC FEB UMK 2026. Program tersebut berhasil menghasilkan enam inovasi yang memanfaatkan berbagai komoditas lokal dengan mengedepankan konsep zero waste.

Konsep tersebut diterapkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku, termasuk bagian dari komoditas yang selama ini kurang dimanfaatkan. Melalui pengolahan dan inovasi, bahan-bahan tersebut diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Enam produk yang dihasilkan melalui program tersebut yakni Javo Tea, Avo Coffee, Symelo, Almielo, Alpamelo Bar, dan Pameluxe. Setiap produk dikembangkan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di Desa Japan dan memiliki karakteristik masing-masing.

Javo Tea, misalnya, dibuat dengan memanfaatkan kulit alpukat dan tangkai parijoto. Sementara itu, Avo Coffee mengolah biji alpukat yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Produk lainnya, Symelo, dikembangkan menggunakan daging buah pamelo. Sedangkan Almielo memadukan alpukat dan albedo pamelo sebagai bahan utama dalam pengolahannya.

Inovasi tidak hanya diarahkan pada produk pangan. Alpamelo Bar dikembangkan sebagai produk camilan berbasis komoditas lokal, sedangkan Pameluxe membawa pendekatan zero waste ke ranah material dengan memanfaatkan albedo pamelo sebagai bahan untuk menghasilkan bioleather.

Pengembangan berbagai produk tersebut menunjukkan bahwa komoditas desa memiliki peluang untuk memberikan nilai ekonomi lebih tinggi ketika tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Melalui kreativitas, inovasi, serta pendampingan yang tepat, bahan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih atraktif dan berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas.

Selain menghasilkan produk, program PPK ORMAWA SEC FEB UMK juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Japan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat dalam proses produksi dan pengembangan produk menjadi salah satu aspek penting yang diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, pengembangan produk tidak berhenti ketika rangkaian program selesai, tetapi dapat dilanjutkan menjadi kegiatan usaha yang dikelola secara berkelanjutan.

Melalui SRIDEWI, enam inovasi tersebut diharapkan dapat berkembang lebih jauh dan menjadi bagian dari identitas produk unggulan Desa Japan. Optimalisasi komoditas lokal yang dipadukan dengan inovasi berkelanjutan diharapkan turut memperkuat langkah Desa Japan menuju desa wirausaha yang mandiri, makmur, dan sejahtera.

(red)