DEMAK – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 73 UIN Walisongo Semarang menggelar Festival Anak Sholih di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, pada Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di TPQ Darussalam ini menjadi ajang unjuk kebolehan dan apresiasi atas proses belajar para santri. Adapun cabang perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba adzan, hafalan doa harian, menulis surat pendek, serta hafalan surat pendek.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 73, Muhammad Miftahul Khoir, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter islami sejak dini di Desa Karangtowo.
“Festival ini merupakan komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak agar memiliki karakter yang islami. Kami berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan positif dan menjadi pemantik semangat belajar bagi para santri,” ujar Miftah.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan, Ahmad Iksan Hadi Wibowo, menyampaikan bahwa acara ini juga diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).
“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami ingin memacu semangat anak-anak dalam menimba ilmu agama. Harapannya, perlombaan ini dapat mengasah kemampuan sekaligus memotivasi para santri TPQ Darussalam agar lebih giat belajar,” tambah Iksan.
Apresiasi positif datang dari pihak pengajar TPQ Darussalam. Ustadzah Nunung menyambut baik inisiatif para mahasiswa KKN yang telah menghidupkan suasana pembelajaran agama melalui kompetisi yang edukatif.
“Kegiatannya sangat baik dan bermanfaat. Pesan saya untuk ke depannya, semoga bisa ditingkatkan lagi agar dampaknya terasa lebih luas,” tutur Nunung.

Keseruan acara juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu santri TPQ Darussalam, Akbar Maulana, mengaku senang bisa berpartisipasi meski sempat merasa gugup.
“Lombanya seru dan menyenangkan, tapi tadi masih ada rasa malu-malu, jadi rasa percaya dirinya masih kurang,” ungkap Akbar polos.
Rangkaian acara ditutup dengan pesan dari perwakilan mahasiswa KKN agar para santri terus bersemangat menuntut ilmu dan tumbuh menjadi generasi yang sholih serta sholihah. Hal ini sejalan dengan jargon acara yang diusung, yakni Anak Sholih Kebanggaan Orang Tua, yang menegaskan bahwa kesalehan anak merupakan perhiasan dan kebanggaan tertinggi bagi orang tua.
Penulis: Vina Lestari












