Kompetisi Esai HARDIKNAS DEMA FTIK UIN Walisongo: Panggung Gagasan Kritis Pelajar dan Mahasiswa

Pendidikan30 Dilihat

Semarang — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan Lomba Esai tingkat SMA/sederajat dan perguruan tinggi dalam rangkaian Festival HARDIKNAS 2026. Kompetisi tersebut menjadi salah satu ruang intelektual bagi pelajar dan mahasiswa untuk menuangkan gagasan kritis mengenai persoalan pendidikan melalui karya tulis yang kreatif, argumentatif, dan solutif.

Mengangkat tema besar pendidikan, lomba esai ini mendapat antusias tinggi dari berbagai daerah dan institusi pendidikan. Tercatat sebanyak 18 peserta mengikuti kategori SMA/sederajat dan 53 peserta mengikuti kategori mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya semangat generasi muda dalam membangun budaya literasi dan menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Puncak pengumuman pemenang dilaksanakan dalam acara Semarak Festival HARDIKNAS 2026 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Rabu (6/5/2026). Suasana berlangsung meriah dengan tepuk tangan peserta dan tamu undangan saat nama-nama pemenang diumumkan satu per satu di atas panggung. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyerahan piala, plakat penghargaan, sertifikat, serta uang pembinaan kepada para juara.

Adapun dewan juri lomba terdiri dari tokoh-tokoh yang aktif di bidang literasi dan kepenulisan, yakni Muhamad Syafiq Yunensa, S.Pd., M.Pd. selaku Direktur Penerbit Digdaya Book dan penulis lebih dari 10 buku, Syafni Nur Rakhman, S.Pd. selaku redaktur Penerbit Digdaya Book dan editor lebih dari 90 buku, serta Maldini Faqih, S.H. yang dikenal sebagai peraih juara kompetisi esai dan opini tingkat nasional serta aktif menulis di berbagai media massa.

Penilaian lomba dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama, meliputi kesesuaian tema, kekuatan argumentasi, orisinalitas gagasan, kreativitas, hingga kualitas penulisan. Dalam aspek argumentasi, peserta dinilai dari kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun alur berpikir yang logis, menghadirkan data dan fakta yang relevan, serta menawarkan solusi yang realistis terhadap persoalan pendidikan yang dibahas.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, panitia menetapkan para pemenang kategori SMA/sederajat, yakni Juara 1 Aya Sofia Istiklalea Meidi dari SMA Unggulan Rusd, Juara 2 Nafi’ah Melilea Purwono dari SMA Negeri 1 Kejobong, dan Juara 3 Nauval Bagas Muhamad dari SMA NU Ungaran.

Sementara itu, pada kategori mahasiswa, Juara 1 diraih Nafian Zaky Prasatya dari Universitas Negeri Semarang, Juara 2 Ahmad Bagas Satrio dari Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, dan Juara 3 Abdur Rouf dari UIN Walisongo Semarang.

Salah satu pemenang kategori SMA/sederajat, Nauval, mengaku tidak menyangka dapat meraih juara dalam kompetisi tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena mampu membawa nama baik sekolahnya melalui ajang literasi tingkat perguruan tinggi tersebut.

“Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa mendapatkan juara. Semoga ini bisa membanggakan sekolah saya dan menjadi motivasi untuk terus belajar dan menulis,” ungkapnya.

Ketua Panitia Festival HARDIKNAS 2026, Muqtafa Deka Yunensa, menjelaskan bahwa lomba esai tersebut dihadirkan sebagai ruang intelektual bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, serta solusi atas berbagai persoalan pendidikan melalui tulisan yang sistematis dan ilmiah. Menurutnya, budaya literasi perlu terus diperkuat karena tulisan bukan hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana perubahan sosial yang mampu menjangkau masyarakat luas dan meninggalkan jejak pemikiran yang lebih abadi.

Ia juga menilai bahwa kemampuan berpikir kritis dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital saat ini.