Kenali Kondisi Desa dan Bangun Sinergi, Mahasiswa KKN-MIT Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Pucangrejo

Sosial-Budaya26 Dilihat

Kendal – Sebagai langkah awal pengabdian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) menggelar rangkaian silaturahmi dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Rabu hingga Jumat (22–24/7/2026).

Agenda silaturahmi ini bertujuan untuk membangun kedekatan dengan warga, memahami kondisi sosial dan lingkungan desa secara langsung, sekaligus memohon doa restu demi kelancaran program kerja yang akan dijalankan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN-MIT Pucangrejo, Wafda Azizy , menegaskan bahwa pendekatan persuasif melalui silaturahmi menjadi fondasi utama sebelum melangkah pada program eksekusi.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin mengenal lebih dekat karakteristik masyarakat serta kondisi lingkungan Desa Pucangrejo. Kami berharap mendapatkan restu dan dukungan penuh agar seluruh program kerja berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi warga,” ujar Wafda.

Kunjungan silaturahmi tersebut mencakup jajaran Pemerintah Desa Pucangrejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran pendidik di Madrasah setempat. Dalam setiap tatap muka, mahasiswa memperkenalkan diri, memaparkan fokus pengabdian, serta berdiskusi hangat mengenai potensi desa yang dapat dikembangkan.

Kepala Desa Pucangrejo, Suharno , menyambut hangat kehadiran tim mahasiswa KKN-MIT di wilayahnya. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan inovasi-inovasi segar bagi kemajuan desa.

“Masyarakat sangat antusias dan terbuka menerima kehadiran teman-teman mahasiswa. Kami sangat bersyukur dan berharap ada ide-ide inovatif yang dibawakan untuk mendorong perkembangan Desa Pucangrejo,” tutur Suharno.

Tak hanya dukungan dari pemerintah desa, motivasi spiritual juga mengalir dari tokoh agama setempat. Kyai Khamdi memberikan nasehat mendalam terkait pentingnya melandasi setiap aktivitas dengan rasa syukur dan keikhlasan.

“Memandang kuatnya kondisi ekonomi jangan hanya melihat jenis pekerjaan, tetapi lihatlah keikhlasan dan rasa syukurnya. Manusia harus memiliki rencana dan cita-cita besar. Kebutuhan manusia sejatinya telah dicukupi oleh Allah, tinggal bagaimana kita bersyukur,” pesan Kyai Khamdi.