Inklusivitas Kepemimpinan Dalam Mengatasi Ketimpangan Keadilan Dengan Nilai Nilai Dasar Perjuangan HMI

Artikel, Opini48 Dilihat

TUTURMEDIA.COM – Pembangunan Berkelanjutan Indonesia merupakan salah satu cara bagaimana persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi dapat di atasi. Indikator ekonomi di peroleh dari pendapatan perkapita, pendapatan perkapita yaitu pendapatan yang diterima penduduk negara dalam periode tertentu.

Pendapatan perkapita bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara agar tidak terjadi ketimpangan dan bisa mengatasi keadilan sosial dan ekonomi, baik dari status maupun dari nilai yang di peroleh. Ketimpangan sosial dan ekonomi menjadi salah satu variabel yang terikat, dikarenakan saat ekonomi meningkat maka status akan meningkat dan begitu juga sebaliknya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat akan tetapi belum tentu pembangunan meningkat di karenakan dalam teori ekonomi makro jika pembangunan meningkat maka kesejahteraan meningkat akan tetapi jika pertumbuhan meningkat belum tentu tingkat kesejahteraan atau kemakmuran penduduk meningkat.

Kepemimpinan menjadi salah satu kunci bagaimana jalanya roda perekonomian dan keadilan dalam suatu negara, suatu wilayah atau organisasi. Kepemimpinan profetik nabi muhammad merupakan karakter kepemimpinan yang patut di contoh karena nabi tidak pernah mempunyai niat buruk memperkaya dirinya saat menjadi pemimpin yang mengakibatkan tidak adanya ketimpangan keadilan dalam sosial dan ekonomi dalam periode nabi muhammad SAW.

Pendekatan tauhid dalam kepemimpinan bukan hanya pemberian hak politik tetapi pemberian hak politik di artikan sebagai amanah untuk memperoleh keadilan yang berkesinamnungan untuk mencapai kesetaraan status manusia dan tidak adak ketimpangan penindasan oleh pemimpin.

Jika terjadi ketidakadilan maka hal itu yang berpengaruh dengan pola kepemimpinan yang digunakan oleh pemimpin. apakah pemimpin memerhatikan status status sosial yang ada atau hanya mementingkan status elit yang pada akhirnya membuat kebijakan menguntungkan satu pihak saja.

Umar bin Khattab menepatkan dirinya sebagai sahabat nabi Muhammad dan membantu nabi muhammad saw dalam menegakan keadilan. Ummar bin Khattab menyediakan solusi ketimpangan struktural sekaligus menegakan relevansi etika kepemimpinan untuk perubahan ke modernisasi.

Menjadikam kepemimpinan inklusif berbasis keadilan untuk semua sektor, kebijakan yang di bentuk secara kepeintingan masyarakat baik kelas bawah, menengah, maupun atas. kolaborasi yang harus dilakukan untuk pembagunam berkelanjutan.

Kepemimpinan dalam Himpunan Mahasiswa Islam di mulai dari tingkat komisariat, koorkom, cabang, sampai pengurus besar. Terkadang kepemimpinan dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam tidak selaras dengan tujuan-tujuan yang diharapkan oleh pendiri Himpunan Mahasiswa Islam.

Kepemimpinan yang sering terjadi di dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam terkadang memilii tujuan egosentris yaitu untuk menguntungkan diri sendiri. Tujuan egosentris ini tidak dibenarkan dalam ajaran Nabi Muhammad SAW yang mempunyai sifat kepemimpina profetik dan sifat kepemimpinan pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam yaitu ayahanda Lafran Pane.

Banyaknya Kader menginginkan saat menjadi pemimpin di Himpunan Mahasiswa Islam bisa mendapat keuntungan yaitu dengan banyaknya anggota kader yang dimiliki, sehingga bisa menjadi kekuatan untuk kepentingan egosentrisnya saja.

Kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dan sesuai tujuan yang di harapkan oleh pendiri Himpunan Mahasiswa Islam adalah memiliki kepemimpinan yang tidak menghakimi, tidak memiliki kepentingan egosentris tetapi yang di harapkan yaitu memiliki kepentingan umat, kemaslahatan umat, semata-mata hanya untuk beribadah kepada allah SWT.

Hal ini tidak banyak disadari oleh manusia yang dijadikan dirinya pemimpin dalam suatu organisasi karena manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan keputusan apapun selalu mencari hal yang lebih baik.

Penulis : Dika Dwi Yurita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *