Dishub Kudus Siapkan Program Transportasi Pendidikan Gratis, Akan Diuji Coba Awal Tahun

Kudus58 Dilihat

KUDUS — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus sedang menyusun program layanan transportasi pendidikan gratis guna mendukung akses siswa terhadap kegiatan sekolah, khususnya bagi mereka yang tinggal jauh dan memiliki keterbatasan sarana transportasi. Program ini direncanakan akan diujicobakan pada awal tahun ini dengan skema yang terbatas.

Kepala Dishub Kudus, Mundir, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Mukhlisin menjelaskan bahwa Dishub saat ini memiliki dua unit kendaraan yang sebelumnya belum dapat dioperasionalkan secara terbuka karena belum melalui proses peresmian hukum.

Proses peresmian sempat mengalami penundaan akibat penyesuaian anggaran, namun ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini agar kendaraan tersebut dapat digunakan secara sah.

“Kendaraan ini rencananya memang diperuntukkan membantu dunia pendidikan. Bisa dipakai untuk mendukung kegiatan kesiswaan, seperti pengiriman peserta lomba, kegiatan ekstrakurikuler, maupun aktivitas pendidikan lain,” ujarnya.

Selain untuk kegiatan insidental, Dishub Kudus juga tengah mengkajikan kemungkinan pemanfaatan kendaraan tersebut sebagai sarana antar jemput siswa harian. Program ini akan menyasar siswa yang rumahnya jauh dari sekolah dan tidak memiliki akses transportasi yang memadai.

“Dalam skema awal, layanan akan mencakup subsidi bahan bakar, pengemudi, dan operasional kendaraan secara gratis,” katanya.

Namun demikian, Mukhlisin menegaskan bahwa rencana antar jemput siswa masih berada dalam tahap kajian. Dengan keterbatasan armada yang hanya dua unit dan kapasitas sekitar 20 tempat duduk per kendaraan, Dishub perlu menyusun mekanisme yang matang agar layanan berjalan efektif dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Kita tidak ingin tergesa-gesa. Semua harus dikaji, mulai dari mekanisme, kebutuhan anggaran APBD, hingga respons masyarakat. Rencananya uji coba akan dilakukan selama tiga hingga enam bulan terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Dishub mempertimbangkan wilayah tertentu sebagai lokasi percontohan, salah satunya di Kecamatan Mejobo. Skema yang sedang dibahas meliputi penentuan titik kumpul siswa, jam penjemputan, hingga rute pengantaran ke sekolah-sekolah tujuan seperti SMPN 1, SMPN 2, maupun sekolah lain di sekitarnya.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendata jumlah siswa yang membutuhkan layanan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, peminjaman kendaraan Dishub untuk kepentingan pendidikan sebenarnya telah berjalan selama ini melalui mekanisme surat resmi. Sejumlah sekolah, madrasah, bahkan instansi seperti TNI dan Polri, sering meminjam kendaraan Dishub untuk mendukung kegiatan pengiriman peserta.

Mukhlisin menegaskan bahwa program ini perlu segera diimplementasikan agar dapat dievaluasi secara nyata.

“Kalau tidak kita mulai, selamanya hanya akan menjadi wacana. Dengan action, kita bisa melihat kekurangan dan kelebihannya, lalu dievaluasi,” tegasnya.

Ke depan, jika uji coba berjalan baik dan mendapatkan respons positif dari publik, Dishub Kudus akan mengusulkan agar program transportasi pendidikan gratis ini dapat dilanjutkan dan diperluas untuk satu tahun penuh, bahkan menjangkau wilayah lain di Kabupaten Kudus.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *