Ciptakan Ekosistem Relevan bagi Gen Z, PMII Sukoharjo Dorong Model Kaderisasi Cair

Sosial-Budaya37 Dilihat
Sukoharjo, Bulan September menjadi bulan kaderisasi bagi Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sukoharjo. Hal ini terlihat dari berbagai rangkaian Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di lima rayon di bawah naungan PC PMII Sukoharjo. Rangkaian Mapaba tahun ini mencatat lebih dari 600 kader baru resmi bergabung dalam keluarga besar PMII Sukoharjo.
Lima rayon tersebut meliputi Rayon Sunan Kalijaga, Rayon Sunan Gunung Jati, Rayon Ali Ahmad Baktsir, Rayon Abdurrahman Wahid, dan Rayon Muhammad Hatta yang secara struktural berada di bawah Pengurus Komisariat Raden Mas Said.
Capaian tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah kader yang berhasil dihimpun. Mapaba tahun ini juga menjadi bagian dari upaya PC PMII Sukoharjo untuk mendorong perubahan pola kaderisasi. Setiap rayon diberikan ruang untuk mengembangkan konsep Mapaba sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing, sehingga proses penerimaan anggota tidak berhenti pada kegiatan formal dan administratif semata.
PC PMII Sukoharjo menekankan pentingnya menghadirkan kaderisasi yang fun (menyenangkan), dialogis, dan dekat dengan minat anggota. Karena itu, rangkaian Mapaba di sejumlah rayon tidak hanya diisi dengan materi dan proses pengenalan ke-PMII-an, tetapi juga ruang diskusi serta penampilan dari Lembaga Semi Otonom (LSO) yang ada di masing-masing rayon.
Ketua PC PMII Sukoharjo, Ahmad Riyanto, menyampaikan bahwa 608 kader baru tersebut bukan sekadar angka, melainkan awal dari proses panjang kaderisasi PMII Sukoharjo. “Kami ingin Mapaba menjadi ruang pertama untuk mengenal PMII dengan cara yang lebih cair dan menyenangkan, tanpa kehilangan substansinya,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan PMII sebagai ruang belajar sekaligus ruang berekspresi. Kaderisasi tetap diarahkan untuk membangun pemahaman dan nilai-nilai dasar organisasi, tetapi prosesnya diupayakan tidak kaku, sehingga anggota baru dapat menemukan ruang untuk mengenali minat, potensi, dan lingkungan pergerakannya.
Bagi PC PMII Sukoharjo, keberhasilan Mapaba bukan semata-mata tentang berapa banyak anggota yang berhasil masuk, melainkan bagaimana anggota baru tersebut kemudian dapat menemukan alasan untuk bertumbuh dan mengambil bagian dalam proses kaderisasi berikutnya.
“Konsep kaderisasi fun bukan berarti mengurangi keseriusan. Justru kami ingin kader tetap belajar dan berdiskusi, tetapi dengan suasana yang lebih dekat, kreatif, dan sesuai dengan karakter masing-masing rayon,” ujar Koordinator Kaderisasi PC PMII Sukoharjo, Sahabat Muklis.
Dengan tergabungnya lebih dari 600 kader baru dari lima rayon, PC PMII Sukoharjo berharap proses kaderisasi ke depan tidak hanya bertumpu pada kuantitas, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem organisasi yang lebih terbuka, menyenangkan, kritis, dan relevan dengan karakter generasi muda.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga mereka tetap tumbuh, bergerak, dan menemukan ruangnya di PMII, sekaligus mencapai tujuan organisasi yang telah disematkan sejak 64 tahun silam.

Penulis: Fathan Rizki Efendi, Anggota PC PMII Sukoharjo