DEMA FTIK UIN Walisongo Wujudkan Kolaborasi Antar-PTKIN melalui Tarbiyah Connection Bersama Tujuh DEMA Tarbiyah

Kolom, Pendidikan58 Dilihat

SEMARANG – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK UIN Walisongo Semarang sukses menggelar forum studi banding lintas provinsi guna memperkuat sinergi mahasiswa Fakultas Tarbiyah se-Jawa. Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Poros Pendidikan, Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah” ini berpusat di Gedung Teater ISDB FTIK UIN Walisongo, Kota Semarang Sabtu (6/6/2026).

Strategi forum ini menjadi wadah silaturahim sekaligus konsolidasi gagasan bagi para aktivis organisasi mahasiswa (Ormawa). Pertemuan ini mempertemukan berbagai pimpinan kelembagaan dari perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat.

Berdasarkan data panitia, lebih dari 130 delegasi hadir dalam kegiatan ini. Mereka merupakan perwakilan dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Kudus, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Salatiga, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan UIN Walisongo Semarang selaku tuan rumah.

Acara berharga ini juga dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Bapak Dr. H. Karnadi, M.Pd., Kerja Sama, dan Alumni FTIK UIN Walisongo Semarang. Selain itu, para Ketua DEMA dari seluruh peserta kampus juga ikut mengawali jalannya acara dari awal hingga akhir.

Pembukaan berlangsung secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Totalitas Perjuangan demi membakar semangat pergerakan mahasiswa Tarbiyah.

Dalam Berbagainya, Wakil Dekan III FTIK UIN Walisongo menekankan pentingnya merawat komunikasi antarorganisasi. Langkah ini penting untuk menjaga marwah Fakultas Tarbiyah di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

“Kegiatan semacam ini harus selalu tumbuh untuk menelisik kebutuhan pendidikan saat ini. Oleh karena itu, buatlah gagasan-gagasan konkret untuk menunjang pendidikan yang lebih baik. Jangan hanya berdiam dalam logo instansi belaka,” Ungkap Karnadi hadapan ratusan peserta.

Menteri Luar Negeri DEMA FTIK UIN Walisongo, Sholahuddin Al Ayyubi menegaskan bahwa forum ini bertujuan sebagai ruang refleksi gerakan mahasiswa Tarbiyah.

“Studi progresif bukan sekadar ruang pertemuan biasa, melainkan tempat memperluas cakrawala berpikir. Ketika pengalaman berharga saling dibagikan, di situlah lahir perubahan yang bermakna bagi dunia pendidikan,” ungkap Sholahuddin.

Pertemuan lintas wilayah ini kemudian berakhir pada pukul 16.00 WIB. Melalui forum ini, seluruh delegasi sepakat untuk memperkuat koordinasi berkala demi mengawal isu-isu pendidikan nasional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *