LDII Kudus Usung Gerakan Zero Waste, Perkuat Sinergi dengan Pemkab

Kudus32 Dilihat

KUDUS – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kudus melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Hal itu dalam rangka mempererat silaturahmi pasca-Lebaran sekaligus memperkuat sinergi program ke depan.

‎Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh pembahasan strategis.

‎Ketua DPD LDII Kudus, Muhammad As’ad, menyampaikan bahwa agenda utama pertemuan tersebut bukanlah kegiatan formal, melainkan silaturahmi halal bihalal di bulan Syawal. Meski demikian, momen ini dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

‎“Awalnya kami ingin menghadiri open house, namun karena tidak terlaksana, akhirnya kami mengajukan waktu khusus untuk bersilaturahmi langsung,” ujarnya.

‎Dia juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program pembangunan daerah. Salah satu yang dibahas adalah keberlanjutan kerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang selama ini telah berjalan baik.

‎Selain itu, pertemuan juga menyinggung kondisi global yang berdampak pada kebijakan nasional, termasuk efisiensi energi dan penghematan anggaran. Pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat, salah satunya dengan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak.

‎Di sisi lain, LDII juga memaparkan program internal yang tengah dirintis, yakni gerakan pengelolaan sampah berbasis zero waste. Program ini diawali dari lingkungan internal organisasi, khususnya di area pondok yang kerap menjadi pusat kegiatan.

‎Muhammad As’ad menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah pemilahan sampah, terutama sampah plastik dari botol dan gelas air minum kemasan. LDII mulai menyediakan tempat khusus untuk menampung sampah tersebut agar dapat dikelola dengan lebih baik.

‎“Kami mulai dari hal kecil, seperti memilah sampah plastik. Harapannya nanti bisa berkembang menjadi gerakan yang lebih luas di masyarakat,” jelasnya.

‎Program zero waste ini diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan internal LDII, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

‎Pihaknya juga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, baik di bidang sosial, lingkungan, maupun pembangunan daerah. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kudus secara keseluruhan.

‎Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam arahannya menekankan pentingnya langkah konkret dalam mendukung efisiensi tersebut. Ia bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai beralih ke penggunaan sepeda sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

‎“Ini bukan sekadar simbolis, tapi harus ada dampak nyata terhadap pengurangan konsumsi energi,” pesannya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *