Wamenkes dan DPR RI Pantau Tracing TBC di Grobogan, Edy Wuryanto: Target Akhirnya Nol Kasus

GROBOGAN – Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto, melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan penelusuran kasus atau tracing Tuberkulosis (TBC) yang diselenggarakan di Puskesmas Godong 1, Kabupaten Grobogan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Loka POM Grobogan, Ronald Hatoguan Manik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan pengendalian penyakit TBC yang dijalankan melalui pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Sasaran utama program ini adalah warga yang tinggal serumah maupun memiliki hubungan kontak erat dengan penderita. Seluruh rangkaian layanan tersebut juga terintegrasi dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Wamenkes dan perwakilan DPR RI memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan optimal, mulai dari proses skrining kesehatan hingga pendistribusian obat.

kepada pasien yang membutuhkan. Keduanya juga sepakat bahwa deteksi dini menjadi faktor kunci yang paling penting untuk memutus mata rantai penularan TBC di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetya, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program ini dengan menerapkan sistem penanganan yang intensif, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah dengan penderita.

“Ada 2.488 orang, keluarga besar yang masih satu rumah ikut kita periksa,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tahun ini, cakupan pemeriksaan akan diperluas dengan menargetkan sekitar 9.000 hingga 14.000 orang yang dinilai memiliki risiko tinggi terpapar TBC.

Di sisi lain, Edy Wuryanto menegaskan harapan besarnya agar seluruh upaya yang dilakukan secara terpadu ini mampu menekan angka kasus hingga ke titik terendah.

“Harapannya nanti kasus TBC di Grobogan nol,” ujarnya.

Kehadiran Wamenkes, anggota DPR RI, serta perwakilan instansi terkait seperti Loka POM ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program penanggulangan TBC dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

(adv)