DEMAK – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Negeri 3 Wedung, Kabupaten Demak, berlangsung dengan suasana yang khas dan berbeda dari biasanya.
Terletak di kawasan pesisir yang dikelilingi hutan mangrove, sekolah ini memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai latar sekaligus bagian dari kemeriahan lomba antarkelas.
Rangkaian kegiatan digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai 13 hingga 15 Agustus 2026. Sejak pagi hari, lapangan sekolah dipenuhi siswa yang antusias mengikuti perlombaan maupun memberikan dukungan kepada teman-temannya yang bertanding.
Kepala SMP Negeri 3 Wedung, Heru Rahwiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata dalam menyambut hari kemerdekaan, melainkan sarana menanamkan nilai positif dan mempererat kebersamaan antarsiswa.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Ini menjadi momentum untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan,” kata Heru.
Keunikan perayaan tahun ini tak lepas dari letak geografis sekolah yang berdampingan langsung dengan ekosistem mangrove. Rimbunnya pohon bakau mengelilingi area sekolah dan lokasi perlombaan, menciptakan nuansa pesisir yang kental sekaligus menjadi peneduh alami yang menyejukkan.
Selain memberikan kenyamanan, keberadaan hutan mangrove juga menjadi pengingat bagi siswa untuk menjaga lingkungan. Sekolah berharap peserta didik tak hanya memahami makna kemerdekaan, tetapi juga tumbuh kepedulian terhadap alam sekitar tempat tinggal mereka.
“Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menyiapkan empat jenis perlombaan. Masing-masing lomba dirancang untuk menguji kemampuan fisik, ketangkasan, konsentrasi, dan kekompakan peserta,” bebernya.
Lomba yang digelar meliputi bola voli, estafet air, mancing kerupuk, serta Pasukan Baris Berbaris (PBB). Setiap kelas mengirimkan perwakilan yang bertanding dengan semangat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Salah satu lomba yang paling menarik perhatian adalah PBB dengan tantangan khusus: peserta harus bergerak dengan mata tertutup kain merah.
“Tantangan tersebut membuat peserta harus mengandalkan komunikasi dan kepercayaan terhadap anggota kelompok. Kesalahan dalam memberikan maupun mengikuti instruksi dapat memengaruhi kekompakan tim,” katanya.
Heru berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan sekaligus sarana pendidikan karakter lewat suasana yang menyenangkan.
“Harapannya anak-anak bisa mengambil nilai gotong royong, disiplin, saling percaya, dan cinta tanah air. Di sisi lain, mereka juga semakin peduli terhadap lingkungan mangrove di sekitar sekolah,” ujarnya.
Perayaan HUT RI ke-81 di SMP Negeri 3 Wedung pun menjadi perpaduan istimewa antara semangat kemerdekaan, pembentukan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
(red)







