JAKARTA — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pengawas partisipatif bertajuk Cyber Scouts for Election Integrity, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting ini membekali para kader yang tergabung dalam organisasi Perisai Demokrasi Bangsa dengan keahlian digital dan keamanan siber tingkat tinggi.
Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Bawaslu RI menjaga kualitas demokrasi dari ancaman gangguan informasi, manipulasi informasi (FIMI), dan penyebaran hoaks yang kerap memicu perpecahan di media sosial serta platform digital.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber kredibel: Ahmad Ali Imron dari Bawaslu RI, Abid PH dari Direktorat Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Heni Mulyati dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO).
Para peserta dibekali pemahaman tentang spektrum ancaman digital, pengenalan taktik, teknik, dan prosedur gangguan informasi, hingga langkah pengawasan digital, kontra-narasi, dan simulasi prebunking.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali Imron menyapa secara langsung M. Rikza Hasballa, Ketua Umum Pengurus Nasional Perisai Demokrasi Bangsa, yang hadir dan mengikuti pelatihan dengan aktif. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas partisipasi Rikza beserta seluruh anggota Perisai Demokrasi Bangsa.
Menanggapi hal tersebut, M. Rikza Hasballa menyampaikan apresiasi terhadap program Bawaslu RI.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bawaslu RI yang menghadirkan pelatihan Cyber Scouts ini. Bekal kemampuan digital dan keamanan siber sangat penting bagi anggota Perisai Demokrasi Bangsa agar mampu menjadi benteng demokrasi di ruang publik digital yang semakin kompleks,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu RI berencana menggelar kegiatan lanjutan secara luring diseluruh Provinsi di Indonesia. Tidak hanya itu, akan diselenggarakan pula Lomba Cyber Scouts for Election Integrity untuk mengasah dan menguji keahlian para kader pengawas partisipatifdi lapangan.
Dengan pembekalan siber dan rangkaian kegiatan berjenjang ini, para kader pengawas partisipatif diharapkan mampu menjadi benteng tangguh yang menjaga integritas pemilu, sekaligus memastikan ruang publik digital tetap sehat, aman, dan kondusif.












