DEMAK – Kunjungan pimpinan Wetlands International dari berbagai negara ke Desa Wedung, Kabupaten Demak, disambut dengan pertunjukan tari tradisional oleh murid-murid SMP Negeri 3 Wedung. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan konservasi pesisir yang melibatkan unsur pendidikan dan masyarakat.
Sejumlah siswi SMPN 3 Wedung tampil membawakan tarian tradisional dengan gerakan luwes dan penuh semangat. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi para delegasi internasional, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Kepala SMP Negeri 3 Wedung, Heru Rahwiyanto, menyampaikan bahwa kesempatan tersebut menjadi wadah bagi para murid untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada tamu dari mancanegara.
“Melalui penampilan tari tradisional ini, kami ingin memperkenalkan budaya lokal kepada para tamu sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan kreativitasnya. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, keikutsertaan sekolah dalam program konservasi memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembelajaran mengenai lingkungan perlu diterapkan melalui aktivitas nyata, tidak terbatas pada materi yang disampaikan di ruang kelas.
Kegiatan konservasi tersebut diinisiasi oleh Wetlands International bersama Kelompok Tani Mangrove Onggojoyo Jaya di Desa Wedung. SMP Negeri 3 Wedung menjadi salah satu lokasi kegiatan yang memadukan edukasi pelestarian ekosistem pesisir dengan partisipasi generasi muda.
“Kehadiran pimpinan Wetlands International dari berbagai negara turut memberikan motivasi bagi warga sekolah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Apresiasi terhadap penampilan murid juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah,” tukasnya.
Selain memperkenalkan kesenian daerah, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, khususnya kawasan mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Kerja sama antara Wetlands International, Kelompok Tani Mangrove Onggojoyo Jaya, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mengenai konservasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
“Bahkan juga sekaligus mendorong peran generasi muda dalam menjaga alam,” terangnya.
Perpaduan pertunjukan seni tradisional dan edukasi lingkungan tersebut menjadi upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian kawasan pesisir Demak.
“Harapannya, generasi muda dapat tumbuh menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan agar tetap hijau dan lestari bagi masa depan,” pungkasnya.
(red)












