Tari Lajur Caping Kalo Karya UIN Sunan Kudus Tampil di Panggung Internasional

Kudus61 Dilihat

KUDUS – Kekayaan budaya khas Kabupaten Kudus kembali melangkah ke tingkat dunia. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus mengirimkan delegasi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam ajang 4th Seiba International Festival yang diselenggarakan di Sumatera Barat, pada 8 Juli 2026 lalu.

Dalam kegiatan tersebut, kampus ini mempersembahkan Tari Lajur Caping Kalo sebagai wujud perkenalan seni dan tradisi daerah kepada peserta dari berbagai negara.

Festival ini dihadiri oleh perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, hingga Singapura. Setiap negara dan daerah peserta menampilkan tarian tradisional yang menjadi cerminan identitas serta nilai budaya masing-masing.

UIN Sunan Kudus memilih Tari Lajur Caping Kalo sebagai wadah untuk memperkenalkan warisan budaya Kudus di mata internasional. Tarian ini mengangkat kisah dan kehidupan para perempuan di Kudus zaman dulu, yang kesehariannya tak lepas dari penggunaan Caping Kalo – penutup kepala tradisional yang menjadi ikon budaya setempat.

Gerakan tarian yang dinamis, penuh energi, dan bersemangat ini tidak hanya menyuguhkan keindahan seni, namun juga menyampaikan nilai-nilai kerja keras, kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Penampilan ini dipersembahkan oleh empat mahasiswa UIN Sunan Kudus, yaitu Maghfira Izzani Maulania, Dea Ananda Melya, Karunia Arsyta Rahma, dan Siti Hafifah.

Sebelum tampil, keempat penari menjalani masa latihan yang intensif di bawah bimbingan dosen pembimbing tari, Rakanita Dyah Ayu Kinesti, M.Pd. Pendampingan ini difokuskan demi menyempurnakan teknik gerakan, kekompakan tim, ekspresi penari, hingga pemahaman mendalam mengenai makna di balik setiap gerakan, agar pesan budaya yang dibawa dapat tersampaikan dengan baik kepada dewan juri dan penonton dari berbagai negara.

Wakil Rektor III UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Kisbiyanto menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam festival tingkat internasional ini bukan semata-mata untuk mencari prestasi, melainkan menjadi momen penting untuk memperkenalkan budaya Kudus ke kancah global.

“Kami membawa nama baik UIN Sunan Kudus sekaligus budaya Kabupaten Kudus di ajang internasional. Karena itu kami memberikan fasilitas dan dukungan terbaik kepada para mahasiswa agar dapat tampil maksimal dan meraih prestasi juara,” ujarnya.

Menurut Kisbiyanto, keberhasilan tampil di panggung dunia akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Kudus. Ia berharap Tari Lajur Caping Kalo dapat semakin dikenal luas dan menjadi salah satu ikon seni budaya yang mewakili daerah tersebut.

“Harapan kami, budaya Kudus semakin mendunia. Selama ini orang mengenal Kudus karena Sunan Kudus dan Sunan Muria, tetapi kami juga ingin masyarakat internasional mengetahui bahwa Kudus memiliki kekayaan seni dan budaya yang patut dibanggakan,” katanya.

Partisipasi UIN Sunan Kudus dalam 4th Seiba International Festival ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam upaya melestarikan budaya lokal melalui peran generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi seni, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang pertukaran dan pengenalan budaya antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Dengan kegiatan ini, pihak kampus berharap budaya lokal tidak hanya tetap lestari di daerah asalnya, namun juga mendapatkan pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *