Tag: UMKM

  • HIPKA dan P2N Demak Gandeng Berbagai Pihak Kembangkan Bisnis Gen Z dan UMKM Kreatif

    HIPKA dan P2N Demak Gandeng Berbagai Pihak Kembangkan Bisnis Gen Z dan UMKM Kreatif

    DEMAK – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Demak bersama Pengusaha Profesional Nahdliyin (P2N) Demak berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat jaringan bisnis dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.

    Ketua HIPKA dan P2N Demak, Shodiqin, menyampaikan kolaborasi ini dalam acara Ngopi Bareng bersama pengurus, anggota, dan mitra di RJ Resto, Desa Blambangan Tembiring, Kabupaten Demak. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro untuk menampilkan kreativitas dan memperluas jaringan pasar.

    “Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti di satu wilayah, tapi menjadi langkah bersama untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Shodiqin, Selasa (21/10/2025).

    Shodiqin menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor memungkinkan UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat domestik maupun internasional.

    “Dengan bekerja sama, UMKM bisa berbagi fasilitas produksi, strategi pemasaran, hingga sistem digitalisasi bisnis. Ini membuka peluang baru agar mereka bisa bersaing di era modern,” tambahnya.

    HIPKA dan P2N Demak juga memaparkan sejumlah program hasil kolaborasi yang siap dijalankan, seperti aplikasi Cuanlink, SnapBoost, mesin Hydrowater, serta bisnis Imanara Skincare.

    “Manfaat kolaborasi ini tidak hanya dirasakan oleh anggota HIPKA dan P2N, tetapi juga masyarakat luas. Jika semakin banyak pihak terlibat, hasilnya akan lebih besar dan berdampak positif bagi ekonomi daerah,” tuturnya.

    Shodiqin menutup kegiatan dengan menekankan pentingnya kerja keras dan semangat gotong royong.

    “Dengan kolaborasi, kerja keras, dan dukungan semua pihak, kami optimistis perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Demak, akan semakin kuat dan berdaya saing,” katanya.

    Sementara itu, Ketua P2N Jawa Tengah, Fadel, mengapresiasi langkah HIPKA dan P2N Demak.

    “Kami dorong agar gerakan ekonomi kreatif ini menjadi gerakan bersama se-Jawa Tengah. Potensi generasi muda luar biasa besar, tinggal diarahkan dengan kolaborasi dan jejaring yang tepat,” ungkapnya.

    Ketua KAHMI Demak, Ahmad Supriyadi, juga menegaskan pentingnya penguatan jejaring antar organisasi.

    “Kita ingin melihat Demak bukan hanya dikenal sebagai kota religius, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang digerakkan oleh anak muda dan UMKM lokal,” pungkasnya.

    (Red)

  • Produk Mangrove Inovatif dan Olahan Jambu Jadi Primadona di Festival UMKM Demak

    Produk Mangrove Inovatif dan Olahan Jambu Jadi Primadona di Festival UMKM Demak

    ‎DEMAK – Festival UMKM yang digelar di Kabupaten Demak menjadi ajang promosi beragam produk lokal unggulan. Salah satunya adalah stan Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Demak yang membawa berbagai produk khas dari pesisir hingga pedalaman, termasuk olahan mangrove yang menarik perhatian pengunjung.

    ‎Ketua HIPKA Demak, Sodiq, menjelaskan bahwa produk mangrove menjadi salah satu daya tarik utama di pameran ini.

    ‎“Mangrove itu kan tumbuh di pinggir pantai. Kami olah menjadi sirup dan keripik. Ini unik karena tidak banyak orang tahu bahwa mangrove bisa diolah menjadi makanan dan minuman yang lezat,” ujarnya, belum lama ini.

    ‎Selain mangrove, HIPKA juga memamerkan berbagai olahan khas Demak, seperti manisan jambu, sirup jambu merah, sirup belimbing, serta jenang berbahan dasar buah lokal. Produk-produk ini dikemas dengan rapi dan siap bersaing di pasar

    ‎Dari wilayah Mranggen, HIPKA membawa aneka keripik seperti keripik kacang tanah, kedelai, kacang kolong, dan kacang hijau. Ada pula sale pisang dari Wonosalam yang tak kalah diminati.

    ‎Menurutnya, hampir seluruh pengurus HIPKA yang berjumlah 32 orang adalah pelaku usaha, meski jenis usahanya beragam mulai dari jasa transportasi, pariwisata, hingga produk UMKM.

    ‎Produk-produk makanan ini, kata Sodiq, menjadi favorit pengunjung. Dan mereka, kebanyakan penasaran dengan keripik mangrove dan manisan jambu karena unik.

    ‎”Mangrove identik dengan tanaman pantai, tapi ternyata bisa diolah menjadi panganan lezat dan sehat. Begitu juga jambu, biasanya dimakan langsung, tapi di sini diolah jadi manisan atau sirup,” jelasnya.

    ‎Untuk harga, HIPKA menawarkan produk dengan kisaran terjangkau. Keripik mangrove kemasan kecil dibanderol Rp7.500, ukuran besar Rp12.500, stik mangrove Rp7.500, dan sirup mangrove Rp25.000. Ladu Demak dijual Rp20.000, manisan jambu Rp30.000, sedangkan sirup jambu atau belimbing dibanderol Rp18.000.

    ‎Dalam pemasaran, produk HIPKA sudah merambah pasar tradisional di wilayah Semarang, perbatasan Demak, serta sejumlah toko di Sayung. Meski begitu, produk mangrove masih relatif baru dan lebih banyak dikenal di lokasi wisata religi seperti Makam Sunan Kalijaga.

    ‎”Kalau untuk saat ini, pengiriman produk masih terbatas di wilayah Demak,” katanya.

    ‎Sodiq berharap keikutsertaan HIPKA dalam festival ini dapat menjadi batu loncatan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.

    ‎“Mudah-mudahan dari pameran ini produk kami semakin dikenal, permintaan meningkat, dan pasar semakin luas. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Demak punya potensi besar,” ujarnya.

    ‎Ia juga berharap festival UMKM di tahun-tahun mendatang dapat digelar lebih meriah dengan partisipasi yang lebih luas.

    ‎“Semoga makin banyak pengunjung dan semakin banyak pelaku UMKM yang bergabung, sehingga ekonomi lokal bisa tumbuh bersama,” pungkasnya.

    (red)

    ‎

  • Perluas Pasar, Mahasiswa KKN Unisnu Beri Pendampingan Digitalisasi UMKM

    Perluas Pasar, Mahasiswa KKN Unisnu Beri Pendampingan Digitalisasi UMKM

    JEPARA – Digitalisasi UMKM menjadi salah satu modal penting pelaku usaha untuk bisa naik kelas dan memperluas sektor pasar.

    Upaya ini diharapkan dapat mendongkrak pelaku UMKM di Jepara supaya lebih berdaya dan dikenal masyarakat.

    Hal itu yang melatarbelakangi mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar pelatihan digitalisasi UMKM khususnya konveksi lokal di Desa Manyargading, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara

    Ketua Kelompok KKN Individu I Unisnu Jepara, Riqi Ainun mengatakan selama ini banyak pelaku usaha konveksi yang masih belum melek digital.

    “Banyak yang masih minim penggunaan teknologi dalam pemasaran sehingga kurang dilirik luar,” kata Riqi, Senin (4/8/2025).

    Menurutnya, digitalisasi UMKM sangat penting untuk mendukung promosi dan pengembangan pasar. Dia mencontohkan, pelaku usaha bisa melakukan rebranding logi yang lebih menarik dan memperbanyak promosi di pasar digital.

    “Seperti marketplace, shopee, Tokopedia dan promosi live tiktok bisa membantu penjualan produk mereka,” terangnya.

    Kegiatan tersebut dilakukan dengan pemberian pendampingan serta membantu rebranding merek sebagai strategi pemasaran produk.

    Di samping itu, pihaknya juga memberikan pendampingan terkait manajemen usaha sederhana, meliputi pencatatan penjualan harian, pengelolaan stok barang, serta cara membuat konten promosi yang menarik dan konsisten.

    Dia berharap program ini bisa sedikit membantu peningkatan penjualan produk serta mengembangkan bisnis konveksi di Desa Manyargading ke pasar digital.

    “Harapannya, dengan logo yang lebih menarik dan promosi di medsos bisa meningkatkan kepercayaan konsumen,” harapnya.

    Kegiatan tersebut pun mendapat respons antusias dari pelaku usaha konveksi lokal Fitri Collection. Ia merasa terbantu dan termotivasi untuk mengembangkan toko online dan memperbaiki cara pemasaran produk bisnisnya.

    “Misalnya logo produk celana nanti dibantu membuat desain baru yang lebih menarik,” ujar Yusuf, pemilik usaha Fitri Collection.

    (Red)

  • Maksimalkan Potensi UMKM, Mahasiswa KKN 137 Kolaborasi Dosen Luncurkan Peta UMKM

    Maksimalkan Potensi UMKM, Mahasiswa KKN 137 Kolaborasi Dosen Luncurkan Peta UMKM

    GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN-MB) 137 IAIN Kudus berkolaborasi dengan dosen Sufiana Noor, M. M., membuat peta UMKM.

    Sufiana Noor, M. M. menyampaikan tujuan dibuatnya peta UMKM tersebut.

    “Tujuan utama dari program pemetaan UMKM di Desa Sukorejo adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di desa ini. Selain itu, pemetaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara UMKM dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan, pemerintah desa, dan dinas terkait yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat, ” tambahnya.

    Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBI) IAIN Kudus menyampaikan harapannya terkait peta UMKM tersebut.

    “Harapan kami dengan pemetaan UMKM ini adalah agar semua potensi usaha yang ada di Desa Sukorejo dapat teridentifikasi dan diberdayakan secara optimal. Dengan demikian, kami berharap UMKM di desa ini bisa lebih melakukan inovasi, dan dapat mendorong pertumbuhan UMKM di Desa Sukorejo,” imbuhnya.

    Sementara itu, Risalatul Amalia selaku Mahasiswi KKN 137 IAIN Kudus menyampaikan proses terbentuknya peta UMKM tersebut.

    “Hal pertama yang dilakukan tentunya pendataan UMKM masing-masing dusun. Setelah didapatkan hasilnya, langkah selanjutnya yang dilakukan yakni meminta data peta ke baldes Sukorejo. Langkah terakhir yakni pembuatan petanya dan proses pencetakan, ” tambah Mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah.

    Risa juga menyampaikan pentingnya kerja sama tim dalam proses pembuatan peta UMKM ini.

    “Dalam hal ini tentunya tidak terlepas dari kerjasama tim yang baik mulai dari pendataan data di lapangan hingga proses pencetakan peta, ” imbuhnya.

    Sriyono, selaku Kepala Desa Sukorejo mengapresiasi peta UMKM yang sudah diliris.

    “Sangat bagus dan berguna untuk Desa Sukorejo, bisa memetakan UMKM yang ada dan mungkin kedepannya bisa memajukannya, ” tambahnya.

    (Ella)

  • Bangun Ekonomi Desa Jepang melalui Pasar Tokiyo

    Bangun Ekonomi Desa Jepang melalui Pasar Tokiyo

    KUDUS – Pemerintah Desa (Pemdes) Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus berencana ingin memperkuat ekonomi desa melalui berbagai kegiatan di Pasar Desa Tokiyo Jepang selama 24 jam. Seperti, kegiatan live musik akustik dan beragam Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah tersedia.

    Kepala Desa Jepang, Indarto mengatakan, untuk fasilitas yang disediakan di pasar hampir komplit. Sekarang, para pedagang Pasar Tokiyo tak hanya beraktivitas jual beli di pagi hari. Tetapi, ada pula saat malam hari yang memanfaatkan halaman depan untuk UMKM.

    “UMKM tersebut beragam. Diantaranya, konveksi, sepatu, dan kuliner serta area permainan anak,” ungkapnya kemarin.

    Sehingga harapan kedepan, Pemdes Jepang secara bertahap mendorong bagaimana program Kudus 24 jam yang pernah di wacanakan oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus dapat terealisasikan. Bahkan, Pasar Desa Jepang diharapkan mampu sebagai titik awal untuk program 24 jam.

    “Jadi disitu selama 24 jam harapan saya ada kegiatan-kegiatan. Utamanya kegiatan yang menyangkut ekonomi tingkat desa,” bebernya.

    Lebih lanjut, beberapa waktu lalu juga di Pasar Desa Jepang ada hiburan berupa live musik akustik. Hal itu bertujuan untuk memancing masyarakat luar agar mau berkunjung ke Desa Jepang . Sehingga, nantinya tercipta Jepang 24 jam yang meliputi warung-warung kecil dan UMKM.

    “Nantinya mereka jualan sampai pagi dengan disusul aktivitas pasar. Tujuannya agar tak menjadi pasar mati. Biar ekonomi hidup terus,” pungkasnya.

    (Ahm)

  • Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Jepangpakis melalui Ketahanan Pangan

    Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Jepangpakis melalui Ketahanan Pangan

    KUDUS – Pemerintah Desa (Pemdes) Jepangpakis, Kecamatan Jati terus berupaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya melalui berbagai cara. Salah satunya pembuatan Ketahanan Pangan dengan mengandalkan produk yang dihasilkan dari para petani maupun para Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni mengatakan, pembuatan kios di sekitar lapangan bola 2024 ini anggarannya bersumber dari dana desa sebesar 20 persen yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Hal itu menjadi sarana peningkatan ekonomi dan pemasaran produk masyarakat yang dihasilkan dari petani.

    “Makanya untuk ketahanan pangan kita fokus untuk peningkatan ekonomi masyarakat salah satunya pembuatan kios. Disamping itu kita berfikir untuk estetika kedepan bagaimana wajah Jepangpakis semakin tertata,” ungkapnya, kemarin.

    Pada 2024 mendatang Desa Jepangpakis juga mendapatkan bantuan anggaran dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk penerangan lampu di area lapangan bola. Dengan begitu, pihaknya sudah membuat proposal Bantuan Keuangan (bankeu) untuk realisasi kegiatan pada 2025 mendatang .

    “Insyaallah tahun 2025 juga nanti dapat bantuan dana dari dewan untuk penerangan lapangan. Sudah kita buat proposal untuk bankeunya yang merupakan kegiatan 2025 maksimal tanggal 5 sudah masuk,” tukasnya.

    Dengan demikian, pada 2025 nantinya sudah terbangun kios-kios dan dilengkapi penerangan lampu. Sehingga, nantinya dapat bermanfaat untuk masyarakat Desa Jepangpakis yang ingin menggunakannya sebagai sarana olahraga. Bisa juga di sewakan untuk kegiatan olahraga malam hari.

    “Pengalaman di desa lain yang ada lampunya di lapangan, itu disewakan untuk satu permainan dengan nominal Rp 600-800 ribu. Itu bisa menambah masukan desa. Ya semoga bisa terlaksana apa yang telah dicita-citakan,” katanya.

    Dirinya berharap, masyarakat Desa Jepangpakis bisa semakin sejahtera, dan warganya tambah maju. Serta bidang olahraganya semakin maju.

    (Adam)

  • SMP Masehi Kudus Rayakan HUT ke-69 dengan Memamerkan Kurikulum P5 dan UMKM

    SMP Masehi Kudus Rayakan HUT ke-69 dengan Memamerkan Kurikulum P5 dan UMKM

    Tuturmedia.com, Kudus – Yayasan Bina Pelayanan Masehi Kudus dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun SMP Masehi Kudus ke-69 menyelenggarakan serangkaian kegiatan perlombaan serta mengundang puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama empat hari di SMP Masehi Kudus. Acara ini berlangsung dari Kamis hingga Minggu (04-08/10/2023) menjadi momen untuk memamerkan kurikulum P5 di SMP Masehi Kudus, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

    Sektetaris Eksekutif Yayasan Bina Pelayanan Masehi sekaligus ketua panitia, Rudy Sugianto mengatakan, Yayasan ini didirikan bermula dari sekolah rakyat (SR) pada 1 agustus 1954.

    Acara tersebut terangkum dalam tema “Be The Light” yang memiliki kepanjangan dari Love (penuh kasih), Intelligent (cerdas), Gritty (gigih), Humble (rendah hati), Trustworthy (terpercaya).

    “Harapannya seluruh anak dari Paud, SD, SMP, dan SMA saat lulus dari sini mereka sudah memiliki bekal 5 karakter inti itu yang memiliki arti jadilah terang,” terangnya pada Jumat (6/10/2023)

    Ia menjelaskan, terdapat berbagai kegiatan positif seperti donor darah, seminar, workshop siswa SMP-SMA, parenting orang tua siswa Paud dan SD, Lomba mewarnai, gerak dan lagu, menggambar poster, olimpiade (IPA,MTK dan Inggris), lomba cerdas cermat, solo song, band hingga story telling.

    “Sementara terdapat bentuk kegiatan lain seperti jalan santai, penampilan siswa, gereja di panggung, tenant edu fair dari 12 mitra universitas se Jateng serta 55 bazar dan UMKM dari berbagai elemen dihadirkan untuk meramaikan HUT Masehi,” paparnya.

    Lebih lanjut, Sugianto menyebut kegiatan yang digelar secara bersamaan ini akan ditargetkan untuk terus digelar secara rutin tiap tahunnya.

    “Dengan menyatukan seluruh elemen secara serentak dari Paud hingga SMA Masehi ini, diharapkan lebih masuk pada sasaran yaitu memproyeksikan gelar karya para siswa sesuai dengan target kurikulum pendidikan karakter anak,” tandasnya.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN-IK Kelompok 108 Adakan Pelatihan Pemasaran UMKM Berbasis Digital WhatsApp Business

    Mahasiswa KKN-IK Kelompok 108 Adakan Pelatihan Pemasaran UMKM Berbasis Digital WhatsApp Business

    Tuturmedia.com, Blora – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Kudus kelompok 108 mengadakan pelatihan pemasaran yang ditunjukkan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbasis WhatsApp Business di desa Ketileng, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang bertujuan membantu para pegiat UMKM dalam memasarkan produk yang lebih mudah dengan cara kekinian.

    Pelatihan yang bertempat di Balai desa Ketileng ini dihadiri oleh para pegiat UMKM Desa Ketileng dari berbagai dukuh, seperti Dukuh Gendang, Patihan, Genangan, Kutukan dan Jambangan dari mulai pukul 09.00-11.00 WIB yang dihadiri oleh para pegiat UMKM desa Ketileng hingga sekretariat desa.

    Muh Sifaudin, selaku anggota KKN sekaligus pembicara dalam pelatihan ini percaya jika materi yang disampaikan pada pegiat UMKM sangat penting bagi perkembangan usaha mereka ke depannya dan ia yakin jika sosialiasi ini sangat berguna khususnya bagi masyarakat dalam menambah wawasan dan pengetahuan mengenai metode pemasaran.

    “Para orang tua sering menuntut anak-anaknya untuk mencari pekerjaan, tetapi jarang dari mereka yang mengajarkan anak-anaknya untuk melamar pekerjaan. Begitupun banyak dari kita yang berani memulai mendirikan usaha, tapi jarang dari kita yang melek bagaimana cara memasarkan produk kita agar terjual dengan lebih efektif,” ujarnya, Selasa (26/09/2023).

    Nanik, selaku salah satu pegiat UMKM catering dukuh Kutukan mengaku jika pelatihan yang dilakukan oleh Mahasiswa kelompok KKN 108 di Desa Ketileng sangat membantu dirinya dalam memasarkan produk dan pembukuan yang lebih rapi.

    “Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan WhatsApp Business karena ini dapat memudahkan orang yang bertanya, membeli, mengenali produk hingga melakukan pembukuan yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan,” ungkapnya.

    (Red)

  • Pentingnya Digital Marketing untuk UMKM: Strategi, Jenis, dan Keunggulan

    Pentingnya Digital Marketing untuk UMKM: Strategi, Jenis, dan Keunggulan

    Tuturmedia.com – Di era digital yang dipenuhi dengan penggunaan internet yang semakin tinggi dan keberadaan smartphone di kehidupan sehari-hari, digital marketing telah mengalami perkembangan yang pesat.

    Namun, sayangnya, sebagian pelaku bisnis, terutama usaha mikro dan menengah (UMKM), belum menyadari betapa pentingnya digital marketing di zaman sekarang ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep digital marketing, termasuk strategi dan jenis-jenisnya.

    Digital marketing adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada pemasaran produk atau jasa menggunakan teknologi digital. Tujuan dari digital marketing adalah mempromosikan merek dan meningkatkan penjualan.

    Secara prinsip, digital marketing tidak berbeda jauh dengan pemasaran konvensional, hanya saja digital marketing menggunakan media online sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan pemasaran.

    Strategi Digital Marketing

    Untuk mencapai keberhasilan dalam digital marketing, strategi yang tepat sangatlah penting agar target yang diharapkan dapat tercapai dengan tepat sasaran.

    Oleh karena itu, dalam menerapkan strategi digital marketing, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan agar strategi dapat diimplementasikan secara efektif.

    1. Memahami jenis bisnis yang dijalankan

    Sebagai seorang pelaku bisnis, penting untuk memahami apakah jenis bisnis yang dijalankan cocok untuk dipasarkan secara digital.

    Selain itu, perlu dipertimbangkan apakah pemilik bisnis memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menjalankan digital marketing.

    2. Mengetahui kompetitor/pesaing

    Seorang pelaku bisnis harus mengetahui siapa pesaing utama dalam industri bisnisnya. Dengan mengetahui pesaing, pelaku bisnis dapat melakukan riset dan menganalisis pesaing untuk merumuskan strategi yang tepat dalam melakukan penetrasi pasar.

    3. Mengetahui pelanggan bisnis

    Mengetahui profil dan preferensi pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi pelaku bisnis. Pertanyaan seperti siapa yang menjadi target pelanggan, apa yang diinginkan oleh pelanggan, dan apakah mayoritas pelanggan dapat dijangkau melalui digital marketing perlu dipahami dengan baik.

    4. Mengetahui tujuan bisnis

    Pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin dicapai oleh bisnis mereka. Hal ini penting untuk menentukan arah dan fokus pemasaran digital agar bisnis dapat berkembang dengan baik.

    5. Melakukan evaluasi

    Salah satu keuntungan dari digital marketing adalah kemampuannya untuk mengukur hasil kampanye dengan akurat. Pelaku bisnis dapat melacak dan membandingkan kemajuan yang telah dicapai.

    Apakah hasilnya sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan? Jika belum, pelaku bisnis dapat mengukur, mengubah, dan memperbaikinya, karena digital marketing merupakan proses yang berkelanjutan dan berulang.

    Jenis Digital Marketing

    Selain itu, terdapat beberapa jenis digital marketing, antara lain:

    1. Website

    Menggunakan website sebagai media digital marketing memiliki beberapa kelebihan, seperti kemudahan akses yang tersedia 24 jam dan penyediaan informasi yang valid kepada pelanggan yang ingin mengetahui tentang produk atau jasa yang ditawarkan.

    2. Sosial Media Marketing

    Sosial media digunakan sebagai platform pemasaran. Kemunculan media sosial telah mengubah paradigma pemasaran dari model “push” seperti pada toko online menjadi model interaksi seperti yang dilakukan dalam promosi secara langsung di media sosial.

    Keunggulan Digital Marketing

    Digital marketing memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

    1. Efisiensi waktu dan biaya pemasaran, karena melalui media digital, pemasaran tidak terbatas pada wilayah dan waktu tertentu.

    2. Peluang untuk melakukan penetrasi pasar dan mencapai jangkauan pasar yang lebih luas.

    3. Konten yang menarik minat pelanggan, karena sebagian besar digital marketing dilakukan dengan membuat konten-konten yang menarik.

    4. Audiens yang tidak terbatas, dengan digital marketing, pelanggan dari berbagai daerah dapat mengakses website atau media sosial sebuah bisnis.

    Dalam era digital ini, digital marketing bukanlah hal yang boleh diabaikan. Pelaku bisnis, terutama UMKM, harus menyadari pentingnya digital marketing dan menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kehadiran dan kesuksesan bisnis mereka di dunia digital.

    Pengirim: Shofiyullah