Tag: Pilkada

  • PDIP Kudus Didatangi Pengusaha Usai Perpanjang Pendaftaran Pilkada 2024

    PDIP Kudus Didatangi Pengusaha Usai Perpanjang Pendaftaran Pilkada 2024

    KUDUS – DPC PDIP Kabupaten Kudus sebenarnya telah menutup penyerahan berkas pendaftaran Calon Bupati (Cabup) maupun Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kudus pada (18/5/2024) kemarin.

    Namun karena alasan tertentu, partai berlambang banteng tersebut memperpanjang pendaftaran hingga (28/5/2024).

    Ketua Pendaftaran Penjaringan PDIP Kudus, Aris Suliyono mengatakan, sebanyak lima orang yang telah melakukan pengembalian berkas pendaftaran ke partai yang berdiri pada (1/2/1999) tersebut.

    Diantaranya ada Masan yang juga seorang kader banteng, kader Gerindra Sandung Hidayat, Sam’ani Bellinda, dan Imam Baiquni.

    “Untuk Imam Baiquni itu seorang pengusaha muda di bidang pendidikan dan kesehatan. Nah, dari lima orang itu, dua diantaranya mencalonkan diri sebagai cawabup seperti Pak Sandung dan Bu Bellinda. Sedangkan yang lain mendaftar sebagai calon bupati,” ungkapnya, kemarin.

    Kemudian, saat disinggung tentang alasan PDIP Kudus memperpanjang masa pendaftaran, dirinya menjelaskan bahwa hal itu dilakukan sembari menunggu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP. Yang berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada pekan kemarin.

    “Sambil menunggu anggota DPC yang ke Jakarta, pendaftaran masih di buka hingga Rakernas selesai. Ditambah menunggu arahan di Rakernas. Jadi penutupan pendaftaran cabup cawabup Kudus secara resmi besok tanggal 28 Mei 2024,” terangnya.

    Sementara itu, Calon Bupati Kudus, Imam Baiquni mengaku bersyukur kepada DPC PDIP Kudus setelah diberikan kesempatan bisa mendaftar dan mengembalikan berkas penjaringan cabup kemarin. Beberapa waktu lalu juga sudah melakukan silahturahmi dan komunikasi dengan partai lain.

    “Alhamdulillah saya kan dari kemarin silahturahmi ke semua partai. Kemarin diberi kesempatan PDIP untuk mendaftar dan mengembalikan berkas. Jadi hasil ini bersilahturahmi ke semua elemen partai,” tukasnya.

    Selain itu, ia juga tak memilih-milih kendaraan politiknya dalam mendaftarkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Semua partai di Kota Kretek akan dirangkul dan digandeng untuk membangun Kudus.

    “Sebelumnya ada komunikasi dengan DPC PDIP. Akhirnya kita ngobrol visi misi nyambung inilah hasil buah komunikasi yang baik,” pungkasnya.

    (Adm)

  • Pemilik Rumah Sakit Kumala Siwi Siap Bertarung di Pilkada 2024

    Pemilik Rumah Sakit Kumala Siwi Siap Bertarung di Pilkada 2024

    KUDUS – Pemilik Rumah Sakit Kumala Siwi Imam Baikuni sangat siap untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Kudus. Terbaru, ia bersama rombongannya telah menyerahkan berkas pendaftaran ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus kemarin.

    Bacabup Imam Baikuni mengatakan, sebelum mengembalikan berkas di DPC Partai PKB Kudus, pemilik Rumah Sakit Kumala Siwi itu berkesempatan silahturahmi dahulu ke Kiai Kota Kretek. Sementara untuk silahturahmi tersebut mendapatkan banyak petunjuk dan masukan.

    “Sebelum ke PKB. Kami ada kesempatan bisa rawuh ke Kiai Kudus. Alhamdulillah mendapatkan masukan petunjuk, hal itu supaya semuanya berjalan lancar. Kita sowan itu wajib. Jadi silahturahmi dan minta restu,” ungkapnya.

    Ia menyatakan keseriusan maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 karena mendapatkan dukungan dari keluarga besarnya. Hal itu dirasa sia-sia apabila tak mendapatkan restu.

    “Niatan maju serius karena dukungan semua keluarga. Tanpa ada dukungan mereka ya percuma. Ini merupakan partai ke empat yang telah saya daftarkan. Pertama, ada PPP, Hanura, Demokrat, dan PKB,” tukasnya.

    Dirinya juga sangat bersyukur lantaran memiliki orang tua seorang bankir, finance, memiliki kampus Poltekun, dan Rumah Sakit Kumala Siwi. Dengan begitu, ia mendapatkan nilai lebih dalam modal politik menghadapi Pilkada 2024 di Kota Kretek.

    “Siapa tau juga dapat dukungan dari pengusaha Kudus. Supaya iklim usaha dikudus berjalan sesuai keinginan,” katanya.

    Selain itu, banyak yang ditakutkan masyarakat mengenai pengembalian biaya politik dalam menghadapi Pilkada 2024. Terkait hal itu, ia mengaku sudah berkecukupan dan memiliki keluarga yang rezekinya sangat lumayan.

    “Alhamdulillah kita sudah berkecukupan. Saya lahir bapak saya sudah mencukupi Alhamdulillah juga sudah dititipi rezeki lumayan. Pencalonan ini, saya benar-benar ingin mengabdi ke masyarakat Kudus,” tukasnya.

    Untuk langkah politik selanjutnya, kata dia, akan terus menggandeng beberapa elemen dan melakukan silahturahmi dengan banyak pihak.

    Sedangkan untuk kriteria pasangan, sejujurnya sudah diberi masukan dari partai. Sebab, dalam pencarian pasangan untuk cawabup, tak bisa cepat. Harus sesuai visi misinya dan bibitnya dalam melaksanakan sebuah kebijakan.

    “Untuk pasangan Alhamdulillah masukan partai sudah ada. Intinya harus sesuai dengan bibit bobot dan dipertimbangkan. Kalau sudah mengerucut akan saya beritahu,” tukasnya.

    Sementara itu, Suparno, Ketua Penjaringan dan Pendaftaran Cabup-cawabup Kudus tahun 2024-2029 DPC PKB Kudus mengatakan, sejauh ini sudah ada 15 orang yang mendaftar cabup-cawabup ke DPC PKB Kudus melalui aplikasi sicakada.pkb.id. Namun, baru 7 diantaranya yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran secara resmi.

    “Yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran itu diantaranya ada Pak Sam’ani, Bu Bellinda, Pak Masan, Pak Sandung, Pak Mawahib, dan hari ini Pak Imam Baikuni,” ungkapnya.

    (Ahmd)

  • Cabup Buka Keran Komunikasi ke Hanura Kudus

    Cabup Buka Keran Komunikasi ke Hanura Kudus

    KUDUS – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kudus rencananya akan digelar akhir tahun 2024. Seluruh kandidat Calon Bupati (Cabup) maupun Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kudus pun sudah mulai membuka keran komunikasi dengan partai politik. Diantaranya DPC Partai Hanura Kudus.

    Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Partai Hanura Kudus Sadiyanto mengatakan, pihaknya kini sedang proses mengurus pembukaan Bacabup Kota Kretek dan Bacawabup. Selain itu, ada beberapa calon yang sudah melakukan komunikasi secara intens dengan partai.

    “Tapi saat ini mereka hanya penjajakan dulu, kami juga pun belum memutuskan atau menetapkan bahwa mendukung salah satu calon,” ungkapnya kemarin.

    Lebih lanjut, calon bupati yang dimaksud yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus H Masan dan Kepala Arpusda Kudus, Sam’ani Intakoris. Dengan begitu, mereka tentunya harus menjalani syarat dan proses seleksi yang telah ditentukan oleh DPC partai Hanura.

    “Mereka harus menjalani berbagai proses. Karena masih ada tahapan seperti pendaftaran dan seleksi latar belakang (trek record) paslon yang harus dipelajari,” bebernya.

    Barulah, kata dia, setelah melakukan proses seleksi diambilah keputusan bersama dengan DPP Partai Hanura. Ditambah kriteria-kriteria yang selaras dengan visi-misi partai. Intinya harus kesepakatan bersama antara DPP dan DPD untuk kemudian hasilnya disetujui.

    “Nanti kita akan lakukan seleksi dari masing-masing bakal calon bupati dan wakil melalui test seleksi. Tapi menitikberatkan bahwa DPP nanti mengarahnya ke DPC kira kira yang mana cabup maupun cawabup pilihan,” terangnya.

    Disisi lain, mereka yang melakukan komunikasi dengan DPC Partai Hanura Kudus atau menjajaki proses pencalonan di Pilkada 2024 harus memiliki visi misi kerja yang jelas. Kemudian sanggup membesarkan nama partai melalui perjanjian MoU yang sudah disepakati.

    “Para calon harus sanggup membesarkan DPC Partai Hanura. Terlebih, saat ini Hanura baru dua kursi kira-kira dia sanggup gak menjadikan Hanura satu fraksi,” terang dia.

    Dirinya menekankan kepada Paslon yang mengajukan diri untuk Pilkada 2024 harus religius. Lalu memiliki program kerja yang bagus. “Saya rasa calon semua bagus tapi harus seleksi,” pungkasnya.

    (Adm)