Tag: KKN

  • 45 hari telah usai, KKN 14 Sandyakala IPMAFA adakan Closing Ceremony

    45 hari telah usai, KKN 14 Sandyakala IPMAFA adakan Closing Ceremony

    PATI – Kelompok 14 Sandyakala Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) desa Bajomulyo, kecamatan Juwana, kabupaten Pati menyelenggarakan Closing Ceremony: Malam Perpisahan KKN Sandyakala IPMAFA Desa Bajomulyo pada hari Sabtu, 14 September 2024 di Balai Desa Bajomulyo.

    Setelah terlaksananya lima pilar program kerja yang sudah dirancang oleh Kelompok 14 Sandyakala KKN Pemberdayaan IPMAFA desa Bajomulyo, baik ketika observasi dan penerjunan KKN di desa Bajomulyo dan bermukim disana selama 45 Hari. Telah tiba saatnya penarikan Kelompok KKN IPMAFA dan perpisahan dengan warga desa Bajomulyo.

    Kegiatan ini bertujuan sebagai penutup dari aktivitas Kelompok 14 Sandyakala selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Bajomulyo dan berpamitan kepada segenap pemerintahan dan warga desa Bajomulyo.

    Kegiatan Closing Ceremonya diantara yang pertama, pemaparan hasil progam kerja Kelompok 14 Sandyakala Pemberdayaan IPMAFA selama 45 hari bermukim di desa Bajomulyo.

    Kedua, menanyangkan video design taman desa Bajomulyo yang merupakan salah satu program unggulan dari bidang lingkungan.

    Ketiga, menanyangkan video profil desa Bajomulyo karya Kelompok 14 Sandyakala KKN Pemberdayaan IPMAFA yang berisi karakteristik, sejarah, dan aset yang dimiliki desa Bajomulyo.

    Keempat, menanyangkan video dokumenter Kelompok 14 Sandyakala KKN Pemberdayaan IPMAFA selama 45 hari melaksanakan program kerja dan mengikuti kegiatan di desa Bajomulyo.

    Kelima, penyerahan cinderamata kepada warga desa Bajomulyo yang diwakili oleh Kepala Desa Bajomulyo. Terakhir, sayonara dan musyafahah.

    (Red)

  • Menuju Pengelolaan Keuangan Modern: KKN Sandyakala Berdayakan UMKM di Desa Bajomulyo

    PATI – Kelompok 14 KKN Sandyakala dari Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, sukses menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan berbasis digital pada Selasa (10/9/2024).

    Program ini dikhususkan untuk membantu para pelaku UMKM di desa tersebut, seperti pengolahan otak-otak bandeng milik Ibu Purwati, pengolahan kerupuk bawang milik Bu Mintol, dan toko kelontong, dalam mengelola keuangan mereka secara lebih efisien dan transparan.

    Para mahasiswa KKN Sandyakala mengenalkan aplikasi pengelolaan keuangan yang memungkinkan pelaku usaha untuk memantau perkembangan keuangan mereka dengan mudah.

    Aplikasi ini memungkinkan mereka untuk mencatat pengeluaran dan pendapatan, sehingga dapat melihat profit keuntungan dan aset yang dimiliki. Dengan demikian, pengelolaan keuangan mereka menjadi lebih stabil dan terstruktur.

    KKN Sandyakala tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung kepada para pelaku UMKM.

    Hal ini diharapkan dapat membantu mereka dalam memahami dan menerapkan aplikasi pengelolaan keuangan secara efektif.

    Para mahasiswa berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di Desa Bajomulyo.

    Mereka berencana untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut setelah program berakhir untuk memastikan bahwa para pelaku UMKM dapat terus memanfaatkan teknologi dalam manajemen keuangan mereka.

    Program KKN ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Diharapkan, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak program serupa di berbagai daerah lainnya.

    (Red)

  • Mahasiswa KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan Sosialisasikan Teknik Stek Kopi Bareng Warga 

    PATI – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 33 Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan sosialisasi dan demonstrasi teknik stek kopi di Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jumat (30/8/2024).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat desa mengenai teknik stek kopi yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kopi.

    Acara yang diadakan di rumah Bapak Agus ini dihadiri oleh para petani kopi setempat yang antusias untuk belajar tentang teknik stek, sebuah metode perbanyakan tanaman yang dikenal mampu menghasilkan bibit unggul dengan cepat.

    Dalam sosialisasi ini, Tim KKN 33 UMK menjelaskan secara rinci mengenai langkah-langkah dalam proses stek, mulai dari pemilihan bahan stek hingga perawatan setelah penanaman.

    Setelah sesi sosialisasi, dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung. Mahasiswa juga diajak untuk mempraktikkan teknik stek kopi dengan bimbingan dari narasumber.

    Demonstrasi ini bertujuan agar para petani tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung dalam usaha perkebunan mereka.

    Salah satu anggota dari Tim KKN 33 UMK, Muhammad Deva, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mendukung peningkatan produktivitas petani kopi di Desa Klakahkasihan.

    “Kami berharap, melalui kegiatan ini, para petani dapat menerapkan teknik stek kopi yang kami ajarkan sehingga hasil panen mereka semakin berkualitas,” ujarnya.

    Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang menyatakan rasa terima kasih atas ilmu dan pengetahuan baru yang diberikan.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu petani kopi di Desa Klakahkasihan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien.

    (Red)

  • Peduli Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN 33 UMK Lakukan KPSP di Desa Klakahkasihan, Gembong

    PATI – Menyadari pentingnya deteksi dini dalam tumbuh kembang anak, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 33 Universitas Muria Kudus (UMK) Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong menggelar kegiatan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP).

    Program kerja ini berlangsung kemarin pada tanggal 20 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan atau penyimpangan perkembangan pada anak usia dini, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.

    Skrining yang dilakukan oleh Tim KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan melibatkan anak-anak berusia mulai dari 0 sampai 72 bulan.

    Dalam prosesnya, anak dites sesuai dengan prosedur dan para orang tua diajak untuk berpartisipasi aktif dengan menjawab serangkaian pertanyaan terkait perkembangan anak mereka.

    Hasil dari skrining ini akan digunakan untuk memberikan rekomendasi bagi orang tua mengenai langkah-langkah yang perlu diambil jika terdeteksi adanya keterlambatan perkembangan.

    Selain skrining, Tim KKN 33 UMK Desa Klakahkasihan juga menyelenggarakan sosialisasi terkait pentingnya pemantauan perkembangan anak secara berkala.

    Masyarakat Desa Klakahkasihan menyambut baik kegiatan ini, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UMK, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup generasi penerus bangsa.

    (Red)

  • Optimalisasi Lahan Pertanian: KKN UMK dan KWT Desa Sekarjalak Dorong Pertanian Holtikultura

    PATI – Pada tanggal 4 September 2024, Tim KKN Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan program kerja bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sekarjalak untuk mengoptimalkan lahan pertanian.

    Kegiatan yang berlangsung di lahan milik KWT di RT 04 RW 01 Desa Sekarjalak ini bertujuan mengembangkan pertanian holtikultura, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian pangan masyarakat.

    Program ini dihadiri oleh peserta dari Tim KKN UMK, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), dan didampingi oleh Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) Desa Sekarjalak, Ibu Yuyun.

    Kegiatan ini sangat penting karena mayoritas lahan pertanian di desa cenderung monoton dengan penanaman singkong, sehingga TIM KKN UMK mendorong pemanfaatan pekarangan untuk menanam berbagai sayuran dengan metode pertanian holtikultura.

    Metode ini dianggap lebih efektif dalam memanfaatkan pekarangan dan lahan-lahan kosong, yang diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan menopang perekonomian warga.

    Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Dimulai dengan pembersihan lahan, peserta kegiatan membersihkan gulma dan sampah organik yang menumpuk di sekitar lahan.

    Tahap berikutnya adalah penataan lahan, di mana dilakukan pembagian area tanam agar lebih terstruktur. Setelah itu, dilakukan pembuatan media tanam yang sesuai untuk bibit sayuran yang akan ditanam.

    Bibit-bibit tanaman kemudian ditanam pada tahap penanaman bibit, dan untuk tahap akhir dilakukan pemeliharaan tanaman yang akan dipantau secara berkala oleh ibu-ibu KWT dan Tim KKN UMK.

    Program ini mendapat respon positif dari para anggota KWT. Ibu Retno, salah satu anggota KWT, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu mereka dalam mengelola lahan dengan lebih baik.

    “Sebelumnya, lahan ini kurang terawat, tapi setelah kegiatan ini kami merasa lahan lebih tertata rapi, dan ada papan nama yang memudahkan kami mengenali setiap jenis tanaman,” ungkapnya.

    Hal serupa disampaikan oleh Ibu Ida, yang merasa bahwa upaya optimalisasi lahan ini dapat meningkatkan hasil pertanian mereka ke depannya.

    Dengan pemanfaatan lahan yang lebih baik, diharapkan hasil dari pertanian holtikultura ini dapat menunjang perekonomian masyarakat Desa Sekarjalak, terutama bagi para anggota KWT. Para peserta juga berharap agar program serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendorong ketahanan pangan di desa tersebut.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tim KKN UMK untuk memberdayakan masyarakat melalui sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
    Sinergi antara Tim KKN, KWT, dan PPL seperti ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan pertanian holtikultura di wilayah lainnya.

    (Red)

Exit mobile version