Tag: KKN

  • Siap Kolaborasi, Posko 73 KKN UIN Walisongo Mulai Pengabdian di Karangtowo

    Siap Kolaborasi, Posko 73 KKN UIN Walisongo Mulai Pengabdian di Karangtowo

    DEMAK – Semangat pengabdian nyata dari kampus menuju masyarakat mulai terasa di wilayah Kabupaten Demak yang dikenal sebagai Kota Wali. Hal ini terlihat jelas dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) gelombang ke-22 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tahun 2026.

    Salah satu momen penerimaan yang berlangsung penuh kehangatan terjadi di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah. Para mahasiswa Posko 73 disambut secara resmi oleh perangkat desa, tokoh agama, pengurus lembaga kemasyarakatan, serta warga setempat.

    Kedatangan kelompok ini merupakan bagian dari pengerahan total 1.301 mahasiswa UIN Walisongo yang akan ditempatkan di 87 desa yang tersebar di lima kecamatan di Demak. Mengusung tema utama “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”, Posko 73 berkomitmen menyusun dan menjalankan program yang tepat sasaran sesuai kebutuhan riil warga Karangtowo.

    Acara penerimaan digelar di Balai Desa Karangtowo pada Selasa, 21 Juli 2026, dengan kehadiran jajaran aparatur desa, Dosen Pendamping Lapangan, serta tokoh masyarakat setempat.

    Dosen Pendamping Lapangan Posko 73, Mustopa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa dan seluruh warga yang telah menerima mahasiswa dengan penuh ketulusan. Ia juga mengingatkan peserta KKN untuk senantiasa menjaga etika serta nama baik almamater, sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.

    “KKN bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan ruang belajar yang sesungguhnya (lab of society). Kami menitipkan anak-anak kami di Desa Karangtowo ini. Bimbing mereka, arahkan jika ada kekeliruan, dan semoga kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini mampu melahirkan program yang maslahat dan berkelanjutan,” pesan Mustopa.

    Sementara itu, Kepala Desa Karangtowo Suwono menyambut baik kedatangan mahasiswa dan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk bekerjasama memajukan desa. Ia berharap para mahasiswa dapat menyatu dengan kehidupan warga serta memahami budaya lokal yang ada.

    “Kami atas nama pemerintah dan warga Desa Karangtowo mengucapkan selamat datang dan siap membersamai adik-adik mahasiswa Posko 73. Silakan beradaptasi, berbaur dengan tradisi keagamaan dan sosial yang kuat di sini, serta hadirkan inovasi yang bisa mengangkat potensi desa,” ujarnya.

    Koordinator Desa Posko 73, Muhammad Miftahul Khoir, turut mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak kampus serta sambutan hangat warga. Ia memohon arahan dan bimbingan agar seluruh rencana kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

    “Kami mohon bimbingan dari bapak/ibu semua. Harapan kami, kehadiran Posko 73 mampu menjadi mitra strategis masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian kreatif, literasi, serta merajut kebersamaan dalam kegiatan sosial keagamaan di Desa Karangtowo,” ungkapnya.

    (red)

  • Perluas Pasar, Mahasiswa KKN Unisnu Beri Pendampingan Digitalisasi UMKM

    JEPARA – Digitalisasi UMKM menjadi salah satu modal penting pelaku usaha untuk bisa naik kelas dan memperluas sektor pasar.

    Upaya ini diharapkan dapat mendongkrak pelaku UMKM di Jepara supaya lebih berdaya dan dikenal masyarakat.

    Hal itu yang melatarbelakangi mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar pelatihan digitalisasi UMKM khususnya konveksi lokal di Desa Manyargading, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara

    Ketua Kelompok KKN Individu I Unisnu Jepara, Riqi Ainun mengatakan selama ini banyak pelaku usaha konveksi yang masih belum melek digital.

    “Banyak yang masih minim penggunaan teknologi dalam pemasaran sehingga kurang dilirik luar,” kata Riqi, Senin (4/8/2025).

    Menurutnya, digitalisasi UMKM sangat penting untuk mendukung promosi dan pengembangan pasar. Dia mencontohkan, pelaku usaha bisa melakukan rebranding logi yang lebih menarik dan memperbanyak promosi di pasar digital.

    “Seperti marketplace, shopee, Tokopedia dan promosi live tiktok bisa membantu penjualan produk mereka,” terangnya.

    Kegiatan tersebut dilakukan dengan pemberian pendampingan serta membantu rebranding merek sebagai strategi pemasaran produk.

    Di samping itu, pihaknya juga memberikan pendampingan terkait manajemen usaha sederhana, meliputi pencatatan penjualan harian, pengelolaan stok barang, serta cara membuat konten promosi yang menarik dan konsisten.

    Dia berharap program ini bisa sedikit membantu peningkatan penjualan produk serta mengembangkan bisnis konveksi di Desa Manyargading ke pasar digital.

    “Harapannya, dengan logo yang lebih menarik dan promosi di medsos bisa meningkatkan kepercayaan konsumen,” harapnya.

    Kegiatan tersebut pun mendapat respons antusias dari pelaku usaha konveksi lokal Fitri Collection. Ia merasa terbantu dan termotivasi untuk mengembangkan toko online dan memperbaiki cara pemasaran produk bisnisnya.

    “Misalnya logo produk celana nanti dibantu membuat desain baru yang lebih menarik,” ujar Yusuf, pemilik usaha Fitri Collection.

    (Red)

  • 1.960 Mahasiswa UIN Sunan Kudus Ikuti KKN 2025 dengan Tema Pemberdayaan Desa dan Moderasi Beragama

    KUDUS – Sebanyak 1.960 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025.

    Pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Utama belakang Rektorat UIN Sunan Kudus pada Rabu (30/7/2025), dihadiri oleh Rektor, para wakil rektor, dekan fakultas, Direktur Pascasarjana, jajaran LPPM, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta panitia KKN 2025.

    Wakil Rektor I UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag., memimpin apel pelepasan dan menekankan pentingnya KKN sebagai bagian integral dari tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

    “Kegiatan KKN adalah wujud nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan bangsa, terutama di pedesaan. Tahun ini kita mengangkat tema Pemberdayaan Potensi Desa dan Penguatan Moderasi Beragama,” tegasnya.

    Tema tersebut, lanjut Prof. Ihsan, memiliki dua pesan utama. Pertama, mahasiswa diharapkan mampu memetakan dan mengembangkan potensi desa dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi dan sosial-budaya hingga pariwisata dan teknologi. Kedua, mahasiswa didorong untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat yang majemuk.

    Ke-1.960 mahasiswa tersebut terbagi dalam 132 kelompok dan akan ditempatkan di 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus. Prof. Ihsan menyebut ini sebagai amanah besar yang harus dijaga dengan baik.

    Beberapa program prioritas yang akan dijalankan meliputi pemberdayaan UMKM, edukasi moderasi beragama, pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, pengelolaan sampah, pencegahan pernikahan dini, serta penguatan literasi keagamaan.

    Peserta KKN juga mendapat arahan penting untuk menjaga etika dan akhlak sebagai duta kampus, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menyusun program yang realistis, dan mendokumentasikan setiap kegiatan.

    “KKN harus menjadi ruang belajar dan menempa diri. Belajarlah dari kearifan lokal masyarakat, hadirkan solusi yang sederhana namun berdampak,” pesannya.

    (Red)

  • Mahasiswa UAD Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun, Berdayakan Warga Bantul

    YOGYAKARTA – Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 138 2025, tim KKN Unit VII.C.3 di bawah bimbingan Ibu Dedy Wijayanti S.Pd., M.Hum dan pimpinan Bayu Agung Maulana, berhasil mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat: sabun padat.

    Pelatihan pembuatan sabun ini diselenggarakan di RT 04 Padukuhan Kuroboyo, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, pada Kamis (13/02/2025).

    Sebanyak 20 ibu-ibu setempat antusias mengikuti pelatihan yang dipandu oleh Citra Yuliana dari Program Studi Teknik Kimia UAD.

    Citra menjelaskan pentingnya daur ulang minyak jelantah.

    “Minyak jelantah yang dibuang sembarangan mencemari lingkungan. Mengolahnya menjadi sabun adalah solusi ramah lingkungan dan ekonomis,” ujarnya.

    Pelatihan ini, menurut Citra, memberikan nilai tambah pada limbah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

    Proses pembuatan sabun terbilang sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain minyak jelantah (yang sudah disaring), NaOH (natrium hidroksida) atau soda api, air, pewangi, pewarna alami (opsional), dan cetakan sabun. Para peserta diajarkan mulai dari penyaringan minyak jelantah hingga pencetakan sabun.

    Ibu Parti, Ketua RT 04, mengaku terkesan.

    “Saya tak menyangka minyak jelantah bisa diolah jadi sabun bagus. Ini menarik dan membuka peluang usaha baru,” tuturnya.

    Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Kuroboyo. Pengurangan limbah minyak jelantah akan meminimalisir pencemaran, sementara keterampilan membuat sabun dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

    Lebih dari sekadar kegiatan akademis, pelatihan ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa UAD kepada masyarakat. Citra dan timnya membuktikan bahwa mahasiswa berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

    (red)

  • DPRD Cilacap Survei Lokasi Pembangunan SMK Negeri Cimanggu

    CILACAP – Anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari Komisi D melakukan kunjungan kerja untuk meninjau lokasi pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Cimanggu, Senin (10/2/2025).

    Kunjungan yang berlangsung di Balai Desa Karangreja ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Ketua Komisi D Nike Yunita, Wakil Ketua Komisi D H. Muniriyanto, M.M., M.Pd., dan anggota Komisi D lainnya. Pihak desa, Camat Cimanggu Bambang Tutuko, S.Sos., M.Si., Kepala Desa Karangreja Sarwin, perwakilan Dinas PUPR, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga turut hadir.

    Camat Cimanggu menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan SMA/SMK negeri di Cimanggu telah diajukan sejak 2022. Setelah pertimbangan matang, Desa Karangreja terpilih sebagai lokasi pembangunan.

    Ketiadaan SMA/SMK negeri di Cimanggu selama ini memaksa siswa melanjutkan pendidikan ke Majenang atau Karangpucung, menyulitkan akses pendidikan, terutama dengan sistem zonasi.

    Kepala Desa Karangreja, Sarwin, memastikan kesiapan desa menyediakan lahan untuk pembangunan SMK Negeri Cimanggu, meskipun sebelumnya ada usulan untuk pembangunan Puskesmas.

    Ketua DPRD Cilacap berharap pembangunan SMK Negeri Cimanggu dapat segera direalisasikan, sementara Ketua Komisi D Nike Yunita menyatakan dukungannya, namun menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

    Setelah sesi pemaparan, rombongan melakukan survei langsung ke lokasi calon pembangunan SMK. Kunjungan kerja ini disambut antusias warga dan memberikan harapan baru akan hadirnya sekolah negeri di Cimanggu.

    Pengirim: Mahasiswa KKN Universitas Peradaban di Desa Karangreja Tahun 2025

  • Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Adakan Bimbel dan Kelas Literasi Rutin untuk Anak-Anak 

    CILACAP  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban kelompok 4 terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan mengadakan bimbingan belajar (bimbel) dan kelas literasi secara rutin setiap minggu.

    Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran di luar sekolah, meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, serta membangun kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan pendapat.

    Jadwal dan Pengajar Kegiatan 

    Bimbel dan kelas literasi ini berlangsung selama empat hari dalam seminggu di rumah induk semang Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, dengan jadwal sebagai berikut:

    – Senin: Kelas Literasi, bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak-anak, diajarkan oleh Urip Purnama (Pendidikan Sekolah Dasar).

    – Selasa: Bimbel Matematika, diajarkan oleh Ade Subakti (Pendidikan Sekolah Dasar).

    – Kamis: Bimbel Bahasa Indonesia, dipandu oleh Amin Sulaiman (Pendidikan Bahasa Indonesia).

    – Jumat: Bimbel Bahasa Inggris, diajarkan oleh Nur Amalia Anissa Hidayat (Pendidikan Bahasa Inggris).

    Setiap sesi berlangsung selama satu jam setengah, dimulai pukul 18.30 hingga 20.00 WIB. Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, Urip Purnama juga bertindak sebagai asisten pengajar dalam setiap kelas.

    Tambahan Kelas Komputer untuk Mendukung Kemampuan Digital 

    Selain bimbel dan kelas literasi, mahasiswa KKN Universitas Peradaban juga menyediakan kelas komputer gratis setelah sesi bimbel utama.

    Kelas ini dipandu oleh Tyo Hendriantoro (Sistem Informasi) dan bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak pada keterampilan dasar penggunaan komputer, seperti mengetik, pengoperasian perangkat lunak sederhana, dan pemanfaatan internet untuk belajar.

    Antusiasme Orang Tua dan Manfaat Program

    Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama para orang tua. Mereka mengaku senang karena anak-anak mereka mendapatkan tambahan ilmu di luar sekolah secara gratis.

    Seorang wali murid, Siti Rahmawati, mengungkapkan kebahagiaannya.

    “Kami sangat bersyukur dengan adanya bimbingan ini. Anak-anak tidak hanya lebih paham materi pelajaran, tetapi juga lebih percaya diri berbicara di depan kelas,”  ungkapnya.

    Kegiatan bimbel dan kelas literasi yang diinisiasi mahasiswa KKN Universitas Peradaban bukan sekadar program tambahan, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak.

    Dengan pendekatan interaktif, bimbingan dari pengajar yang kompeten, serta tambahan kelas komputer, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan akademik dan keterampilan anak-anak di masa depan.

    (red)

  • Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bina Pramuka SDN Jambusari 05, Siap Hadapi Lomba

    CILACAP  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban kelompok 4 memberikan pendampingan intensif kepada siswa Pramuka Siaga di SDN Jambusari 05, Senin (10/2/2025).

    Pendampingan ini bertujuan mempersiapkan siswa untuk mengikuti perlombaan Pramuka tingkat Kwartir Ranting (Kwaran) Jeruklegi.

    Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai keterampilan kepramukaan, mulai dari tali-temali dan membaca kompas hingga pembinaan karakter melalui ketakwaan dan kesenian.

    Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator, membimbing siswa dalam memahami teknik dasar sekaligus mengembangkan kreativitas mereka.

    Tyo Hendriantoro, salah satu mahasiswa KKN, menekankan bahwa pembinaan kepramukaan bukan hanya soal keterampilan teknis.

    “Kami ingin membantu adik-adik di SDN Jambusari 05 agar lebih siap menghadapi perlombaan dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter disiplin dan kerja sama tim.

    Urip Purnama, yang mendampingi pelatihan membaca kompas, menjelaskan pentingnya pemahaman orientasi medan.

    “Dengan memahami kompas, siswa bisa lebih mudah menentukan arah dan membaca peta, yang berguna dalam berbagai kegiatan di alam terbuka,” jelasnya.

    Selain keterampilan teknis, mahasiswa KKN juga menanamkan nilai-nilai ketakwaan. Ade Subakti, yang bertanggung jawab dalam sesi ini, menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab.

    “Pramuka tidak hanya tentang keterampilan, tetapi juga membentuk kepribadian yang berlandaskan moral dan etika,” tuturnya.

    Aspek kesenian juga tak luput dari perhatian. Marcela Tri Shakti, pembimbing sesi yel-yel dan pertunjukan kreativitas, mengungkapkan bahwa kegiatan seni membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa.

    “Mereka belajar untuk tampil di depan umum, mengekspresikan diri, dan bekerja sama dalam tim,” katanya.

    Kepala SDN Jambusari 05 menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN.

    “Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Mereka memberikan energi baru dan semangat bagi siswa kami dalam mempersiapkan perlombaan,” ungkapnya.

    (Red)

  • Tim KKN 129 Ajarkan Keberagamaan melalui Nobar Animasi

    GROBOGAN – “The Difference, Film Animasi Toleransi Beragama” ditonton oleh kelompok mahasiswa KKN 129 asal IAIN Kudus bersama siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gebangan.

    Pemutaran film dilakukan sebagai upaya mengajarkan sikap moderat kepada siswa di lingkungan sekolah. Dalam forum dialog interaktif moderasi beragama itu, peserta yang berasal dari kelas IV – VI nampak antusias. Sabtu (14/09/2024).

    Diketahui, film animasi yang dirilis pada 2021 lalu dan diproduksi oleh Animedia Teknokrat, itu menceritakan seorang polisi yang memberi tumpangan pada pria di pinggir jalan yang tidak mendapat angkutan umum.

    Setelah sampai di panti asuhan sebagai tujuannya, pria tadi mengajak polisi yang telah mengantarnya untuk buka puasa bersama di panti.

    Namun ternyata polisi itu seorang non-muslim, meski begitu mereka tetap makan bersama sebagai bentuk dari sikap saling menghormati.

    “Belajarnya sambil nonton film, selain lebih seru juga agar mereka selalu ingat,” terang ketua panitia pelaksana, Dina Nur Rochmah.

    Mengikuti nonton bareng film animasi toleransi beragama, Ihsan, siswa kelas enam, mengaku cukup terhibur dengan acara yang melibatkan seluruh teman-temannya di sekolah.

    Menurutnya sikap moderat perlu diterapkan di berbagai hal untuk menjaga kerukunan dan menghindari tindakan yang berlebihan.

    “Metode belajarnya seru, sering kali saya dan teman-teman merasa bosan dan tertekan jika disuruh mengerjakan soal, ini bisa jadi alternatif baru,” terangnya.

    (San)

  • Tim KKN 129: Ajarkan Siswa Bergaul tanpa Perundungan

    GROBOGAN – Kelompok mahasiswa KKN 129 asal IAIN Kudus adakan dialog interaktif bersama siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gebangan.

    Mengusung tema “Bersama Lawan Perundungan” Berlangsung di ruang kelas SDN Gebangan, kegiatan ini diikuti siswa siswi kelas empat, lima, dan enam, Sabtu (14/09/2024).

    Ketua panitia pelaksana Vina Normala, mengungkapkan tujuan diadakannya dialog interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak dari adanya perundungan.

    “Kita tahu perundungan ini berpengaruh pada kondisi fisik dan psikis, baik korban maupun pelaku. Dan ini yang coba kami hindari,” tutur Vina.

    Lebih lanjut, ia berharap setelah penyuluhan yang dilakukan oleh kelompok KKN 129 ini, para siswa lebih bertanggung jawab dalam bergaul dan tidak melakukan perundungan.

    “Baik buruknya sudah diberitahu, tinggal kita awasi dan ingatkan. Kami percaya mereka mampu menjaga keakraban yang positif,” ungkapnya.

    Salah satu peserta forum, Reza, mengaku terkejut dengan dampak dari perundungan yang begitu besar. Menurutnya hal semacam ini perlu dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Kasihan, kalau ada yang depresi bahkan sampai bunuh diri karena sering dirundung,” ujarnya.

    (San)

  • Bekali Pengetahuan Keagamaan warga Desa Bajomulyo dengan Kajian Tematik

    PATI – Kelompok 14 Sandyakala Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) desa Bajomulyo, kecamatan Juwana, kabupaten Pati menyelenggarakan Kajian Tematik yang diisi oleh KH. Muhammad Niam Sutaman, Lc., LLM., M.Ph. di Desa Bajomulyo.

    Kegiatan Kajian Tematik ini merupakan salah satu progam kerja bidang sosial keagamaan Kelompok 14 Sandyakala KKN IPMAFA Desa Bajomulyo.

    Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan keagamaan Islam kepada warga desa Bajomulyo dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

    Kegiatan Ngaji Tematik ini diampu oleh KH. Muhammad Niam Sutaman, Lc., LLM., M.Ph. selaku pengasuh Pesantren Virtual dan Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh (LAZISNU) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati periode 2019 – 2023.

    Selama berlangsungnya KKN di Desa Bajomulyo, Ngaji Tematik ini dilaksanakan di tiga tempat. Pertama, di Jamaah Yasinan RT 03 RW 01 dan RT 04 RW 01 Desa Bajomulyo pada hari Kamis malam Jum’at, 29 Agustus 2024 ba’da magrib.

    Kedua, di Jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah Desa Bajomulyo pada Sabtu, 31 Agustus 2024. Ketiga, di Jamaah Yasin dan Tahlil Nahdlatul Ulama Desa Bajomulyo sekaligus malam rabu wekasan di masjid Baitul Iman Bajomulyo.

    (Red)

Exit mobile version