Tag: Gubernur Jateng

  • Percepat Pembangunan Eks Karesidenan Pati, Gubernur Jateng Tegaskan Anggaran Rp461 Miliar Harga Mati

    Percepat Pembangunan Eks Karesidenan Pati, Gubernur Jateng Tegaskan Anggaran Rp461 Miliar Harga Mati

    KUDUS – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen kuat pemerintah provinsi untuk mempercepat laju pembangunan di wilayah eks Karesidenan Pati melalui alokasi dana sebesar Rp461 miliar. Kepastian ini disampaikan secara langsung saat acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di lingkungan Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).

    Luthfi mengingatkan agar setiap perencanaan pembangunan di daerah disusun menggunakan pendekatan dari bawah ke atas atau bottom up. Hal ini dimaksudkan agar berbagai usulan program yang disepakati benar-benar lahir dari kebutuhan riil masyarakat setempat, bukan sekadar arahan dari pusat.

    “Musrenbang memang sudah diketuk, tetapi kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan daerah,” ujar Luthfi di hadapan para kepala daerah, anggota DPRD, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se-wilayah eks Karesidenan Pati.

    Rincian pembagian anggaran senilai total Rp461 miliar tersebut telah ditetapkan untuk lima kabupaten di kawasan Pantura timur Jawa Tengah. Alokasinya meliputi Kabupaten Jepara sebesar Rp81 miliar, Kudus Rp123 miliar, Pati Rp98 miliar, Rembang Rp68 miliar, dan Blora Rp80 miliar.

    Menurut Gubernur, besaran dana tersebut merupakan keputusan final pemerintah provinsi sebagai wujud dukungan nyata demi percepatan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah tersebut.

    “Kudus paling besar Rp123 miliar. Ini harga mati, tidak usah diperdebatkan lagi,” tegasnya dengan nada tegas.

    Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya daya cipta dan inovasi dari pemerintah daerah di tengah tantangan ekonomi global yang masih bergejolak. Ia meminta seluruh pejabat publik tidak hanya bekerja sekadar memenuhi administrasi rutin, tetapi harus mampu melahirkan terobosan baru yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah masing-masing.

    Sebagai contoh keberhasilan, Luthfi menyebutkan capaian provinsi Jawa Tengah yang berhasil menarik komitmen investasi mencapai Rp16 triliun hanya dalam satu malam melalui forum pertemuan investasi beberapa waktu lalu. Prestasi ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa daerah harus bergerak aktif dan berani berinovasi.

    “Kita tidak boleh seperti menara gading. Harus kreatif dan berani membuat terobosan,” katanya.

    Di tengah tekanan geopolitik dunia seperti perang Rusia-Ukraina, konflik di Timur Tengah, hingga persaingan ekonomi antarnegara, Luthfi memastikan kondisi ekonomi Jawa Tengah masih cukup stabil dan terjaga. Pertumbuhan ekonomi provinsi pada triwulan pertama tahun 2026 tercatat mencapai angka 5,89 persen, atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen.

    Selain pertumbuhan ekonomi yang positif, indikator kesejahteraan lain juga menunjukkan perbaikan. Angka pengangguran terbuka di Jawa Tengah kini berada di level 4,32 persen, sementara persentase penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 9,39 persen.

    Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan arah kebijakan pembangunan tahap kedua yang akan digulirkan mulai tahun 2027. Fokus utamanya adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

    Sektor pariwisata dinilai sebagai salah satu penggerak ekonomi yang paling potensial. Pada tahun 2025 lalu, sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman tercatat tumbuh hingga 10,60 persen, angka yang melampaui pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainnya.

    Dampak positifnya juga terlihat dari lonjakan jumlah kunjungan wisatawan. Pada tahun 2025 saja, jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 74,4 juta orang, dengan kontribusi nilai ekonomi yang diterima daerah mencapai Rp72,62 triliun.

    Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, pemerintah menyiapkan beragam program unggulan, mulai dari pengembangan desa wisata, wisata ramah muslim, pelatihan pembuat konten digital untuk desa wisata, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

    Khusus untuk wilayah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor), pemerintah juga menyiapkan sejumlah proyek strategis. Di antaranya adalah peningkatan kualitas jalan penghubung antarwilayah, pengembangan destinasi wisata religi, serta penyediaan akses internet yang memadai di kawasan desa wisata.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan bahwa tantangan utama yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini berkaitan erat dengan ketersediaan lapangan kerja dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

    Berdasarkan hasil evaluasi dan penyerapan aspirasi yang dilakukan DPRD Jawa Tengah, isu ekonomi menjadi keluhan terbesar masyarakat dengan persentase mencapai 57 persen dari total permasalahan yang masuk.

    “Yang paling dirasakan masyarakat adalah pengangguran, kesempatan kerja, kenaikan sembako, dan BBM,” ujarnya.

    Sarif memberikan apresiasi atas peningkatan realisasi investasi di Jawa Tengah selama tahun 2025 yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar secara nasional. Namun, ia berharap kehadiran para investor tersebut benar-benar mampu membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lokal.

    “Pembangunan harus menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Ia juga mendorong adanya keselarasan dan sinkronisasi antara program kerja pemerintah daerah dengan usulan yang disampaikan DPRD. Hal ini penting agar seluruh kebijakan pembangunan memiliki sasaran yang jelas dan terukur, terutama dalam upaya menekan angka kemiskinan yang masih menjadi prioritas utama.

    (red)

  • Gubernur Jateng Resmikan Sigma Pangan HMI pada Peringatan Dies Natalis ke-79

    JAWA TENGAH – Peringatan Dies Natalis HMI ke-79 diisi dengan acara Silaturahmi Akbar dan malam puncak yang digelar oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) se-Pulau Jawa.

    Kegiatan bertemakan “Khidmat HMI untuk Indonesia” berlangsung di Gedung BPSDM Jawa Tengah pada Sabtu (14/3/2026), di mana organisasi ini secara resmi meluncurkan program Sigma Pangan HMI sebagai upaya tanggapi tantangan krisis regenerasi petani di tanah air.

    Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY, Wiradrana Wasistha, menjelaskan bahwa Smart Integrated Gerakan Muda Agripreneur Pangan (Sigma Pangan) muncul sebagai respons atas rendahnya integrasi teknologi dalam pengelolaan pangan nasional.

    Lewat program ini, HMI berencana mengubah pola kaderisasi yang selama ini berfokus pada diskursus menjadi model yang menghasilkan nilai ekonomi produktif.

    “Kami ingin melahirkan Agripreneur Gen Z. Melalui instrumen seperti ‘Brigadir Pangan HMI’, kader akan diterjunkan sebagai agro-task force untuk mendampingi petani lewat digitalisasi lahan dan monitoring berbasis data,” ujar Wiradrana dalam pidatonya pada malam acara.

    Menurut Wiradrana, program ini juga mencakup dua gerakan utama yaitu Z Kopinesia dan Pekarangan Berdaya, yang didukung oleh platform digital bernama Sigma HMI App.

    Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah menjadikan HMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemeliharaan ketahanan pangan, terutama di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

    Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, yang menghadiri acara peresmian tersebut, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah strategis yang diambil HMI.

    Menurutnya, organisasi kemahasiswaan berperan sebagai pijakan penting bagi perkembangan kepemimpinan di negeri ini.

    “Organisasi kepemudaan dan mahasiswa adalah energi lebih yang harus ditangkap oleh seluruh pejabat publik di Republik Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah,” ujar mantan Kapolda Jawa Tengah tersebut.

    Ia menekankan bahwa usia ke-79 tahun harus dijadikan momentum bagi HMI untuk terus menjaga relevansinya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

    Senada dengan pandangan Gubernur, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman yang juga turut menghadiri acara, mengemukakan peran HMI yang sangat strategis jika dilihat dari sisi stabilitas nasional.

    Menurutnya, kalangan pemuda dan mahasiswa merupakan mitra penting bagi Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas).

    “Di usia ke-79 ini, HMI harus terus mengambil peran sebagai pengawal moral dan mesin penggerak kemajuan. Kami di kepolisian melihat bahwa peran aktif pemuda dalam inovasi seperti sektor pangan ini adalah bentuk nyata dari nasionalisme modern,” tegas Latif.

    Ia menambahkan bahwa keterlibatan pemuda dalam mencari solusi konkrit seperti yang dilakukan dalam sektor ketahanan pangan akan memberikan kontribusi besar dalam mengurangi potensi gangguan sosial di masyarakat.

    Acara silaturahmi akbar ini dihadiri oleh berbagai tokoh, antara lain pimpinan Badko HMI se-Jawa yaitu Yusfan Firdaus (Jawa Timur) dan Fachri Muhammad (Jabodetabeka-Banten), Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman, serta Ketua Panitia Bayu Wahid Ali Unsa.

    (red)

  • Gubernur Jateng Minta Pejabat Publik Jaga Integritas Setelah OTT KPK Bupati Cilacap

    SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengeluarkan pernyataan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap.

    Ia menegaskan bahwa telah secara berulang kali menekankan pentingnya menjaga integritas bagi seluruh kepala daerah, wakil kepala daerah, serta aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya.

    Gubernur menyampaikan rasa prihatin terhadap peristiwa tersebut, mengingat sebelumnya telah ada dua kepala daerah yang terlibat kasus serupa, yaitu Bupati Pati dan Bupati Pekalongan.

    “Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan,” kata dia, Sabtu (14/3/2026).

    Sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan KPK, khususnya melalui Gugus Tugas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK. Kerjasama ini dilakukan untuk memberikan pembinaan dan pengarahan kepada kepala daerah hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Jawa Tengah.

    Selain itu, pada peringatan Hari Korupsi Dunia yang lalu, seluruh pejabat juga telah mendapatkan peringatan agar tidak melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dan terutama tidak melakukan pelanggaran terhadap hukum.

    Mengenai proses hukum yang sedang berjalan terkait temuan KPK di Cilacap, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pihaknya menghormati langkah yang diambil oleh lembaga antirasuah tersebut.

    Sementara itu, ia juga mengajak agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh bupati, wali kota, wakilnya, serta jajaran ASN.

    “Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya dimulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan,” tandasnya.

    Menurutnya, wujud dari integritas tersebut adalah melakukan tindakan yang tidak melanggar hukum dan tidak menyalahgunakan wewenang yang diberikan. Hal ini sangat penting untuk menjamin jalannya birokrasi yang bersih dan berkualitas.

    “Clean governance dan good governance itu harus jadi nafas bupati dan wali kota termasuk ASN nya,” lanjutnya.

    Selain mengingatkan tentang integritas, Gubernur juga sedang memantau kondisi pemerintahan di Kabupaten Cilacap serta kelancaran pelayanan publik bagi masyarakat.

    Ia telah memberikan instruksi agar tidak ada gangguan apapun dalam pelayanan, terutama mengingat pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan layanan untuk mudik dan balik Lebaran Tahun 2026.

    (red)

  • Gubernur Jateng Tak Gentar Hadapi Kritik Soal Rob Sayung, Fokus pada Solusi Jangka Pendek dan Panjang

    SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi santai kritikan yang dialamatkan kepadanya terkait belum terselesaikannya masalah rob di Sayung, Kabupaten Demak. Ia menganggap kritikan tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih giat.

    “Saya dibully ndak papa. Itu seperti obat. Terpenting, saya tidak tinggal diam, kerja ikhlas dan lebih giat,” tegas Luthfi dalam forum Rembug Bareng Gubernur Bareng Pimpinan Media di Gedung Gradjika Bhakti Praja, Rabu (2/7/2025).

    Luthfi mengakui bahwa kritikan dari masyarakat dan netizen mungkin muncul karena belum memahami kompleksitas masalah rob di Pantura dan upaya yang telah dilakukan Pemprov Jateng. Ia menjelaskan bahwa rob di Demak telah berlangsung lama, bahkan lebih dari 10 tahun, dan diperparah oleh penurunan tanah akibat penggunaan air permukaan yang masif.

    Untuk mengatasi masalah ini, Luthfi telah menerapkan strategi penanganan terstruktur, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Solusi jangka panjang meliputi pembangunan giant sea wall atau tanggul laut, selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi rob di Pantura Jawa.

    “Kementerian PU membangun mulai dari Jakarta, Pantai Utara jadi serangan rob. Saya tak tinggal diam, ikut mendorong percepatan. Tahun 2026 nanti (tanggul laut) fungsional,” jelasnya.

    Selain tanggul laut, pembangunan dua kolam retensi besar di Terboyo (hampir 189 hektare, kapasitas 6 juta kubik air) dan Sriwulan (28 hektare, kapasitas lebih dari 1 juta kubik air) juga direncanakan untuk menampung luapan air di Demak dan Semarang.

    Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov Jateng telah mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu warga terdampak. Dinas-dinas terkait seperti Pusdataru, PU Bina Marga, Pendidikan, dan Kesehatan, masing-masing menjalankan tugasnya sesuai bidang. Program Speling (Dokter Spesialis Keliling) juga dijalankan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

    “Setelah saya turun dan OPD juga mendampingi masyarakat apakah rob nya terus berhenti? Tidak! Itu alam. Tapi upaya penanganan terus dilakukan,” tandasnya.

    Upaya lain yang dilakukan termasuk penanaman 1,5 juta pohon mangrove melalui program Mageri Segoro dan revisi Perda Air Tanah untuk mengurangi penurunan permukaan tanah yang mencapai 8-13 cm per tahun. Kerja sama dengan Undip untuk program desalinasi juga dilakukan untuk menyediakan air bersih di wilayah pesisir.

    Semua upaya tersebut, menurut Luthfi, merupakan bukti komitmen Pemprov Jateng dalam menangani masalah rob secara komprehensif. (red)

  • Banjir Rob Parah Kembali Landa Demak, Gubernur Jateng Minta Normalisasi Sungai Dipercepat

    DEMAK – Banjir rob kembali menerjang Kabupaten Demak, khususnya Kecamatan Sayung, memaksa Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk segera meninjau lokasi pada Minggu, 25 Mei 2025.

    Luthfi menekankan pentingnya penanganan cepat dan konkret, terutama normalisasi sungai sebagai solusi jangka pendek.

    “Saya tidak ingin penanganan ini berlarut-larut. Untuk jangka pendek, kita segera lakukan normalisasi sungai. Koordinasi dengan BBWS sudah dilakukan, dan akan segera dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan,” tegasnya.

    Solusi jangka panjang, pembangunan giant sea wall sebagai proyek strategis nasional (PSN) yang ditargetkan rampung pada 2027, juga disinggung.

    Namun, sebelum proyek tersebut selesai, Luthfi meminta pemerintah daerah untuk memaksimalkan upaya perlindungan sementara bagi warga terdampak, seperti pembangunan tanggul sementara dan penggunaan pompa air.

    “Giant sea wall itu memang solusi utama, tapi butuh waktu. Maka kita siapkan langkah darurat seperti pompa dan tanggul di setiap kampung. Kalau perlu, tanggul sementara dibangun dan air dipompa keluar. Kita harus siap menyambut 2027,” ujarnya.

    Luthfi menghubungkan banjir rob parah ini dengan cuaca ekstrem akibat El Nina, tingginya curah hujan, air pasang, dan penurunan muka tanah di pesisir utara Demak.

    Kunjungan ke rumah pompa di Desa Sayung Kidul mengungkap masalah kekurangan bahan bakar solar yang menyebabkan pompa hanya beroperasi saat rob mencapai puncaknya.

    “Kalau bisa bantu solar langsung di sini saja, Pak. Hemat solar, jadi kami hanya hidupkan pompa kalau air sudah tinggi,” ungkap seorang petugas pompa sukarela.

    Menanggapi hal ini, Gubernur Luthfi langsung memerintahkan Bupati Demak dan dinas terkait untuk segera mengirimkan pasokan solar.

    Ia juga menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama bencana, termasuk bahan pangan, kesehatan, dan pendidikan.

    “Jangan sampai ada yang terabaikan. Semua harus siap siaga,” pungkasnya.

    (red)

  • Gubernur Luthfi Dapat Jempol dari Bambang Pacul untuk Forum Senayan

    SEMARANG – Forum Senayan Peduli Jawa Tengah, gagasan Gubernur Ahmad Luthfi, mendapat sambutan positif dari seluruh anggota DPR RI, MPR RI, dan DPD RI Dapil Jateng. Para legislator kompak memberikan acungan jempol dan sepakat menindaklanjuti forum besar tersebut dengan forum-forum kecil yang lebih spesifik, fokus pada program pembangunan Jawa Tengah.

    Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto (Bambang Pacul), menyatakan apresiasinya: “Ini kasih jempol,” ujarnya seusai acara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (9/4/2025).

    Ia menambahkan bahwa Gubernur telah memaparkan visi Jawa Tengah ke depan, dan para legislator siap mendukung upaya mengatasi permasalahan masyarakat.

    Bambang Pacul bahkan mengajak para legislator untuk berperan aktif, menekankan perlunya diskusi lanjutan yang lebih spesifik.

    “Rekan-rekan (legislator) cocok ya? Lho Pak (Gubernur) wis tak konsolidir ya. Biayanya ada ya Pak?” candanya kepada Gubernur Ahmad Luthfi.

    Ia menegaskan pentingnya koordinasi dan pengembangan akses ke menteri terkait.

    “Jadi clear, jangan pernah ada anggota DPR RI Dapil Jateng ditanya sudah kasih kontribusi apa ke Jateng, maka harus bisa jawab,” tegasnya.

    Dukungan serupa disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Novita Wijayanti.

    “Program ini ide bagus untuk memaksimalkan pembangunan Jateng. Apalagi banyak program Kementerian yang bisa didorong semua komisi di DPR RI direalisasikan di Jateng,” katanya.

    Ia menekankan pentingnya prioritas program yang akan diusulkan.

    Hal senada diungkapkan anggota Fraksi PKS DPR RI, Abdul Fikri Faqih dan Muh Haris, yang memuji inisiatif tersebut dan mendorong forum-forum yang lebih kecil untuk pembahasan detail.

    Anggota Komisi V DPR RI, Yanuar, mengusulkan forum diperkecil per komisi di DPR RI, mengingat setiap komisi memiliki fokus berbeda dan akses ke kementerian terkait.

    “Forum Senayan ini sangat luar biasa. Pembangunan Jateng jadi tanggung jawab kita bersama. Perlu ada diskusi per komisi DPR RI. Seluruh anggota DPR RI semua di komisi dan semua komisi punya duit. Semua komisi bisa komunikasi dengan menteri mitranya,” ujar Fadholi.

    Gubernur Ahmad Luthfi memaparkan permasalahan, solusi, dan target pembangunan Jawa Tengah lima tahun ke depan. Ia menjelaskan perlunya dukungan APBN karena keterbatasan PAD.

    “Sudah sepakat, ke depan ditindaklanjuti dengan forum-forum informal per komisi. Harapannya gandulkan (program) dengan kementerian terkait,” jelasnya.

    Program prioritas tahun 2025 meliputi penyelesaian infrastruktur jalan, pendidikan, dan infrastruktur swasembada pangan.

    (red)

  • Gus Yasin Tekankan Sinkronisasi Pembangunan di Jateng

    SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam jangka menengah dan panjang.

    Hal ini disampaikan Gus Yasin saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Aula Muria, BPSDM Provinsi Jawa Tengah, Senin (10/03/25). Acara ini diikuti oleh para kepala dinas di Jawa Tengah.

    “Ini yang harus kita kolaborasikan, dan berjalannya lima tahun ke depan ini semua pemimpin di Indonesia ini, semua kan dilakukan pelatihan, baik itu di kedinasan, itu ada latihan kepemimpinan, kalau di lembaga kepala daerah maupun di lembaga pemerintahan itu ada retret,” ujar Gus Yasin yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara tersebut.

    Meskipun jumlah peserta PKN tahun ini mengalami penurunan, Gus Yasin berharap para peserta tetap semangat mengikuti pelatihan.

    “Mereka sebenarnya sudah menjadi pemimpin, hanya tinggal bagaimana mengaplikasikan kepemimpinan mereka. Di sini, mereka akan belajar berkolaborasi dan bertukar pikiran dalam menghadapi permasalahan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.

    Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan semangat dan kemampuan para peserta dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa lebih baik dan lebih semangat dalam melayani masyarakat,” tegas Gus Yasin.

    Senada dengan Gus Yasin, Deputi Bidang Penyelenggaraan Kompetensi LAN RI, Dr. Basseng, M.Ed., menekankan pentingnya birokrasi yang tunduk pada pemimpin terpilih.

    “Di tingkat nasional, birokrasi harus tunduk kepada Presiden, Wakil Presiden, serta seluruh kabinet. Sementara di tingkat provinsi, mereka harus patuh kepada Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya.

    Ia juga mengingatkan prinsip birokrasi: “When politics ends, administration begins.” Artinya, setelah proses politik selesai, yang utama adalah berjalannya administrasi, birokrasi, dan implementasi kebijakan publik.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, SPd, M.Eng., dan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepamongprajaan dan Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Dr. Drs. H. Budi Santosa, M.Si.

    (red)

  • Gubernur dan Wagub Jateng Terpilih Janji Kerja Cepat, Fokus Kesejahteraan Rakyat

    BOYOLALI – Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih periode 2024-2029, memastikan akan langsung bekerja cepat setelah pelantikan. Keduanya telah merinci sejumlah rencana aksi, mulai dari hari pelantikan hingga sebulan ke depan.

    Meskipun belum dinyatakan resmi oleh KPU Jateng, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya persiapan matang untuk mempercepat implementasi program dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Hari pertama pelantikan, saya akan kumpulkan Kepala-Kepala Dinas. Hari kedua, saya akan keliling ke 35 kabupaten dan kota,” tegas Luthfi dalam acara “Rembug Ngopeni Ngelakoni” di Kali Pepe Land Boyolali, Sabtu, 1 Februari 2025.

    Acara rembug yang dihadiri oleh Ketua Tim Pemenangan (diwakili Bakti Agus Fadjari), Ketua Tim Transisi (Dr. Zulkifli Gayo), pimpinan partai pengusung dan pendukung, menjadi forum pemaparan program

    prioritas. Program-program tersebut selaras dengan visi Presiden dan Wakil Presiden RI, meliputi clear and good government, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan indeks reformasi birokrasi, dan pembangunan manusia.

    Luthfi berharap agar kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih inovatif dan berdampak signifikan. Ia menyoroti APBD Jateng yang masih tergolong kecil dibandingkan provinsi lain.

    “PAD hanya Rp 15 triliun dan APBD Rp 24 triliun, terlalu kecil! Harus ada gebrakan,” ujarnya.

    Selain memacu OPD, Luthfi juga akan berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat, termasuk bertemu Presiden Prabowo Subianto, untuk mendapatkan dukungan program-program pembangunan Jateng yang lebih masif.

    Beberapa program unggulan yang diungkap meliputi pengembangan 1.000 desa wisata, Pelabuhan Tanjung Emas, segitiga emas Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, peningkatan status bandara internasional, pembangunan rumah berdaya di tingkat kecamatan, dan pembentukan satuan keamanan siber.

    Semua program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghindari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) menuju Indonesia Emas 2045. Luthfi pun meminta dukungan penuh dari legislatif.

    “Pemerintahan ke depan adalah kolaborasi birokrasi dan legislatif,” katanya.

    Taj Yasin Maimoen, Wagub terpilih, menambahkan pentingnya sinergi eksekutif dan legislatif untuk memastikan anggaran tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Uang dari rakyat, harus kembali untuk rakyat,” ujarnya.

    Bakti Agus Fadjari, mewakili Ketua Tim Pemenangan, menyebut Rembug Ngopeni Ngelakoni sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan visi misi pembangunan Jateng lima tahun ke depan.

    Ia menekankan pentingnya dukungan legislatif terhadap program eksekutif, serta keselarasan dengan program pemerintah pusat, seperti program makan bergizi gratis, ketersediaan pupuk, dan infrastruktur.

    (red)

Exit mobile version