Pemkab Kudus Percepat Pembangunan Drainase, 30 Titik Ditarget Rampung Sebelum Musim Hujan

Kudus44 Dilihat

KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus terus mempercepat penanganan jaringan drainase guna meminimalkan potensi genangan saat musim hujan tiba. Pembangunan berlangsung di sekitar 30 titik, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 7 miliar yang bersumber dari dana cukai serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Hammad Riza, menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan drainase di berbagai lokasi telah mencatatkan progres di atas 50 persen.

Dua ruas yang pengerjaannya hampir selesai yakni Jalan Wahidin dan Jalan Wahid Hasyim. Progres pembangunan di kedua lokasi tersebut kini mencapai sekitar 96 persen dari total panjang 465 meter.

“Progresnya sudah sekitar 96 persen. Tinggal pemasangan grill inlet, perapian dan pembersihan. Kami targetkan bulan ini bisa selesai 100 persen,” ujar Hammad.

Di Jalan Wahidin, saluran dibangun menggunakan U-ditch berukuran 1×1 meter, sedangkan di Jalan Wahid Hasyim dipasang U-ditch berukuran 60×60 sentimeter. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya menyusun jaringan drainase yang terhubung hingga ke saluran pembuangan utama. Ke depannya, jaringan di kawasan ini diharapkan mampu menampung dan mengalirkan air dari Jalan Mangga, Jalan Loekmono Hadi, Jalan Ramelan, dan Jalan Ahmad Yani menuju Sungai Kaligelis.

Pendekatan serupa diterapkan untuk penanganan titik-titik genangan lain di kawasan perkotaan. PUPR memprioritaskan pembangunan dari bagian hilir terlebih dahulu, agar jalur pembuangan air tertata dengan baik sebelum penanganan diperluas ke wilayah lainnya.

“Penanganan genangan tidak bisa langsung 100 persen karena keterbatasan anggaran. Kami mulai dari hilir, kemudian naik ke atas, sehingga saluran pembuangannya lebih dulu tertata,” jelasnya.

Hammad menyebutkan, saat ini jaringan drainase yang memadai di Kabupaten Kudus baru mencakup sekitar 60 persen wilayah. Artinya, masih banyak kawasan — terutama di luar pusat kota — yang belum memiliki saluran memadai maupun jaringan yang terhubung langsung ke sungai.

Beberapa lokasi masih menjadi prioritas penanganan ke depan, antara lain kawasan Kiai Tlingsing dan sisi barat Jalan Wahidin. Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengajukan dukungan anggaran melalui APBD kabupaten maupun provinsi untuk menuntaskan penanganan di titik-titik tersebut.

Selain pembangunan fisik, kebersihan saluran masuk atau inlet juga menjadi kunci utama agar sistem drainase berfungsi optimal. Saluran yang sudah dibangun dengan baik tidak akan maksimal jika inlet tertutup sampah.

“Drainasenya sudah mumpuni, tetapi kalau inlet tertutup sampah tentu aliran air terganggu. Karena itu, kebersihan harus dijaga bersama oleh pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Hammad juga menyoroti aspek keamanan fasilitas drainase yang telah dibangun. Beberapa komponen berbahan besi di sejumlah titik dilaporkan hilang. Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat turut berperan serta menjaga dan mengawasi agar aset publik ini tidak rusak maupun dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan, penanganan genangan yang berhasil memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Percepatan pembangunan saja tidak cukup — menjaga kebersihan serta keamanan fasilitas drainase sama pentingnya agar sistem ini dapat berfungsi secara maksimal saat curah hujan tinggi terjadi.

(Red)

Semoga sesuai harapan! 😊