Bayi Ditemukan Sehat di Pasuruhan Kidul, Bupati Kudus Imbau Orang Tua Menyerahkan Diri

Kudus23 Dilihat

KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta orang tua bayi yang ditemukan di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

Imbauan tersebut disampaikan setelah kondisi bayi yang ditemukan dalam keadaan sehat kini mendapat penanganan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

‎Sam’ani mengatakan, dirinya telah mengunjungi rumah sakit untuk melihat langsung kondisi bayi tersebut. Bayi ditemukan oleh seorang tukang batu sebelum kemudian dibawa ke Polsek Jati dan diteruskan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

‎“Dari rumah sakit sudah ditangani dengan baik, alhamdulillah kondisinya sudah membaik. Bayi tersebut beratnya 2.866 gram dan panjang badannya 46 sentimeter,” katanya.

‎Ia berharap orang tua bayi segera menyadari tanggung jawabnya dan datang ke pihak berwajib untuk memberikan keterangan. Menurutnya, keberadaan bayi tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

‎Sam’ani meminta orang tua bayi tidak menghindar apabila mendengar informasi mengenai kondisi anaknya. Pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Jati, disebut siap membantu proses apabila orang tua bersedia datang dan berkomunikasi.

‎“Mumpung masih punya kesempatan, bisa menyerahkan diri atau melaporkan ke pihak berwajib, yaitu Kapolsek Jati. Anak itu sehat, kondisinya sehat. Anak itu adalah amanah yang harus dipegang, harus dirawat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

‎Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Sosial P3AP2KB telah melakukan asesmen terhadap bayi tersebut. Proses identifikasi dan penanganan selanjutnya akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

‎”Apabila dalam jangka waktu tertentu tidak terdapat respons dari orang tua, bayi tersebut nantinya akan mendapatkan penanganan lanjutan melalui lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah,” jelasnya.

‎Sam’ani menegaskan dirinya masih berharap orang tua bayi dapat segera muncul dan mengambil tanggung jawab. Ia juga membuka ruang agar proses komunikasi dapat dilakukan dengan pendampingan dari pihak terkait.

‎Di sisi lain, Sam’ani mengapresiasi respons masyarakat setelah menemukan bayi tersebut. Ia menyebut warga telah mengambil langkah tepat dengan melaporkan penemuan bayi kepada pihak yang berwenang.

‎Menurutnya, bayi yang ditemukan tidak dibiarkan begitu saja. Warga terlebih dahulu melaporkannya kepada bidan desa dan kepala desa, kemudian informasi diteruskan kepada kepolisian hingga akhirnya bayi dibawa ke rumah sakit.

‎“Warga ini responsnya sudah baik. Ditemukan, melaporkan kepada bidan desa, kepala desa, terus dilaporkan kepada Polsek dan dibawa ke rumah sakit. Ini sudah langkah-langkah baik,” jelasnya.

‎Sam’ani juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah kasus pembuangan bayi kembali terjadi. Ia meminta para orang tua memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, khususnya yang memasuki masa remaja.

‎Menurutnya, pengawasan dan komunikasi dalam keluarga menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat berujung pada tindakan membahayakan ibu maupun bayi.

‎“Kami harapkan di Kabupaten Kudus tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

(red)