Pembangunan Puskesmas Jekulo Kudus Capai 80 Persen, Ditarget Rampung November

Kudus179 Dilihat

KUDUS — Pembangunan fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemerintah Kabupaten Kudus terus dikebut. Hingga awal September 2026, progres pekerjaan Puskesmas di Jekulo dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen dan berada pada posisi deviasi positif dibandingkan rencana awal.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengatakan, berdasarkan laporan per Sabtu, progres pembangunan telah mencapai 75 persen dengan deviasi positif sebesar 12,77 persen. Sementara berdasarkan informasi terbaru dari penyedia, progres pekerjaan kini sudah menyentuh sekitar 80 persen.

‎“Progres per hari Sabtu kemarin adalah 75 persen. Namun, hari ini saya mendapat informasi dari teman-teman penyedia bahwa progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar Hakam.

‎Dengan perkembangan tersebut, Hakam optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Pekerjaan utama berupa struktur bangunan disebut telah rampung, sedangkan pekerjaan yang tersisa lebih banyak pada tahap finishing.

‎“Harapan kita akhir November sudah selesai. Struktur dasarnya sudah semua, tinggal pemasangan ubin dan pengerjaan bagian dalam,” jelasnya.

‎Selain pembangunan fisik, fasilitas penunjang di dalam bangunan juga telah masuk dalam pekerjaan. Perabot dan jaringan akan disiapkan, dengan sejumlah mebel lama yang masih layak digunakan akan dipindahkan ke fasilitas tersebut.

‎Namun, pengelolaan layanan nantinya akan menyesuaikan ketentuan Kementerian Kesehatan. Salah satunya terkait kapasitas tempat tidur untuk layanan rawat inap yang maksimal 10 bed.

‎Hakam menyebut pembatasan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kapasitas rawat inap sebelumnya dapat mencapai 20 tempat tidur. Karena itu, Dinkes akan memperkuat layanan promotif dan preventif sekaligus mengembangkan layanan tambahan.

‎Beberapa layanan yang tengah dipertimbangkan antara lain praktik sore, fisioterapi hingga layanan perawatan kulit ringan. Khusus layanan di luar cakupan BPJS, regulasinya masih dalam tahap pembahasan.

‎“Sebisa mungkin layanan kita gratiskan. Semua layanan yang berbayar kita upayakan gratis, kecuali layanan di luar cakupan BPJS seperti fisioterapi atau skin care,” katanya.

‎Sementara itu, Pembantu Pelaksana Puskesmas Saiful Hadi menyampaikan progres pekerjaan saat ini juga telah berada di kisaran 80 persen. Menurutnya, sejumlah pekerjaan utama yang tersisa meliputi pemasangan plafon, lantai, pengecatan dan finishing.

‎“Progres sampai saat ini sekitar 80 persen. Dari rencana awal 65 persen, jadi ada deviasi positif,” ungkap Saiful.

‎Ia menjelaskan, pekerjaan plafon saat ini tinggal sekitar 10 persen. Sedangkan lantai dan pengecatan belum dikerjakan, meski material yang dibutuhkan disebut sudah tersedia.

‎Untuk lantai, spesifikasi material yang digunakan merupakan spesifikasi Infinity dari dinas. Sementara pekerjaan atap telah selesai dan tinggal menyelesaikan bagian plafon.

‎Setelah pembangunan rampung, Dinkes akan melakukan pendataan, penataan fasilitas, serta berbagai persiapan operasional. Hakam mengatakan layanan secara resmi direncanakan mulai berjalan pada 1 Januari 2027, mengingat pembangunan tersebut merupakan proyek tahun anggaran 2026.

‎”Harapannya fasilitas tersebut nantinya dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat layanan kesehatan dasar di wilayah setempat,” pungkasnya.

(red)