Pedagang Dandangan Dapat Pendaftaran dengan Pembayaran Nontunai, BRILink Fasilitasi yang Belum Punya Akses Digital

Kudus20 Dilihat

KUDUS – Pendaftaran pedagang dalam rangkaian tradisi Dandangan Kabupaten Kudus tahun 2026 mendorong penggunaan sistem pembayaran nontunai. Bagi pedagang yang belum memiliki fasilitas perbankan digital, layanan BRILink dilibatkan untuk memastikan proses transaksi berjalan lancar dan inklusif.

Pengusaha BRILink dari Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Hariz Santoso, mengatakan keterlibatannya bermula dari permintaan pihak Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kudus. Ia diminta membantu memfasilitasi pembayaran pendaftaran pedagang secara daring, khususnya bagi mereka yang masih terbiasa menggunakan uang tunai.

“Tidak semua pedagang punya mobile banking. Ada yang hanya pegang uang tunai, ada juga yang cuma punya kartu ATM. Kami diminta membantu supaya pembayaran tetap bisa dilakukan secara online,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, panitia Dandangan sejak awal membuka dua jalur pendaftaran, yaitu online dan offline. Pendaftaran online dilakukan melalui media sosial resmi panitia dengan transfer langsung ke rekening panitia. Sementara pendaftaran offline mengharuskan pedagang datang langsung ke kantor Dekranasda Kudus.

Meski pendaftarannya offline, sistem pembayaran tetap diarahkan ke transaksi nontunai. Bagi pedagang yang memiliki mobile banking dapat melakukan pembayaran secara mandiri, namun bagi yang hanya membawa uang tunai atau kartu ATM, transaksi difasilitasi melalui layanan BRILink.

“Yang datang kemarin beragam. Ada yang pakai HP sendiri, ada yang setor tunai lewat saya, ada juga bapak-bapak yang hanya punya kartu ATM. Semua tetap bisa dilayani,” jelasnya.

Dalam satu hari pelayanan di kantor Dekranasda, Hariz mencatat sekitar 170 transaksi pendaftaran yang difasilitasi dengan total nilai mencapai sekitar Rp1,7 juta. Angka tersebut hanya mencakup pendaftaran offline yang dibantu langsung olehnya.

“Sementara total keseluruhan pendaftar, baik online maupun offline, menjadi kewenangan panitia dan tidak dirinci kepadanya,” katanya.

Selain membantu proses pendaftaran, Hariz menyebut para pedagang juga banyak bertanya mengenai kebutuhan transaksi selama pelaksanaan Dandangan. Mengingat kegiatan berlangsung hampir dua pekan, pedagang berharap tersedia akses layanan perbankan yang mudah dijangkau di sekitar lokasi acara.

“Ada yang tanya apakah nanti ada fasilitas transaksi di dekat lokasi, atau bisa dibantu soal QRIS. Kebutuhan transaksi pedagang itu bukan hanya saat daftar, tapi juga selama berjualan,” katanya.

Menurut Hariz, sebagian besar pedagang merupakan nasabah BRI, terlihat dari kepemilikan kartu ATM yang mereka bawa. Namun untuk penyediaan fasilitas tambahan seperti QRIS atau layanan perbankan lain di lokasi acara, hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak bank.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat. Selain mempermudah pedagang, langkah ini juga dinilai sejalan dengan upaya mendorong literasi dan inklusi keuangan digital di tingkat akar rumput, tanpa meninggalkan pedagang kecil yang belum sepenuhnya terhubung dengan layanan perbankan modern.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *