Pajak Bertutur di MAN 2 Kudus, Generasi Muda Diajak Kenal Pajak Sejak Dini

Kudus176 Dilihat

KUDUS  – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pajak melalui program Pajak Bertutur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesadaran pajak sejak dini kepada pelajar sebagai calon wajib pajak di masa mendatang.

‎Kepala KPP Pratama Kudus, Imam Teguh Suyudi, mengatakan Pajak Bertutur digelar serentak di seluruh Indonesia pada 3 September 2026. Di Kabupaten Kudus, kegiatan dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus.

‎Program tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus momentum Hari Pajak. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan melibatkan puluhan siswa kelas 10 dan 11.

‎Menurut Imam, pemilihan MAN 2 Kudus sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kudus dikenal sebagai daerah yang memiliki karakter kuat sebagai kota santri. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum untuk menyampaikan edukasi perpajakan melalui lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

‎“Harapannya edukasi perpajakan ini dapat menyentuh masyarakat berbasis religi sejak dini,” ujar Imam.

‎Kegiatan Pajak Bertutur dikemas dengan metode yang tidak hanya berupa penyampaian materi secara satu arah. Para siswa diajak memahami perpajakan melalui edukasi interaktif dan permainan sehingga materi yang diberikan lebih mudah diterima.

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan serta pemutaran video sapaan dari Direktur Jenderal Pajak. Selanjutnya, petugas memberikan pemahaman mengenai konsep dasar pajak, mulai dari keberadaan pajak dalam kehidupan sehari-hari hingga manfaatnya bagi masyarakat.

‎Imam menjelaskan, masyarakat sebenarnya telah bersentuhan dengan pajak dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Misalnya ketika membeli pulsa maupun bahan bakar, terdapat komponen pajak yang secara tidak langsung telah dibayarkan masyarakat.

‎Pemahaman tersebut penting diberikan kepada generasi muda agar mereka mengetahui bahwa pajak memiliki kaitan dengan berbagai aktivitas kehidupan serta pembiayaan fasilitas dan pelayanan publik.

‎“Tujuannya mengenalkan konsep dasar pajak sejak dini agar siswa nantinya siap menjadi wajib pajak,” jelasnya.

‎Menurut Imam, edukasi kepada generasi muda juga menghadapi tantangan tersendiri. Kelompok Generasi Z dikenal kritis dan aktif memperoleh informasi dari media sosial. Beragam informasi yang beredar dapat membentuk persepsi positif maupun negatif terhadap perpajakan.

‎Karena itu, Pajak Bertutur menjadi sarana bagi otoritas pajak untuk memberikan pemahaman secara berimbang mengenai perpajakan, termasuk menjelaskan bagaimana pajak dihimpun dan untuk apa penerimaannya dimanfaatkan.

‎KPP Pratama Kudus sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan serupa di SMK Negeri 1 Kudus. Namun, tahun ini sasaran diperluas dengan memilih siswa madrasah sebagai peserta.

‎”Peserta kegiatan kali ini berasal dari kelas 10 dan 11, sekitar 30 hingga 50 siswa. Sementara siswa kelas 12 tidak dilibatkan karena tengah berkonsentrasi menghadapi persiapan kelulusan dan ujian,” bebernya.

‎Imam menambahkan, secara umum kesadaran dan kepatuhan perpajakan masyarakat Kudus selama ini tergolong baik. Masyarakat dinilai cukup kooperatif dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.

‎Melalui Pajak Bertutur, pihaknya berharap pemahaman mengenai pajak dapat terus ditanamkan sejak bangku sekolah sehingga tumbuh generasi yang sadar dan patuh terhadap kewajiban perpajakan.

(red)