Muhammadiyah Kudus Dorong Penguatan Dakwah Melalui Ekonomi Kebangsaan

Kudus67 Dilihat

KUDUS – Muhammadiyah Kudus menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Peran Politik Ekonomi Kebangsaan Muhammadiyah dalam Memajukan Dakwah Persyarikatan” di Hotel Kenari Kudus, Minggu (30/11/2025).

Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran PCM, PRM, dan ranting sebagai ujung tombak dakwah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dr. Bonnix Maulana, Ketua LHKP Muhammadiyah Kudus, menekankan pentingnya penguatan wawasan politik dan ekonomi bagi PCM dan ranting.

“Kita ingin memberi insight agar PCM dan PRM menjadi kuat. Dakwah harus optimal, tidak hanya di internal Muhammadiyah, tapi untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.

Bonnix menjelaskan bahwa potensi ekonomi di tingkat cabang dan ranting perlu dipetakan secara serius untuk meningkatkan pemberdayaan umat.

“Salah satu langkah strategis adalah memaksimalkan peran Lazismu sebagai motor penggerak ekonomi sosial,” tandasnya.

Ia mencontohkan, peningkatan ekonomi warga akan memperkuat penghimpunan dana di Lazismu, yang kemudian akan dikembalikan kepada umat melalui program sosial, pendidikan, dan dakwah.

“Muhammadiyah bisa berkiprah melalui peluang ekonomi yang disiapkan pemerintah. Jika dikembangkan dengan baik, Lazismu dapat menjadi roda percepatan ekonomi khususnya di Kudus,” ujarnya.

Untuk membangun kemandirian ekonomi umat, Bonnix menekankan penguatan UMKM dan budaya ta’awun. Ia juga mendorong para agnia untuk menitipkan dananya ke lembaga pembiayaan milik Muhammadiyah.

Terkait pengelolaan zakat dan infak, pihaknya sedang menggagas sistem baru di mana dana dari ranting tetap dikembalikan untuk kegiatan wilayah masing-masing, namun sebagian dikelola Lazismu daerah untuk program strategis.

“Ranting tidak akan kehilangan dana. Justru akan mendapatkan manfaat lebih jika dikelola secara terstruktur. Ini masih gagasan yang ingin kami dorong,” jelasnya.

Lazismu di tingkat ranting dan kecamatan akan diprioritaskan memiliki unit layanan collecting agar Lazismu daerah dapat fokus merancang perencanaan program yang matang dan berdampak.

Dialog ini dihadiri sekitar 125 peserta, termasuk narasumber dari Bakesbangpol Kabupaten Kudus, LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dan Lazismu tingkat daerah.

“Harapan kami gagasan ini tidak berhenti di forum, tapi diterapkan di cabang dan ranting. Jika dakwah kuat, ekonomi umat turut bergerak,” pungkasnya.

Ia berharap dialog ini menjadi pijakan awal penguatan dakwah Muhammadiyah Kudus berbasis ekonomi, kemandirian, dan sinergi lintas struktur.

(red)