BLORA – Suasana belajar di MIN Blora dibuat lebih menarik melalui kegiatan Festival Sains Cilik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kokurikuler yang dikemas dengan pendekatan menyenangkan, sekaligus mengajak murid menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Festival yang berlangsung Jumat (2/10/2026) itu mengangkat semangat Panca Cinta, khususnya Cinta Ilmu. Para murid mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai konsep sains melalui eksperimen sederhana yang dilakukan secara langsung di lingkungan madrasah.
Sebanyak 13 eksperimen disiapkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya membuat perahu kertas, kapilaritas, memadamkan api menggunakan gelas, reaksi kimia gunung meletus, lem lava, magic milk, meniup balon tanpa ditiup, listrik statis, filtrasi, ecoprint, telur mengapung dalam air garam, torso dan gerhana Matahari-Bulan, serta mobil pegas dan magnet.
Berbagai eksperimen itu ditempatkan di sejumlah titik di lingkungan madrasah. Murid kemudian dapat berpindah dari satu eksperimen ke eksperimen lainnya untuk melihat, mencoba, dan memahami proses yang terjadi.
Model kegiatan tersebut membuat murid tidak hanya menerima penjelasan secara teori. Mereka didorong untuk aktif mengamati, mengajukan pertanyaan, mencoba percobaan, hingga mempraktikkan sendiri eksperimen yang tersedia. Sementara itu, guru bertugas mendampingi sekaligus memfasilitasi proses belajar tersebut.
Kepala MIN Blora, Umi Khoirunnisya’atin, menyampaikan bahwa Festival Sains Cilik merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler yang memiliki keterkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler.
“Festival ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler yang mendukung tercapainya tujuan intrakurikuler dengan eksperimen sederhana untuk menumbuhkan penalaran kritis dan kreatif.”
Ia menjelaskan, kegiatan kokurikuler dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret kepada murid. Eksperimen sederhana memungkinkan mereka memahami suatu konsep melalui proses mencoba secara langsung.
Selain mengenal konsep sains, murid juga dapat belajar melihat hubungan sebab-akibat, mencari solusi atas persoalan sederhana, serta mengembangkan kreativitas selama mengikuti kegiatan.
Kemeriahan festival terlihat dari antusiasme murid saat menjajal berbagai eksperimen. Salah satunya Alkafi yang mengaku tertarik dengan percobaan lamp lava.
“Eksperimennya seru dan bikin penasaran.”
Hal serupa juga dirasakan Aqila. Ia memilih rainbow candy sebagai eksperimen yang paling disukainya karena tertarik dengan perubahan warna yang dihasilkan.
“Saya suka rainbow candy karena dari permen bisa jadi pelangi.”
Sementara itu, Hanin memilih eksperimen gunung berapi. Ia menilai percobaan tersebut memiliki proses yang menarik meski membutuhkan bahan-bahan tertentu.
“Eksperimen gunung berapi itu unik. Memang agak susah mendapatkan bahan-bahannya, tapi proses terjadinya gunung berapi cukup membuat kita takjub.”
Festival Sains Cilik menjadi salah satu cara MIN Blora menerapkan kegiatan kokurikuler yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas tambahan, tetapi juga mendukung proses pembelajaran di kelas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari upaya madrasah mengimplementasikan nilai Panca Cinta melalui aktivitas yang dekat dengan pengalaman murid. Setelah sebelumnya mengenalkan permainan tradisional dalam semangat Cinta Tanah Air, kali ini murid diajak membangun rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu melalui eksperimen sains.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan kokurikuler menjadi ruang bagi murid untuk belajar melalui pengalaman. Guru memberikan pendampingan, sementara murid memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi, mencoba, dan menemukan hal baru.
Dari proses belajar yang menyenangkan itu, MIN Blora berharap tumbuh rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kecintaan murid terhadap ilmu pengetahuan.
(Red)

