Market Day SDN Sokopuluhan 01 dan TK PGRI 04: Tanamkan Jiwa Wirausaha dan Keberanian Sejak Dini

Pati26 Dilihat

PATI – Semangat kewirausahaan dan keberanian tampil di depan umum tampak begitu terasa dalam kegiatan Market Day kolaborasi SDN Sokopuluhan 01 dan TK PGRI 04 Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu pagi, 11 Februari 2026, di halaman SDN Sokopuluhan 01.

Kegiatan ini dirancang dengan konsep yang unik dan tertata rapi. Jalur pengunjung dan lapak antar kelompok kelas dibuat satu arah. Pengunjung masuk melalui gapura bazar Market Day dan keluar di lapak terakhir kelas IV. Konsep ini membuat arus belanja tertib sekaligus memberi kesempatan merata bagi setiap kelas untuk dikunjungi.

Acara resmi dibuka oleh Kepala SDN Sokopuluhan 01, Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., pada pukul 07.30 WIB. Antusiasme pengunjung begitu tinggi. Tidak sampai 30 menit sejak dibuka, seluruh produk yang dijajakan siswa ludes terjual.

Kepala SDN Sokopuluhan 01, Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil inisiasi bersama guru SDN Sokopuluhan 01 dan TK PGRI 04.

“Acara ini kami selenggarakan untuk mengenalkan siswa pada dunia wirausaha sejak dini. Selain belajar berjualan, mereka juga belajar berani tampil di depan umum,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya tentang jual beli, tetapi juga menampilkan kreativitas siswa melalui pentas seni.

“Tidak hanya jualan, perwakilan kelas juga unjuk gigi dalam pentas seni, baik penampilan siswa sendiri maupun kolaborasi dengan wali murid. Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan siswa. Meskipun ada bantuan dari orang tua, semangat gotong royong dalam kebaikan itu memang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Bagus sekali. Semoga tahun depan tetap ada dan lebih meriah. Aamiin,”tuturnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab kegiatan, Miftahur Rohim, S.S., S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan acara tersebut.

“Awalnya saya sempat ragu apakah acara ini akan semeriah yang kami harapkan. Saya bahkan sempat berpikir keras bagaimana agar masyarakat antusias dan hadir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa panitia menyediakan lebih dari 100 voucher belanja sebagai strategi untuk menarik minat pengunjung. Setiap kelas juga memiliki warna voucher berbeda untuk pemerataan transaksi.

“Voucher belanja menjadi salah satu solusi. Kami menyediakan lebih dari 100 voucher untuk pengunjung, dengan warna berbeda di tiap kelas agar belanja merata. Alhamdulillah, hasilnya di luar dugaan. Bahkan banyak pengunjung yang tidak kebagian produk karena sudah habis,” jelasnya.

Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan nominasi lapak terpopuler untuk menambah semangat siswa

“Kami juga membuat nominasi lapak terpopuler. Kelas dengan daftar hadir pengunjung terbanyak dan tempelan voucher paling banyak akan mendapatkan apresiasi sebagai juara,” tambahnya

Melalui kegiatan Market Day ini, siswa tidak hanya belajar tentang konsep jual beli, tetapi juga mempraktikkan keberanian, kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab. Kolaborasi antara sekolah dan wali murid menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *